BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar pagelaran seni budaya dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-701 Kabupaten Blitar sekaligus menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Acara yang berlangsung meriah di Alun-Alun Kanigoro pada Selasa (5/5/2025) malam itu menghadirkan puncak pertunjukan wayang kulit semalam suntuk oleh dalang kondang Ki Anom Dwijo Kangko, yang membawakan lakon “Narayana Madeg Ratu”.
Sebelum pertunjukan wayang dimulai, masyarakat disuguhkan oleh pertunjukan Dramasoka dengan judul “Pendekar Caping Gunung”.
Keistimewaan drama ini adalah para pemainnya yang berasal dari jajaran pimpinan daerah, termasuk Bupati Blitar Rijanto, Wakil Bupati Beky Herdihansah, unsur Forkopimda, perangkat daerah, serta seniman lokal Cak Percil Cs.
Penampilan kolaboratif tersebut disambut antusias ribuan penonton yang memadati alun-alun.
Dalam keterangannya, Bupati Blitar Rijanto mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan acara tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan wujud pelestarian budaya yang menjadi identitas masyarakat Blitar.

“Kegiatan tersebut bukan sekadar tontonan, melainkan pengingat agar kita terus menjaga warisan budaya yang luhur,” ungkap Rijanto pada tim media ini, Rabu (6/8/2025).
Disebutkannya, selain hiburan, momentum ini juga dimanfaatkan untuk memberikan penghargaan kepada desa terbaik dalam Lomba Desa Kabupaten Blitar 2025.
Dia berharap penghargaan ini mampu mendorong kreativitas desa dalam meningkatkan pelayanan, pemberdayaan, dan inovasi untuk kesejahteraan masyarakat.
“Desa adalah ujung tombak pembangunan. Dengan inovasi dan semangat gotong royong, kita wujudkan Blitar yang lebih maju dan sejahtera,” tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar ini.
Pagelaran seni budaya ini tidak hanya menarik, tetapi juga sarat nilai edukasi, khususnya bagi generasi muda agar mengenal dan mencintai budaya daerah.
Mengusung tema “Blitar Digdaya Jaya Linuwih”, peringatan Hari Jadi tahun ini mengandung pesan moral bahwa kekuatan Blitar terletak pada persatuan, gotong royong, serta kecintaan terhadap budaya yang diwariskan leluhur.
“Tema ini menjadi pengingat bahwa kejayaan Blitar hanya bisa kita raih bersama melalui semangat persatuan dan kecintaan terhadap budaya,” tutup Rijanto. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











