Minggu
02 Agustus 2026 | 12 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDIP Kenyang Gemblengan Sejarah, Hasto: Kader Jangan Cengeng

pdip-jatim-hasto-deli-serdang1

JAKARTA – Kader PDI Perjuangan diminta untuk tidakmelupakan sejarah. Sebab, PDIP bisa menjadi partai besar seperti sekaranglantaran banyak rintangan yang mampu dilewati dalam perkembangannya selama ini.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, PDIP pada periode tahun 90-an silam mendapat tekanan berbagai pihak namun tetap bertahan. Atas dasar itu, dia minta kader PDIP tidak menjadi ‘cengeng’ dan bisa tahan banting menghadapi rintangan ‎dan tekanan dalam kondisi apapun.

“Sejatinya kita difitnah, dihujat dengan cara apa pun. Pada tahun 97 kita tidak boleh ikut pemilu. Pada tahun 96 kantor partai diserang, pada tahun 93 kongres di Sukolilo diintervensi luar biasa, kemudian juga ada kongres di Medan,” kata Hasto saat konsolidasi PDIP di di Hotel Wings, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (14/12/2018).

Hasto menyebutkan, besarnya partai berlogo banteng moncong putih ini juga tak lepas dari dukungan rakyat. Dengan demikian, kekuatan gotong-royong dan saling membantu menjadi simbol kekuatan partai.

“Kita ini bukan partai kemarin sore. Kita ini partai yang kenyang dalam penggemblengan sejarah. Dalam ujian sejarah kita bisa survive karena kita percaya pada kekuatan bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut pria kelahiran Yogyakarta ini mengatakan untuk Pilpres 2019 mendatang, para caleg, relawan dan kader PDIP akan turun ke lapangan menyapa masyarakat. Seperti yang selalu dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

‎”Kekuatan yang membentuk PDIP pada jati dirinya sebagai partai rakyat, kekuatan yang penuh dengan dedikasi, berjuang karena kepentingan lebih besar,” katanya.

Hasto juga menyindir perilaku calon wakil presiden Sandiaga. Hasto menyebut Sandiaga cari perhatian dengan merancang penolakan masyarakat di sebuah pasar di Medan, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

Hasto sebut Sandiaga tak perlu mengikuti RatnaSarumpaet, yang ditahan oleh pihak kepolisian karena membuat kebohongan publikdengan berpura-pura telah dianiaya dengan wajah lebam. Ternyata lebam itukarena dia baru dioperasi plastik.

“Ada yang ke pasar di Medan. Berpura-pura. Ratna Sarumpaet sudah tak laku lagi, bersandiwara hanya demi dikasihani rakyat. Itu sudah tak laku,” kata Hasto.

Sebelumnya, Sandiaga berkunjung ke sebuah pasar di Medan. Di situ, ada poster kertas yang menyatakan penolakan terhadapnya.

Belakangan, muncul perdebatan di media sosial bahwa penolakan itu sebenarnya dibuat-buat sendiri oleh pihak Sandiaga demi mencari perhatian.

Hal itu karena ada video yang menunjukkan anak buah Sandiaga melarang, ketika seseorang berkemeja putih seperti kostum Partai Gerindra, hendak mencopot poster itu. Perdebatan itu ramai dalam tagar #Sandiwarauno di jejaring media sosial Twitter.

Hasto yang juga Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf membandingkan sosok Prabowo-Sandiaga dengan Jokowi.

Menurut Hasto, Jokowi adalah seorang presiden yang tetap tulus ketika bertemu masyarakat. Jokowi tak lupa diri ketika berkuasa, terus bergerak ke masyarakat, dan bersalaman dengan sebuah ketulusan.

“Pak Jokowi adalah pemimpin yang tak suka marah-marah. Sosoknya baik, yang dimulai dari keluarganya,” tutur Hasto.

Di sisi lain, cawapresnya, KH Ma’ruf Amin, muncul sebagai ulama dan pengayom. Sang Kiai bervisi bahwa dengan bersama Jokowi, dirinya akan memastikan takkan ada lagi masalah generasi kita terkait Pancasila di 2024. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Gelorakan Semangat Kemerdekaan, Muhamad Zaini Ajak Warga Kabupaten Pasuruan Jaga Persatuan Lewat Reses

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, menggelar agenda Reses Masa Persidangan ...
KABAR CABANG

Musran dan Musranran se-Kecamatan Tanggunggunung Sukses, Teguhkan Komitmen Besarkan PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar konsolidasi internal ...
KRONIK

Kejhung Mulai Hilang dari Desa, DPRD Jember Dorong Revitalisasi Budaya Madura

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, mendorong pelestarian seni kejhung sebagai bagian dari ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Siap Digelar, PDIP Jatim Perkuat Ekosistem Pembinaan Sepak Bola

PDIP Jawa Timur menargetkan Soekarno Cup 2026 tidak hanya sukses sebagai turnamen, tetapi juga meninggalkan warisan ...
LEGISLATIF

Zulham Kawal Temuan Kerusakan Stadion Kanjuruhan hingga Kementerian PU

MALANG – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, memastikan akan mengawal temuan kerusakan ...
LEGISLATIF

Warga Ginuk Magetan Gotong Royong Perbaiki Jalan, Rita Haryati Sawer 27 Drum Aspal

MAGETAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Magetan, Rita Haryati turut kerja bakti dan membaur bersama ...