Selasa
09 Juni 2026 | 11 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

NU dan Muhammadiyah Dukung Hukuman Mati Bagi Pengedar Narkoba

pdip jatim - presiden jokowi di kantor muhammadiyah

pdip jatim - presiden jokowi di kantor muhammadiyahJAKARTA – Pimpinan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah mendukung langkah pemerintah menghukum mati pengedar narkoba. Dukungan itu diungkapkan pimpinan pusat dua ormas keagamaan tersebut kepada Presiden Joko Widodo, kemarin.

PBNU sendiri menyetujui pelaksanaan eksekusi hukuman mati bagi pengedar narkoba.

“NU mendukung hukuman mati kepada pengedar narkoba, bukan pengguna,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj, usai menerima kedatangan Jokowi di kantor PBNU.

Menurut Said Aqil, hukuman mati itu sesuai Al Quran. Yakni yang menyatakan, di mana orang yang berbuat merusak di muka bumi, itu harus dibunuh, disalib dan sebagainya.

Sementara, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Malik Fadjar menyatakan, Muhammadiyah mendukung penuh kebijakan Jokowi yang menolak grasi hukuman mati terpidana narkoba. Sebab, sebut Malik Fadjar, narkoba sangat berdampak negatif terutama bagi generasi bangsa yang akan datang.

“Muhammadiyah mendukung sepenuhnya hukuman mati terhadap kejahatan narkoba,” kata Malik.

Saat di kantor PBNU di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Jokowi didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Wijayanto. Rombongan Jokowi langsung disambut Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj beserta seluruh jajaran pengurus, termasuk Marwan Jafar yang saat ini menjabat Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Menurut Jokowi, silaturahim dengan jajaran PBNU untuk minta masukan mengenai sejumlah masalah. Selain soal hukuman mati untuk pengedar narkoba, juga masalah terorisme.

“Kami menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan hukuman mati terutama untuk pengedar narkoba. Di situ kami mohon pandangan NU,” jelas Jokowi kepada wartawan.

Jokowi juga minta pendapat soal hukuman mati bagi terpidana terorisme dan radikalisme. “Ketegasan ke depan harus ditingkatkan supaya kita punya kewibawaan,” ujarnya.

Usai kunjungi kantor PBNU, Jokowi melanjutkan silaturahmi ke kantor PP Muhammadiyah, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Di sana, Jokowi disambut Malik Fadjar, Bambang Sudibyo, dan sejumlah pengurus lainnya. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Beramai-ramai Sidak Tambang Sayutan, Pemprov Jatim Janji Penghentian Sementara

MAGETAN – Komisi D DPRD Kabupaten Magetan bersama tim gabungan Pemerintah Kabupaten Magetan dan Dinas Energi dan ...
LEGISLATIF

SPMB, DPRD Ngawi Pantau Ketat dan Buka Layanan Pengaduan

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi memberi perhatian serius terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru ...
KRONIK

Bupati Lukman Evaluasi Menyeluruh Kondisi Pasar Tradisional, Hadirkan Pelayanan Baik untuk Masyarakat

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus berupaya meningkatkan kualitas pasar tradisional sebagai ...
KABAR CABANG

Liga Kampung Bung Karno Jadi Cikal Bakal Pencarian Bibit Unggul Sepak Bola Bondowoso

Liga Kampung Bung Karno resmi bergulir di Bondowoso sebagai ajang pembinaan dan pencarian bibit unggul sepak bola ...
KABAR CABANG

Selendang Semanggi Resmi Hadir di Tunjungan, Ikon Kuliner Surabaya Kian Mendunia

Kuliner khas Surabaya, semanggi, kini memiliki pusat kuliner permanen di Jalan Tunjungan. Kehadiran Selendang ...
KABAR CABANG

Bulan Bung Karno, Kader PDIP Kota Madiun Nyekar Makam Pahlawan 

MADIUN – Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Madiun menggelar ziarah dan tabur bunga ...