Rabu
21 Oktober 2026 | 12 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDIP Harus Mengayomi Seluruh Agama dan Aliran Kepercayaan

PSX_20180514_133750

JAKARTA – Ketua Bidang Keagamaan DPP PDI Perjuangan Hamka Haq mengatakan, penganut aliran kepercayaan sekarang memiliki kedudukan hukum sama dengan umat enam agama yang sudah diakui pemerintah.

Hal itu sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait penganut aliran kepercayaan. Artinya, saat ini tidak boleh ada lagi pemaksaan kepada penganut aliran kepercayaan.

“Kedudukan penganut aliran kepercayaan sekarang sama di mata hukum. PDI Perjuangan sebagai partai nasionalis harus mengayomi seluruh agama dan aliran kepercayaan di Indonesia,” kata Hamka, saat membuka Rakorbid Keagamaan dan Kepercayaan Kepada Tuhan yang Maha Esa di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, kemarin.

Terkait keputusan MK tersebut, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah membentuk Komite Bidang Agama dan Kepercayaan untuk melindungi semua umat beragama di Indonesia.

“Dalam rakor ini diharapkan bisa merumuskan poin-poin penting supaya bisa terjadi kerukunan antar umat beragama yang sesuai dengan Pancasila demi terciptanya persatuan bangsa,” ujar Hamka.

Ketua Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) ini menuturkan, ada tiga kaitan penting agama dan negara. Pertama, agama tidak boleh dipaksakan oleh negara, karena setiap warga negara sudah dijamin haknya untuk memeluk kepercayaan yang diyakininya.

“Kedua, agama tidak boleh dibentur-benturkan yang berujung dengan perpecahan. Hal ini akan mengganggu stabilitas dan keamanan negara,” ungkapnya.

Terakhir, Hamka menyampaikan agama seharusnya dijalankan dengan semangat mempersatukan bangsa, bukannya untuk mengadu domba satu sama lain.

“Contohnya nilai-nilai keislaman harus disampaikan kepada masyarakat untuk memperkuat bangsa bukannya untuk memperlemah,” jelasnya.

Rakorbid tingkat nasional ini juga dihadiri Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Marsyudi Suhud dan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin, perwakilan Parishada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Nyoman Udayana S, Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti serta para pimpinan majelis agama seperti MUI, KWI dan Walubi.

Dalam sambutannya, KH. Marsudi Syuhud mengatakan persatuan umat beragama merupakan pondasi yang bisa menjaga Indonesia dan sudah terbukti saat jaman penjajahan.

“Pada saat pendiri bangsa berjuang mereka tidak memikirkan dari agama apa mereka berasal, mereka hanya mempunyai satu tujuan untuk Indonesia merdeka,” jelasnya.

Sementara, Din Syamsuddin menyampaikan hubungan agama dan negara yang terjadi adalah nilai etika. Tanpa ada agama negara ini akan keropos dan mudah dihancurkan.

“Agama-agama dan aliran kepercayaan di Indonesia berkontribusi dalam memberikan nilai etika bagi para penganutnya, sehingga masyarakat memiliki etika yang baik dalam membangun negara,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Surabaya Soroti Peredaran Minol, Baktiono Dorong Pengawasan Ketat

SURABAYA – DPRD Kota Surabaya mendorong pengawasan lebih ketat terhadap peredaran minuman beralkohol (minol), ...
KRONIK

Sosialisasi Pencegahan Kerusakan Hutan di Banyuwangi, Sonny Soroti Keadilan Penegakan Hukum

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny Tri Danaparamita, menekankan pentingnya penegakan hukum kehutanan yang ...
LEGISLATIF

Widarto Ingatkan Pemkab Jember, Serapan APBD 2026 Jangan Korbankan Kualitas Proyek

JEMBER – Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, meminta pemerintah kabupaten (pemkab) tidak sekadar mengejar serapan ...
KRONIK

Banyuwangi Gelar Rembug Santri, Ruang Jaring Aspirasi Generasi Pesantren

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berupaya menghadirkan program pembangunan yang inklusif ...
EKSEKUTIF

2027, Alur Pelayanan Seluruh Puskesmas Surabaya Diselaraskan dengan Rumah Sakit

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyelaraskan alur pelayanan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat ...
LEGISLATIF

Minta Tak Ada Pungutan Pemakaman, Kaji Ipuk: Jangan Bebani Keluarga Berduka

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta pengelola tempat pemakaman umum (TPU) tidak melakukan ...