Senin
26 Oktober 2026 | 7 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ony Setiawan Dorong UMKM dan Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat Tuban

pdip jatim 261026 sosialisasi di tuban 1

TUBAN – Potensi sumber daya alam Kabupaten Tuban perlu digali melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Gagasan tersebut disampaikan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Ony Setiawan, melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di dua titik di Kabupaten Tuban.

Sosialisasi pertama berlangsung di Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, bersama masyarakat setempat. Kegiatan kedua digelar di Jalan Basuki Rachmad, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban, dengan melibatkan pelaku UMKM dan generasi Z.

Mewakili Ony Setiawan, tenaga ahli yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Tuban, Kusmen, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari perhatian terhadap besarnya potensi daerah yang dinilai perlu dioptimalkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Tuban memiliki sumber daya alam yang melimpah, mulai dari hasil pertanian hingga perikanan. Namun, menurut Kusmen, potensi tersebut perlu diikuti penguatan sektor usaha rakyat agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas.

“Dari kondisi inilah, Pak Ony Setiawan menyampaikan gagasan bahwa Tuban perlu digali potensinya melalui penguatan UMKM dan Koperasi agar meningkat dari sisi kesejahteraannya,” ungkap Kusmen, Senin (26/10/2026).

Menurut dia, pengembangan ekonomi daerah tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan sumber daya alam. Diperlukan keterhubungan antara produksi, pengolahan, pemasaran, dan kelembagaan ekonomi masyarakat agar nilai tambah dapat dinikmati oleh petani, pelaku UMKM, serta masyarakat setempat.

Dalam sosialisasi di Kecamatan Plumpang, narasumber yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Tuban Abu Cholifah menyoroti posisi pertanian sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah. Ia menyebut wilayah Plumpang memiliki lahan pertanian yang berperan penting dalam produksi pangan.

Menurut Abu, sektor pertanian perlu terhubung dengan UMKM sebagai pengolah hasil produksi dan koperasi sebagai wadah untuk memperkuat ekonomi petani.

“Kolaborasi antara pertanian, UMKM dan Koperasi dalam sistem penguatan ekonomi kerakyatan adalah harga mati. Pertanian di Plumpang ini tidak boleh jalan sendiri. Harus terkoneksi dengan UMKM sebagai pengolah dan Koperasi sebagai wadah,” tegas Abu.

Ia menjelaskan, koperasi petani dapat memperkuat posisi tawar produsen melalui penyediaan sarana produksi, akses permodalan, pendampingan, serta dukungan pemasaran hasil panen.

Koperasi juga dinilai dapat membantu petani menghadapi persoalan harga dan memperluas akses terhadap kebutuhan produksi.

“Koperasi petani adalah badan usaha yang dimiliki dan dioperasikan oleh para petani untuk memperkuat posisi tawar. Perannya jelas: penyediaan sarana produksi seperti bibit dan pupuk bersubsidi, perlindungan harga sebagai offtaker agar tidak dipermainkan tengkulak, akses permodalan simpan pinjam, serta penyuluhan dan pelatihan teknologi pertanian. Jika ini berjalan, kesejahteraan petani pasti meningkat,” jelasnya.

Gagasan tersebut menempatkan koperasi bukan sekadar wadah usaha bersama, melainkan instrumen untuk memperkuat posisi petani dalam memperoleh kebutuhan produksi, mengakses pembiayaan, dan memasarkan hasil panen.

Di sisi lain, keterlibatan UMKM dalam pengolahan hasil pertanian maupun perikanan berpotensi memperluas kegiatan usaha di tingkat lokal.

Dengan demikian, aktivitas ekonomi tidak berhenti pada penjualan bahan mentah, tetapi dapat berkembang melalui produk olahan yang memiliki nilai tambah.

