Senin
19 Oktober 2026 | 10 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nugroho Ajak Ibu-ibu Ikut Deteksi Dini Paham Transnasional

pdip-jatim-220730-wasbang-talung-blandong-1

“Hati-hati dengan medsos, karena isinya 70 persen hoaks. Sering saat mendapat kiriman berita atau informasi lainnya, kita langsung nge-share meski belum tahu kebenarannya”

MOJOKERTO – Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur SW Nugroho mengatakan, ada cara gampang mendeteksi orang-orang sebagai kelompok yang berusaha menggerogoti ideologi negara Pancasila.

Deteksi dini terhadap penyebar paham dan gerakan radikalisme-intoleransi yang menginfiltrasi di setiap sektor kehidupan masyarakat itu, sebut Nugroho bisa dilakukan oleh semua elemen masyarakat, termasuk para ibu-ibu rumah tangga.

Menurutnya, orang-orang yang berusaha merongrong Pancasila, biasanya suka menyalahkan pemerintah atau kelompok lain yang bukan kelompoknya, juga mereka yang suka membid’ahkan, dan mengafirkan orang lain.

“Kalau ada yang seperti itu di lingkungan sekitar rumah ibu-ibu, bisa disampaikan ke Pak Kades, atau Babinsa setempat,” kata Nugroho.

Imbauan itu dia sampaikan di depan kalangan perempuan dalam acara Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Balai Desa Talun Blandong, Kecamatan Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (30/7/2022).

Sosialisasi wawasan kebangsaan bertema “Semangat Gotong Royong dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” itu diikuti kalangan perempuan dari berbagai desa se-Kecamatan Dawar Blandong.

Dia mengatakan, deteksi dini itu penting dilakukan, karena saat ini marak paham transnasional yang berusaha mengerogoti ideologi Pancasila dan mengubah pemahaman tentang berbangsa dan bernegara.

“Dan sesungguhnya yang paling berbahaya saat ini adalah adanya paham transnasional, yakni paham yang diimpor dari luar, namanya khilafah,” beber Nugroho.

Anggota DPRD Jatim dari dapil Mojokerto-Jombang ini juga menyampaikan, pengaruh ideologi luar itu merasuki pikiran masyarakat dengan berbagai cara.

Yang paling marak, sebutnya, lewat media sosial melalui smatphone, yang hampir semua orang punya.

“Hati-hati dengan medsos, karena isinya 70 persen hoaks. Sering saat mendapat kiriman berita atau informasi lainnya, kita langsung nge-share meski belum tahu kebenarannya,” tuturnya.

“Paham transnasional ini juga mempengaruhi masyarakat Indonesia lewat medsos,” sambung legislator yang juga Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut.

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang digelar SW Nugroho kali ini juga dihadiri Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Mojokerto Nurida Lukitasari.

Hadir juga Kepala Desa Talun Blandong, Anton Suprapto serta pemateri sosialisasi wawasan kebangsaan, Herly Sulistyo. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...
HEADLINE

Gunung Arjuno Terbakar; PDI Perjuangan Kerahkan Ratusan Relawan, Bantu Air Bersih untuk Warga Terdampak

KABUPATEN PASURUAN – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur melalui gerakan PDI Perjuangan Peduli menyiapkan sekitar 20 ...