oleh

Pemerintah Minta Maaf soal Layanan Mudik Lebaran

-Berita Terkini-8 kali dibaca

pdip-jatim-mendagri-tjahjo-kJAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mewakili pemerintah minta maaf kepada masyarakat terkait banyaknya persoalan dalam layanan mudik Lebaran Idul Fitri 1437 H.

“Saya mendagri atas nama pemerintah, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang mudik, khususnya kepada keluarga yang tertimpa musibah,” kata Tjahjo Kumolo, Sabtu (9/7/2016).

Mantan Sekjen PDI Perjuangan ini mengatakan, pemerintah telah berusaha maksimal mempercepat pembuatan jalan tol dan perbaikan jalan. Hal itu dilakukan untuk memudahkan dan memberikan kenyamanan masyarakat dalam arus mudik dan arus balik.

“Adanya musibah dan masih adanya kekurangnyamanan dalam perjalanan menjadi evaluasi kami, pemerintah, khususnya Kemendagri,” ucap Tjahjo.

Sebelumnya, sebanyak 17 pemudik meninggal selama arus mudik Lebaran sejak 29 Juni hingga 5 Juli 2016 di wilayah Kabubaten Brebes, Jawa Tengah.

Terkait arus balik Lebaran, dia mengingatkan pemerintah daerah di sekitar jalur pantai utara (pantura) untuk mengantisipasi berbagai persoalan. Dia minta agar petugas satuan polisi pamong praja (satpol PP) dan petugas Puskesmas di sekitar Pantura tetap siaga 24 jam.

“Kepada Bupati Pemalang, Bupati Tegal, Wali Kota Tegal, Bupati Brebes, dan Bupati Cirebon, agar mengantisipasi arus balik mudik yang melewati sepanjang pantura, khususnya Kabupaten Brebes,” ujarnya.

Instruksi untuk mengantisipasi arus balik tersebut, sebut dia, telah disampaikan melalui radiogram mendagri kepada kepala daerah sejak awal puasa. Pihaknya juga minta petugas kecamatan, aparat desa, dan petugas di dinas terkait untuk berjaga-jaga serta melakukan antisipasi.

“Pemerintah daerah diminta membantu kelancaran masyarakat yang mudik dan balik ke arah barat dan timur melalui tol dan pantura. Koordinasi semua pihak saya yakin sudah dilakukan,” ucapnya. (goek)