PDI Perjuangan Dominasi Media Sosial

Loading

JAKARTA – Lembaga Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP) melakukan monitoring komparasi isu sembilan partai politik di media daring dan media sosial. Kajian ini melengkapi beberapa temuan lembaga survei terkait elektabilitas partai politik jika Pemilu digelar hari ketika survei tersebut dilakukan.

Hasilnya, PDI Perjuangan menjadi partai yang paling banyak mendapatkan jangkauan sebesar 94,1 juta akun/viewers. Disusul Gerindra dengan 92,4 juta akun/viewers dan PKS dengan 80,45 juta akun/viewers.

“PDI Perjuangan berhasil menjadi perbincangan di warganet setelah juga menjadi juara elektabilitas di beberapa survei. Dua periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo memberikan dampak signifikan bagi PDIP untuk tetap di atas,” kata Direktur Eksekutif LKSP Astriana B Sinaga dalam keterangan tertulisnya kepada media, Jumat (6/3/2020).

Baca juga: Tetap Teratas di 2024, PDIP Jadi Magnet Berbagai Kekuatan Politik

Astriana menjelaskan, monitoring media daring dan media sosial dilakukan pada periode 23-29 Februari 2020 di platform media daring, Facebook, Twitter, Youtube, Instagram, Blog dan forum. Jangkauan isu sembilan partai politik pada periode tersebut mencapai 532.71 juta akun/viewers.

Astriana menambahkan, di PDIP isu yang tertangkap jadi perbincangan terbanyak adalah perintah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bagi kader Partainya agar membuka dapur umum saat terjadi musibah banjir di Jabodetabek.

Di luar tiga besar, berturut adalah Golkar (75,2 juta), Demokrat (73,2 juta), PKB (45,4 juta), PPP (37,7 juta), Nasdem (17,3 juta) dan PAN (16,6 juta).

Sementara dari Top Ten Influencer di tiga paltform yakni Twitter, Facebook, dan media daring didominasi oleh akun-akun dari media daring arus utama. Di Twitter dan Facebook justru akun-akun milik media mainstrem yang jadi influencer utama.

“Jadi, ekspose terhadap perbincangan sembilan parpol memang didominasi oleh pemberitaan atas aktivitas maupun statement dari para petinggi partai politik. Belum terlihat influencer personal yang menjadi endorser bagi sikap-sikap partai politik di periode ini,” terang Astriana. (goek)