Minggu
20 September 2026 | 2 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pagelaran Wayang Kulit dan Dramasoka Marakkan Hari Jadi ke-701 Kabupaten Blitar dan HUT ke-80 RI

pdip jatim 250805 dramasoka hut blitar 2

BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar pagelaran seni budaya dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-701 Kabupaten Blitar sekaligus menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Acara yang berlangsung meriah di Alun-Alun Kanigoro pada Selasa (5/5/2025) malam itu menghadirkan puncak pertunjukan wayang kulit semalam suntuk oleh dalang kondang Ki Anom Dwijo Kangko, yang membawakan lakon “Narayana Madeg Ratu”.

Sebelum pertunjukan wayang dimulai, masyarakat disuguhkan oleh pertunjukan Dramasoka dengan judul “Pendekar Caping Gunung”.

Keistimewaan drama ini adalah para pemainnya yang berasal dari jajaran pimpinan daerah, termasuk Bupati Blitar Rijanto, Wakil Bupati Beky Herdihansah, unsur Forkopimda, perangkat daerah, serta seniman lokal Cak Percil Cs.

Penampilan kolaboratif tersebut disambut antusias ribuan penonton yang memadati alun-alun.

Dalam keterangannya, Bupati Blitar Rijanto mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan acara tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan wujud pelestarian budaya yang menjadi identitas masyarakat Blitar.

“Kegiatan tersebut bukan sekadar tontonan, melainkan pengingat agar kita terus menjaga warisan budaya yang luhur,” ungkap Rijanto pada tim media ini, Rabu (6/8/2025).

Disebutkannya, selain hiburan, momentum ini juga dimanfaatkan untuk memberikan penghargaan kepada desa terbaik dalam Lomba Desa Kabupaten Blitar 2025.

Dia berharap penghargaan ini mampu mendorong kreativitas desa dalam meningkatkan pelayanan, pemberdayaan, dan inovasi untuk kesejahteraan masyarakat.

“Desa adalah ujung tombak pembangunan. Dengan inovasi dan semangat gotong royong, kita wujudkan Blitar yang lebih maju dan sejahtera,” tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar ini.

Pagelaran seni budaya ini tidak hanya menarik, tetapi juga sarat nilai edukasi, khususnya bagi generasi muda agar mengenal dan mencintai budaya daerah.

Mengusung tema “Blitar Digdaya Jaya Linuwih”, peringatan Hari Jadi tahun ini mengandung pesan moral bahwa kekuatan Blitar terletak pada persatuan, gotong royong, serta kecintaan terhadap budaya yang diwariskan leluhur.

“Tema ini menjadi pengingat bahwa kejayaan Blitar hanya bisa kita raih bersama melalui semangat persatuan dan kecintaan terhadap budaya,” tutup Rijanto. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Haru Penjaja Tape Anaknya Dikhitankan Kader Banteng dan Sejumlah Komunitas

MAGETAN — Biaya khitan bagi sebagian masyarakat kerap menjadi beban finansial yang tidak ringan, terutama bagi ...
KRONIK

Ketika Lari Menjadi Panggung: Soekarno Run BWX 2026 dan Cerita Kreativitas dari Banyuwangi

PAGI itu, garis start Soekarno Run BWX 2026 tidak hanya dipenuhi pelari. Ada Indonesia yang datang dengan beragam ...
KRONIK

Soekarno Run BWX 2026, Anak Usia 4 Tahun Ikut Lari di Kategori 1K

BANYUWANGI – Anak-anak usia dini ikut ambil bagian dalam Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi. Bahkan, peserta ...
HEADLINE

Eri Cahyadi: Soekarno Run Ajarkan Generasi Muda Berdiri di Atas Kaki Sendiri

BANYUWANGI – Semangat berdiri di atas kaki sendiri menjadi pesan utama dalam Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi, ...
SEMENTARA ITU...

Romy Soekarno Dorong Gen Z Kawal Pemilu 2029 di Tengah Tantangan Digital

BLITAR – Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno mendorong generasi Z (Gen Z) memahami pengawasan partisipatif sejak ...
KRONIK

Soekarno Run Banyuwangi Spektakuler, Said: Kalau Jateng Punya Borobudur, Jatim Punya Banyuwangi

BANYUWANGI – Ribuan warga Banyuwangi mengikuti Soekarno Run. Mereka tampak bersemangat mengikuti kegiatan yang ...