Sabtu
29 Agustus 2026 | 3 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan: NU Perekat Persahabatan Kebangsaan

pdip-jatim-hasto-di-seminar-PWNU-jatim

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mewakili seluruh kader Partai mengucapkan selamat hari ulang tahun (HUT) ke-92 Nahdlatul Ulama (NU), yang jatuh tepat pada hari ini.

PDI Perjuangan mengganggap NU sebagai organisasi pembawa keselamatan bangsa dan memiliki tekad mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil’alamin.

“NU berhasil membuktikan jati dirinya sebagai perekat persahabatan kebangsaan yang begitu penting bagi kokohnya Pancasila dan NKRI,” kata Hasto, Rabu (31/1/2018).

Dia menyebutkan, PDI Perjuangan terus meletakkan kesadaran akan peran pentingnya NU dalam pendidikan politik dan kaderisasi kepemimpinan internal partai.

Menurut Hasto, hal ini bisa dilihat dari langkah PDI Perjuangan dalam menjaring calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Setidaknya, tercatat 63 calon kepala daerah yang diusung PDIP adalah warga Nahdliyyin

“Tercatat representasi NU hadir di provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sekurang-kurangnya 61 daerah lainnya di tingkat kabupaten/kota dalam rangka Pilkada Serentak tahun 2018,” jelasnya.

Di Jawa Timur, PDI Perjuangan mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berpasangan dengan kadernya, Puti Guntur Soekarno.

Sementara di Jawa Tengah, PDI Perjuangan menggandeng Gus Taj Yasin untuk dipasangkan dengan kadernya, Ganjar Pranowo.

Tak hanya kepala daerah, PDIP sebagai parpol utama pendukung pemerintahan Jokowi pun terus berupaya untuk melibatkan kader NU di kabinet kerja.

Hal ini ditunjukkan saat Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan masukan kepada Presiden Jokowi terkait susunan kabinet.

“Ketika Bapak Jokowi meminta pertimbangan Ibu Megawati terhadap susunan kabinet pun, Ibu Megawati menegaskan peran sentral NU tersebut. Sehingga beliau mengusulkan beberapa pos strategis kerakyatan ditempati oleh representasi NU,” jelas Hasto.

Dia menyebut, bahwa kerja sama antara PDI Perjuangan dan NU bisa ditarik lebih jauh ke belakang. Misalnya, saat Gus Dur dan Megawati menjadi pasangan Presiden dan Wakil Presiden.

Selain itu, sosok Presiden pertama RI Soekarno yang merupakan ayah Megawati juga sangat dekat dengan para kyai dan pendiri NU, seperti KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan KH Wahab Hasbullah. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Kementerian PU Hibahkan SPAM Tangkel ke Pemkab Bangkalan, Bupati Lukman: Jadi Pengungkit Investasi

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mendapat tambahan aset strategis untuk memperkuat pelayanan ...
KRONIK

Data Desil Bermasalah, DPRD Bondowoso Soroti Ancaman Bantuan Warga Terputus

BONDOWOSO – Perubahan data desil warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berpotensi membuat penerima bantuan ...
KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...