Penguatan ekonomi rakyat juga menjadi pokok pembahasan dalam sosialisasi di wilayah Tuban Kota yang melibatkan pelaku UMKM dan generasi Z.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Tuban Yemi Tristantono mengajak anak muda untuk tidak ragu memasuki dunia usaha. Menurut dia, generasi muda memiliki peluang berkontribusi melalui pemanfaatan teknologi digital, terutama dalam pemasaran dan pengembangan merek produk.

“UMKM merupakan pondasi ekonomi kerakyatan yang paling nyata. Strateginya harus digencarkan terus lewat sosialisasi seperti yang dilakukan Pak Ony Setiawan ini. Terutama untuk Gen Z, jangan malu jadi pengusaha,” ujar Yemi.

Ia menilai kemampuan generasi muda dalam memanfaatkan media sosial, pemasaran digital, dan lokapasar dapat dipadukan dengan pengalaman pelaku usaha yang telah lebih dahulu mengembangkan produk.

“Gen Z ini adalah generasi kreatif dan melek digital. Kolaborasi pengusaha senior yang punya produk dengan Gen Z yang jago branding, TikTok, dan marketplace adalah kombinasi sempurna. Penguatan ekonomi di Tuban harus berbasis UMKM dan Koperasi yang dikelola secara modern oleh Gen Z. Itu pondasi kita untuk keluar dari kemiskinan,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, dan menyesuaikan strategi pemasaran dengan perubahan perilaku konsumen.

Bagi generasi muda, keterlibatan dalam UMKM juga dapat menjadi jalan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus membangun usaha sendiri.

Besarnya peluang pengembangan UMKM di Tuban juga tercermin dalam data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Berdasarkan data Diskopumdag Kabupaten Tuban, jumlah pelaku UMKM tercatat sebanyak 70.772 unit usaha.

Sementara itu, melalui program Pendataan Lengkap KUMKM (PL-KUMKM) tahun 2026, sekitar 13.491 UMKM telah didata dari target wilayah yang ditetapkan.

Data tersebut menggambarkan luasnya basis usaha rakyat yang dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi daerah. Namun, pengembangan UMKM membutuhkan dukungan berkelanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas produksi dan kualitas produk hingga akses pembiayaan serta pemasaran.

Melalui sosialisasi di Plumpang dan Tuban Kota, gagasan Ony Setiawan menekankan pentingnya menghubungkan potensi alam dengan kemampuan masyarakat mengolahnya menjadi kegiatan ekonomi produktif.

Sinergi pertanian, koperasi, UMKM, dan generasi muda diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan pengelolaan yang baik, potensi daerah dapat membuka peluang usaha, memperluas pasar produk lokal, dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Tuban. (dian/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Cegah Kendaraan Masuk Jurang, Diana Sasa Dorong Jalur Darurat Sarangan–Tawangmangu

Diana Sasa mendorong pembangunan jalur penyelamat darurat di Sarangan–Tawangmangu untuk mencegah kecelakaan fatal, ...
LEGISLATIF

Ony Setiawan Dorong UMKM dan Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat Tuban

TUBAN – Potensi sumber daya alam Kabupaten Tuban perlu digali melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah ...
KABAR CABANG

Armuji Ajak Anak Muda Surabaya Berani Kritik Pemerintah Tanpa Takut Intimidasi

SURABAYA – Anak muda Surabaya diminta tidak takut menyampaikan kritik terhadap kebijakan politik maupun ...
KRONIK

Erma Hadiri Syukuran Petik Padi, Serahkan Bantuan Kultivator pada Poktan Remaja Desa Bungur

TULUNGAGUNG – Anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, menghadiri syukuran petik padi di Desa ...
KRONIK

Ansari PDIP: Pencegahan Kekerasan pada Anak Dimulai dari Keluarga

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, mengaku prihatin terhadap maraknya kasus kekerasan ...
SEMENTARA ITU...

Diana Sasa Pimpin KBI Magetan, Perluas Minat Anak Muda terhadap Kickboxing

MAGETAN – Diana AV Sasa ingin semakin banyak anak muda Magetan mengenal dan tertarik mencoba kickboxing. Baginya, ...