Minggu
15 Maret 2026 | 3 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Walk-out dari Rekapitulasi Penghitungan Suara

Didong

DidongSAKSI PDI Perjuangan walkout dalam acara rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi yang diadakan KPU Jatim di Hotel Oval Surabaya, Sabtu (26/4/2014) pukul 01.10 dini hari. Aksi walk-out ini dilakukan saat memasuki rekapitulasi penghitungan suara hasil Pemilu 2014 untuk Kota Surabaya.

Saat memasuki rekapitulasi penghitungan Kota Surabaya, saksi PDI Perjuangan walk out karena mempermasalahkan terjadinya kebuntuan pasca terbongkarnya selisih DPTb (Jumlah Pemilih Terdaftar dalam DPT Tambahan) dan DPKTb (Pemilih Khusus Tambahan/ Pengguna KTP atau nama sejenis lainnya) antara yang terdata dan yang digunakan.

Baca juga: “Hentikan Rekapitulasi KPU Surabaya!”

Menurut Didik Prasetyono, saksi dari PDI Perjuangan, saat diminta konsolidasi data pada Rabu (23/4/2014), yang terjadi justru 9 partai politik tingkat Surabaya menuntut diadakannya pembukaan kotak untuk hitung ulang dengan mencocokkan formulir plano di seluruh kecamatan.

Dari hasil komunikasi dengan saksi PDI Perjuangan Surabaya, kata Didik, ada temuan data-data selisih hasil penghitungan internal C-1 Saksi yang terjadi merata di seluruh dapil. Modus menaikkan bilangan pembagi pemili (BPP) ini, tambah dia, terjadi secara sistematis, dan diduga kuat tidak melibatkan KPPS.

“Karena itu tuntutan PDI Perjuangan adalah bukan pemungutan suara ulang (PSU) tetapi cukup dengan mencocokkan formulir plano di kotak suara agar pemilu berintegritas dapat dijunjung tinggi,” kata DIdik..

PDI Perjuangan, imbuh dia, juga telah menyampaikan kepada Bawaslu Jatim akan hal ini dan meminta segera diambil keputusan agar tidak berlarut-larut.

Sesaat sebelum walk-out, saksi PDI Perjuangan juga menemukan data ketidakcocokan jumlah pemilih DPR-DPD-DPRD Prov-Kota. Sebab, jelas Didik, ada pemilih yang hanya diberi dua jenis surat suara tanpa diberi surat suara provinsi dan kota. Kata dia, hal itu terjadi di Kecamatan Rungkut.

“KPU Surabaya mengetahui dan membiarkan dengan hanya membuat kronologis bahwa pemilih itu berasal dari luar kota. Bukti bahwa kegagalan sosialisasi kepada penyelenggara pemilu dan pembiaran terjadinya pelanggaran hak konstitusional warga.” ujarnya. (pri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Gotong Royong Wujudkan Kota Atraktif, Mas Ipin Dorong Komunitas Jadi Motor Penggerak Ekonomi Trenggalek

TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus mematangkan konsep pembangunan Kota Atraktif sebagai arah ...
KABAR CABANG

Jelang Lebaran, PDIP Ponorogo Salurkan Ribuan Paket Sembako dari DPD Jatim

PONOROGO – Menjelang Lebaran, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo menyalurkan ribuan paket sembako dari DPD PDI ...
KRONIK

Kanang: Pemimpin Harus Paham Manajemen Prioritas

MAGETAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Budi Sulistyono atau yang akrab disapa Kanang mengingatkan ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Jombang Buka Puasa Bersama Badan dan Sayap Partai, Tekankan Nilai Kemanusiaan

JOMBANG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menggelar sarasehan dan buka puasa bersama badan dan sayap Partai, ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Luncurkan Layanan Call Center, DPC Ponorogo: Kita Lebih Awal Tahu Persoalan Masyarakat

PONOROGO – PDI Perjuangan meluncurkan layanan call center nasional di nomor 0811 1030 3333 yang bisa diakses ...
SEMENTARA ITU...

Inda Raya Bagikan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Jelang Idul Fitri

MADIUN – Politisi PDI Perjuangan sekaligus Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Madiun, Inda Raya, membagikan ratusan ...