TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Novita Hardini menegaskan, penanganan krisis air bersih membutuhkan kehadiran negara sekaligus kekuatan masyarakat di tingkat akar rumput. Menurutnya, persoalan akses air bersih tidak boleh dibiarkan menjadi beban warga yang terdampak kekeringan.
Novita mengapresiasi gerak cepat Relawan Kawulo Alit PDI Perjuangan yang memetakan kebutuhan masyarakat sehingga bantuan dapat diarahkan ke wilayah yang paling membutuhkan.
Hal itu disampaikan Novita saat bersama Relawan Kawulo Alit PDI Perjuangan menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Ngulan Etan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jumat pekan lalu.
Bantuan berupa distribusi air bersih menggunakan armada tangki tersebut menyasar sejumlah titik permukiman yang terdampak kekeringan. Puluhan warga tampak membawa jeriken dan berbagai tempat penampungan untuk mendapatkan pasokan air bagi kebutuhan sehari-hari.
Bagi warga yang tengah menghadapi keterbatasan sumber air, bantuan tersebut menjadi respons langsung untuk memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau.

Novita mengatakan, air bersih merupakan kebutuhan primer yang tidak boleh berubah menjadi kemewahan bagi masyarakat. Terlebih ketika kondisi kekeringan membuat akses warga terhadap sumber air semakin terbatas.
“Air bersih adalah kebutuhan primer. Ketika warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, kita tidak boleh tinggal diam. Gotong royong dan respons cepat harus dilakukan,” ujar Novita, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, persoalan kekeringan tidak bisa hanya dilihat sebagai persoalan teknis distribusi air. Penanganannya membutuhkan sinergi antara pemerintah dan kekuatan masyarakat yang berada langsung di lapangan.
Karena itu, Novita mengapresiasi Relawan Kawulo Alit PDI Perjuangan yang aktif memetakan wilayah terdampak. Pemetaan tersebut dinilai penting agar bantuan tidak sekadar hadir, tetapi benar-benar diarahkan kepada warga yang membutuhkan.
Relawan Novita Hardini Peduli juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika terjadi situasi darurat seperti kekeringan.

Kolaborasi antara wakil rakyat dan relawan di lapangan dinilai penting agar respons kemanusiaan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Menurut mereka, kepedulian terhadap warga tidak cukup hanya disampaikan melalui perhatian atau imbauan. Kondisi darurat membutuhkan tindakan nyata agar kebutuhan dasar masyarakat segera terpenuhi.
Pemerintah Desa Ngulan Etan bersama warga menyampaikan apresiasi atas bantuan air bersih tersebut. Pasokan air dinilai membantu meringankan beban masyarakat yang harus memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah terbatasnya sumber air selama musim kemarau.
Novita memastikan penyaluran bantuan tidak berhenti di Desa Ngulan Etan. Sejumlah wilayah lain yang telah teridentifikasi mengalami krisis air bersih juga akan menjadi perhatian untuk penyaluran berikutnya.
“Kita ingin memastikan tidak ada warga yang merasa menghadapi kekeringan sendirian. Ketika rakyat membutuhkan, gotong royong harus hadir dan negara harus ikut memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” pungkasnya. (azz/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












