Kamis
12 Maret 2026 | 5 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pejabat PT Berperan Penting Cegah Radikalisme

pdip jatim - achmad basarah

pdip jatim - achmad basarahMALANG – Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI Ahmad Basarah berpendapat, salah satu penyebab berkembangnya paham terorisme di tanah air karena masyarakat masih bersikap permisif atau membuka diri dan toleran terhadap bentuk terorisme.

Kata Basarah, sikap masih permisif terhadap aksi terorisme, di antaranya adalah ceramah yang mengandung kekerasan, bahkan menyinggung SARA. Dalam urusan ceramah agama, negara tidak bisa masuk untuk mengatasinya, karena adanya undang-undang yang melarang negara masuk dalam urusan agama,” kata Ahmad Basarah, dalam dialog Pencegahan Radikalisme di Universitas Brawijaya (UB) Malang, kemarin.

Berkembangnya terorisme di tanah air, lanjut anggota Komisi III DPR RI tersebut, juga disebabkan lemahnya regulasi pemerintah. Artinya, minimnya gerakan nasional yang terstruktur untuk menangani terorisme.

Bahkan, sebut dia, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pun tidak bisa menangkap langsung seseorang yang diduga terlibat terorisme. Oleh karena itu, kata Basarah, aksi yang paling pas untuk dilibatkan dalam pencegahan terorisme adalah melibatkan perguruan tinggi (PT).

“Peran rektor dan para pejabat di lingkungan perguruan tinggi itu penting untuk melakukan deteksi dini dalam upaya menangkal radikalisme. Sebab perguruan tinggi di Indonesia disinyalir menjadi sasaran empuk penganut paham radikal untuk mengembangkan pemikirannya,” ujar Basarah.

Legislator asal dapil V Jawa Timut itu menambahkan, kerja sama antara BNPT dengan PT juga harus ditingkatkan untuk mengantisipasi berkembangnya radikalisme. Menurut dia, harus ada gerakan nasional yang terstruktur, sistematis dan masif. “Selain penanggulangan, aksi pencegahan juga penting,” sebutnya.

Pria yang juga menjabat Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan itu menilai, perguruan tinggi merupakan tempat berbagai pemikiran bersemai di benak mahasiswa. Peran perguruan tinggi juga bisa menyaring pemikiran, sebab di usia muda, mahasiswa sedang getol-getolnya mencari jati diri. Dan di perguruan tinggi itu pulalah menjadi sasaran rekruitmen aksi terorisme.

Terorisme, imbuh Basarah, merupakan salah satu kejahatan luar biasa di Indonesia, yang menjadi satu dari tiga kejahatan luar biasa selain korupsi dan penyalahgunaan narkotika. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

52.000 Warga Lamongan Terdampak Penonaktifan BPJS PBI, Komisi D Dorong Rakor Lintas Sektor

LAMONGAN – Sebanyak 52 ribu warga Kabupaten Lamongan terdampak penonaktifan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran ...
LEGISLATIF

Tinjau Dua Lokasi Bencana Desa Randu Gede Dan Jabung, Diana Sasa Salurkan Sembako dan Bantuan Atap untuk Warga

MAGETAN – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana AV Sasa, meninjau langsung lokasi kejadian longsornya pondasi ...
KABAR CABANG

Fatayat NU Gresik Apresiasi Silaturahmi PDI Perjuangan

GRESIK – Suasana keakraban terpancar saat silaturahmi antara pihak PC Fatayat NU dengan DPC PDI Perjuangan Gresik, ...
KABAR CABANG

Konsolidasi Jelang Lebaran, Kader-kader Sidoarjo Diminta Peka dengan Dinamika Terjadi di Masyarakat

SIDOARJO – Menjelang Hari Raya Lebaran, kader-kader PDI Perjuangan Sidoarjo diminta untuk tetap responsif dengan ...
KRONIK

Diana Sasa Kunjungi Rumah Duka Bocah Ngawi yang Meninggal Tertimpa Pohon

NGAWI – Suasana haru menyelimuti kediaman pasangan Agus Triantoko (36) dan Supriyani (36) di Desa Tepas, Kecamatan ...
KABAR CABANG

Nuzulul Quran di Tuban, Kader Diminta Perkuat Kepedulian kepada Rakyat di Tengah Tekanan Ekonomi

TUBAN — Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Prasetiyono, mengajak seluruh ...