MALANG – Bupati Malang HM Sanusi melarang sekolah menggelar study tour ke luar daerah. Keputusan ini dia keluarkan untuk melindungi keselamatan para pelajar di wilayahnya.
Sanusi menegaskan bahwa study tour itu bukan kegiatan rekreasi. Dia minta pihak sekolah dan juga komite wali murid untuk memahami perbedaan antara study tour dan rekreasi.
“Study tour itu belajar di luar, bukan rekreasi jalan-jalan. Jadi harus dibedakan. Saya putuskan untuk study tour itu dibolehkan selama di wilayah Malang Raya, kalau keluar kota tidak boleh,” jelas Sanusi, kemarin.
Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan pembatasan kegiatan juga diberlakukan di tempat-tempat yang rawan bencana seperti di laut.
Dia mengimbau kegiatan study tour dengan jenis kegiatan berkemah mengutamakan keamanan dan keselamatan siswa. “Seperti berkemah di pantai selatan itu tidak boleh, bahaya,” sebutnya.
Daripada study tour ke luar daerah dan menjadi beban finansial, dia mengimbau pihak sekolah sebaiknya fokus pada kegiatan yang mengutamakan kualitas pembelajaran sehingga bisa mencetak lulusan yang unggul. Seperti menargetkan nilai siswa-siswi di sejumlah mata pelajaran bisa di atas sembilan.
“Karena nilai ini nanti jadi modal anak-anak dalam melanjutkan pendidikan di jenjang berikutnya. Itu yang paling penting. Jadi sementara fokus saja belajar di sekolah agar kualitas pendidikan lebih baik,” tutur Sanusi. (ull/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










