Rabu
12 Agustus 2026 | 12 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Novita Hardini Apresiasi Gercep Pemdes Gemaharjo Kampanyekan Pencegahan Perkawinan Anak

pdip-jatim--220904-novita-nggalek-1

TRENGGALEK – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini mengapresiasi gerak cepat (gercep) Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo, dalam mengampanyekan pencegahan perkawinan anak. Gerakan tersebut dirancang untuk mewujudkan Desa 0 (Nol) Perkawinan anak.

Desa Gemahrejo mengemas kampanye cegah perkawinan anak dengan kegiatan yang menarik berupa pameran atau expo bertajuk ‘Gebyar Gempita’, yang bisa membangkitkan perekonomian masyarakat.

Novita menegaskan, mencegah perkawinan anak merupakan sesuatu yang sangat penting. Sebab perkawinan anak cenderung menciptakan rantai kemiskinan baru bagi keluarga tersebut.

Menurut istri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin tersebut, secara finansial, keluarga muda cenderung belum siap. Sehingga akan membebani orang tuanya.

Selain itu, rahim anak belum siap. Termasuk pemahaman mengasuh anak yang kurang bisa menjadikan anak stunting.

Kondisi dan risiko ini yang ingin dicegah Novita, sehingga mendukung dan mengapresiasi upaya yang dilakukan Desa Gemaharjo.

“Saya sangat mengapresiasi gerak cepatnya Desa Gemaharjo dalam mempraktikkan arahan dari bapak bupati untuk membuat Kabupaten Trenggalek ini Desa 0 perkawinan anak,” ujarnya, Sabtu (3/9/2022).

Novita juga melihat upaya sosialisai melalui kegiatan pameran den expo bisa mengangkat kembali perekonomian warga sekitar.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemulihan ekonomi pascapandemi yang menjadi fokus pembangunan di Trenggalek.

“Ini adalah desa pertama yang langsung mempraktikkan gerakan-gerakan atau langkah-langkah strategis dalam mencapai target yang ditetapkan Bapak Bupati Trenggalek,” sambungnya.

Pemkab Trenggalek memiliki target perekonomian meningkat, kesehatan membaik dan sektor pendidikan mengalami kemajuan. Hal tersebut sangat sulit terwujud jika angka pernikahan anak masih tinggi.

“Di sektor pendidikan, kami tidak akan mencapai indikator yang baik apabila banyaknya anak-anak muda yang putus sekolah karena menikah,” tuturnya.

Kemudian dari data perceraian juga meningkat karena banyaknya masyarakat yang menikah di bawah usia dengan tingkat kematangan emosional masih belum baik. Menikah di usia yang siap menjadi pilihan yang harus dan wajib bagi seluruh masyarakat Trenggalek.

“Siap di sini tidak sekadar masalah usia, tapi juga secara mental, finansial, pengetahuan bagaimana membina rumah tangga. Tidak hanya cinta tapi juga mampu membuat masyarakat Kabupaten Trenggalek bisa meningkatkan kualitas hidupnya masing-masing,” pungkasnya. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Bullying Tak Boleh Dibiarkan, Masa Depan Kediri di Tangan Anak Muda

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan bullying dan pergaulan bebas harus dicegah di kalangan pelajar. ...
KRONIK

Drama Tujuh Gol, Banteng Kalbar Taklukkan Maluku 4-3 di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Tim Banteng Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengamankan tiga poin perdana setelah memenangi laga ...
SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...