oleh

Pancasila Tak Hanya di Awang-awang, Harus Membumi

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik pada pembukaan Rakernas III PDI-P di Jakarta, Kamis (6/9). Rakernas III yang diikuti 1330 peserta yang terdiri dari DPC, DPD, DPP, serta anggota fraksi PDI-P tersebut akan membahas program kerja politik jelang Pilpres 2014. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ed/pd/13JAKARTA — Ketua umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan, Pancasila harus membumi ke seluruh masyarakat. Sebab, meski Pancasila menjadi dasar negara, saat ini banyak masyarakat Indonesia yang tidak paham filosofi Pancasila sehingga kehilangan arah.

Menurut Megawati, banyak orang Indonesia yang mengatakan, apakah Pancasila hanya di awang-awang? “Saya katakan tidak. Bangsa Indonesia mulai kehilangan arah, karena Pancasila hanya didengar dan diucapkan saja,” kata Megawati, di acara Bung Karno dalam Seni dan Budaya di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (4/6/2016).

Bangsa Indonesia, jelas Megawati, seharusnya tidak kehilangan arah karena Bung Karno sudah menunjukkan arahnya, yakni dengan mengamalkan Pancasila. Dia menyebut Pancasila sebagai falsafah, sebagai bintang penerang yang memberikan penerangan.

Agar tidak kehilangan arah, tambah Presiden ke-5 RI tersebut, maka sebaiknya setiap orang mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan melakukan berbagai kegiatan secara gotong royong.

Oleh karena itu, PDI Perjuangan mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang secara resmi menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Sebab, PDIP sendiri telah lama memperjuangkan penetapan tersebut.

Dalam kongres partai, ungkapnya, diputuskan ideologi PDI Perjuangan yakni Pancasila. “Saya yang diberi tanggung jawab harus bisa membumikan Pancasila dalam arti sebenar-benarnya ke seluruh anggota, kader, simpatisan, masyarakat tentang apa arti Pancasila tersebut,” tuturnya.

Megawati berharap, Pancasila dapat terus digelorakan hingga seluruh masyarakat bisa memantapkan dan menjadikannya sebagai perekat bangsa Indonesia.

Pada bidang politik, urainya, gotong royong terwujud dalam kedaulatan. Dia menyebutkan., kedaulatan di bidang politisk akan memperkuat persatuan bangsa sehingga tidak terbawa arus globalisasi tanpa arah.

Berdaulat, lanjut Megawati, juga menunjukkan bahwa sebuah bangsa mampu berdiri dia atas kaki sendiri, seperti yang dikatakan oleh Karno dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) kala itu.

“Beliau katakan dalam KAA, bahwa bangsa terjajah harus bisa memerdekakan dirinya. Setelah itu, kita bisa berdiri dan memanfaatkan sumber daya, memilah mana yang sebenarnya kita miliki. Dan kalau belum bisa, minta bantuan dari bangsa asing. Itulah berdikari,” kata Megawati. (goek)