Jumat
17 April 2026 | 4 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pejabat PT Berperan Penting Cegah Radikalisme

pdip jatim - achmad basarah

pdip jatim - achmad basarahMALANG – Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI Ahmad Basarah berpendapat, salah satu penyebab berkembangnya paham terorisme di tanah air karena masyarakat masih bersikap permisif atau membuka diri dan toleran terhadap bentuk terorisme.

Kata Basarah, sikap masih permisif terhadap aksi terorisme, di antaranya adalah ceramah yang mengandung kekerasan, bahkan menyinggung SARA. Dalam urusan ceramah agama, negara tidak bisa masuk untuk mengatasinya, karena adanya undang-undang yang melarang negara masuk dalam urusan agama,” kata Ahmad Basarah, dalam dialog Pencegahan Radikalisme di Universitas Brawijaya (UB) Malang, kemarin.

Berkembangnya terorisme di tanah air, lanjut anggota Komisi III DPR RI tersebut, juga disebabkan lemahnya regulasi pemerintah. Artinya, minimnya gerakan nasional yang terstruktur untuk menangani terorisme.

Bahkan, sebut dia, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pun tidak bisa menangkap langsung seseorang yang diduga terlibat terorisme. Oleh karena itu, kata Basarah, aksi yang paling pas untuk dilibatkan dalam pencegahan terorisme adalah melibatkan perguruan tinggi (PT).

“Peran rektor dan para pejabat di lingkungan perguruan tinggi itu penting untuk melakukan deteksi dini dalam upaya menangkal radikalisme. Sebab perguruan tinggi di Indonesia disinyalir menjadi sasaran empuk penganut paham radikal untuk mengembangkan pemikirannya,” ujar Basarah.

Legislator asal dapil V Jawa Timut itu menambahkan, kerja sama antara BNPT dengan PT juga harus ditingkatkan untuk mengantisipasi berkembangnya radikalisme. Menurut dia, harus ada gerakan nasional yang terstruktur, sistematis dan masif. “Selain penanggulangan, aksi pencegahan juga penting,” sebutnya.

Pria yang juga menjabat Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan itu menilai, perguruan tinggi merupakan tempat berbagai pemikiran bersemai di benak mahasiswa. Peran perguruan tinggi juga bisa menyaring pemikiran, sebab di usia muda, mahasiswa sedang getol-getolnya mencari jati diri. Dan di perguruan tinggi itu pulalah menjadi sasaran rekruitmen aksi terorisme.

Terorisme, imbuh Basarah, merupakan salah satu kejahatan luar biasa di Indonesia, yang menjadi satu dari tiga kejahatan luar biasa selain korupsi dan penyalahgunaan narkotika. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Said Abdullah: Pers Harus Jadi Pilar Keempat Demokrasi dan Kontrol Kekuasaan

Saat menerima penghargaan PWI Jatim di HPN 2026, Said Abdullah menegaskan pers harus menjadi pilar keempat ...
HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...