Jumat
04 September 2026 | 4 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nugroho Ajak Ibu-ibu Ikut Deteksi Dini Paham Transnasional

pdip-jatim-220730-wasbang-talung-blandong-1

“Hati-hati dengan medsos, karena isinya 70 persen hoaks. Sering saat mendapat kiriman berita atau informasi lainnya, kita langsung nge-share meski belum tahu kebenarannya”

MOJOKERTO – Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur SW Nugroho mengatakan, ada cara gampang mendeteksi orang-orang sebagai kelompok yang berusaha menggerogoti ideologi negara Pancasila.

Deteksi dini terhadap penyebar paham dan gerakan radikalisme-intoleransi yang menginfiltrasi di setiap sektor kehidupan masyarakat itu, sebut Nugroho bisa dilakukan oleh semua elemen masyarakat, termasuk para ibu-ibu rumah tangga.

Menurutnya, orang-orang yang berusaha merongrong Pancasila, biasanya suka menyalahkan pemerintah atau kelompok lain yang bukan kelompoknya, juga mereka yang suka membid’ahkan, dan mengafirkan orang lain.

“Kalau ada yang seperti itu di lingkungan sekitar rumah ibu-ibu, bisa disampaikan ke Pak Kades, atau Babinsa setempat,” kata Nugroho.

Imbauan itu dia sampaikan di depan kalangan perempuan dalam acara Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Balai Desa Talun Blandong, Kecamatan Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (30/7/2022).

Sosialisasi wawasan kebangsaan bertema “Semangat Gotong Royong dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” itu diikuti kalangan perempuan dari berbagai desa se-Kecamatan Dawar Blandong.

Dia mengatakan, deteksi dini itu penting dilakukan, karena saat ini marak paham transnasional yang berusaha mengerogoti ideologi Pancasila dan mengubah pemahaman tentang berbangsa dan bernegara.

“Dan sesungguhnya yang paling berbahaya saat ini adalah adanya paham transnasional, yakni paham yang diimpor dari luar, namanya khilafah,” beber Nugroho.

Anggota DPRD Jatim dari dapil Mojokerto-Jombang ini juga menyampaikan, pengaruh ideologi luar itu merasuki pikiran masyarakat dengan berbagai cara.

Yang paling marak, sebutnya, lewat media sosial melalui smatphone, yang hampir semua orang punya.

“Hati-hati dengan medsos, karena isinya 70 persen hoaks. Sering saat mendapat kiriman berita atau informasi lainnya, kita langsung nge-share meski belum tahu kebenarannya,” tuturnya.

“Paham transnasional ini juga mempengaruhi masyarakat Indonesia lewat medsos,” sambung legislator yang juga Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut.

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang digelar SW Nugroho kali ini juga dihadiri Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Mojokerto Nurida Lukitasari.

Hadir juga Kepala Desa Talun Blandong, Anton Suprapto serta pemateri sosialisasi wawasan kebangsaan, Herly Sulistyo. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Lukman: Jabatan Kepala Sekolah Itu Amanah Besar, Muaranya Harus untuk Kepentingan Anak

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen pendidikan agar setiap ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Boyong Peternak ke DPR RI dan Kementan Terkait Anjloknya Harga Telur

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan memboyong perwakilan peternak dan koperasi peternak daerah bertolak ke ...
KRONIK

Bupati Jember Tawarkan Tenaga Ahli, Widarto: Persoalan DPRD Bukan Kemampuan Anggota

JEMBER – Wacana Bupati Jember, Muhammad Fawait, memberikan tenaga ahli kepada setiap anggota DPRD justru ...
LEGISLATIF

Desil Tak Akurat, Zulham Soroti Warga Miskin hingga Disabilitas di Malang Kehilangan Bansos

MALANG – Ketidakakuratan klasifikasi tingkat kesejahteraan atau desil membuat sejumlah warga miskin dan kelompok ...
LEGISLATIF

Soroti Data Subsidi Tak Tepat Sasaran, Said Abdullah Minta Pemerintah Pastikan Hak Rakyat Terpenuhi

JAKARTA – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menyoroti masih besarnya persoalan inclusion error ...
HEADLINE

Fraksi PDIP Jatim Dorong Sistem Rating SPPG, Pengawasan MBG Berbasis Risiko

SURABAYA – Untuk memperkuat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur ...