MADIUN — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Banyu Biru Djarot, menegaskan sikap politik partainya yang konsisten menolak wacana pengembalian sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) secara tidak langsung, atau dipilih DPRD.
Menurut legislator dari Dapil Jatim 8 tersebut, pilkada langsung merupakan bagian penting dari proses demokrasi yang tidak boleh ditarik mundur.
Pernyataan itu dia sampaikan saat menghadiri pagelaran wayang kulit di Sasana Kridha Mulya, Desa Babadan Lor, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Sabtu kemarin.
“PDI Perjuangan adalah satu-satunya partai yang tegas menolak pilkada tidak langsung. Demokrasi yang sudah kita perjuangkan sejak reformasi 1998 jangan sampai diputar kembali,” ujar Banyu Biru, dikutip Senin (2/2/2026).
Dia menegaskan, pilkada langsung menjamin hak partisipatif dan hak konstitusional rakyat untuk menentukan pemimpinnya.
Menurutnya, jika sistem pemilihan legislatif sudah berjalan langsung di semua tingkatan, maka pilkada langsung justru menjadi bagian dari penguatan demokrasi.
Terkait alasan efisiensi anggaran yang kerap dijadikan dalih, anggota Komisi VII DPR RI itu menilai solusi yang tepat bukan mengganti sistem, melainkan memperbaiki mekanisme pelaksanaannya.
“Kalau persoalannya biaya politik yang tinggi, maka sistemnya yang diperbaiki. Jangan sistem yang sudah baik justru dicopot dan diganti sistem lama. Itu kemunduran demokrasi,” tegasnya.
Banyu Biru memastikan, PDI Perjuangan akan tetap berada di garis depan dalam menjaga demokrasi substantif dan memperjuangkan kedaulatan rakyat melalui pemilihan langsung.
“Sikap ini jelas dan konsisten. Demokrasi harus bergerak maju, bukan mundur,” pungkasnya. (ahm/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











