Sabtu
26 September 2026 | 6 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Novita Hardini Apresiasi Gercep Pemdes Gemaharjo Kampanyekan Pencegahan Perkawinan Anak

pdip-jatim--220904-novita-nggalek-1

TRENGGALEK – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini mengapresiasi gerak cepat (gercep) Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo, dalam mengampanyekan pencegahan perkawinan anak. Gerakan tersebut dirancang untuk mewujudkan Desa 0 (Nol) Perkawinan anak.

Desa Gemahrejo mengemas kampanye cegah perkawinan anak dengan kegiatan yang menarik berupa pameran atau expo bertajuk ‘Gebyar Gempita’, yang bisa membangkitkan perekonomian masyarakat.

Novita menegaskan, mencegah perkawinan anak merupakan sesuatu yang sangat penting. Sebab perkawinan anak cenderung menciptakan rantai kemiskinan baru bagi keluarga tersebut.

Menurut istri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin tersebut, secara finansial, keluarga muda cenderung belum siap. Sehingga akan membebani orang tuanya.

Selain itu, rahim anak belum siap. Termasuk pemahaman mengasuh anak yang kurang bisa menjadikan anak stunting.

Kondisi dan risiko ini yang ingin dicegah Novita, sehingga mendukung dan mengapresiasi upaya yang dilakukan Desa Gemaharjo.

“Saya sangat mengapresiasi gerak cepatnya Desa Gemaharjo dalam mempraktikkan arahan dari bapak bupati untuk membuat Kabupaten Trenggalek ini Desa 0 perkawinan anak,” ujarnya, Sabtu (3/9/2022).

Novita juga melihat upaya sosialisai melalui kegiatan pameran den expo bisa mengangkat kembali perekonomian warga sekitar.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemulihan ekonomi pascapandemi yang menjadi fokus pembangunan di Trenggalek.

“Ini adalah desa pertama yang langsung mempraktikkan gerakan-gerakan atau langkah-langkah strategis dalam mencapai target yang ditetapkan Bapak Bupati Trenggalek,” sambungnya.

Pemkab Trenggalek memiliki target perekonomian meningkat, kesehatan membaik dan sektor pendidikan mengalami kemajuan. Hal tersebut sangat sulit terwujud jika angka pernikahan anak masih tinggi.

“Di sektor pendidikan, kami tidak akan mencapai indikator yang baik apabila banyaknya anak-anak muda yang putus sekolah karena menikah,” tuturnya.

Kemudian dari data perceraian juga meningkat karena banyaknya masyarakat yang menikah di bawah usia dengan tingkat kematangan emosional masih belum baik. Menikah di usia yang siap menjadi pilihan yang harus dan wajib bagi seluruh masyarakat Trenggalek.

“Siap di sini tidak sekadar masalah usia, tapi juga secara mental, finansial, pengetahuan bagaimana membina rumah tangga. Tidak hanya cinta tapi juga mampu membuat masyarakat Kabupaten Trenggalek bisa meningkatkan kualitas hidupnya masing-masing,” pungkasnya. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kenangan Didik Nurhadi Bersama Guruh Soekarnoputra: Pesan PIP hingga Tolak Politik Uang

Didik Nurhadi mengenang kedekatannya dengan Guruh Soekarnoputra sejak 2014 sebagai Ketua BAGUS. Ia mengingat pesan ...
KRONIK

Geger Benda Purbakala Hilang, DPRD Sebut Jember Darurat Cagar Budaya

JEMBER – Dua batu yoni hilang dari Situs Pocangan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Jember. Ketua Komisi B DPRD ...
LEGISLATIF

Komisi III DPRD Ngawi Pantau Pembangunan Pasar Beran

NGAWI – Pembangunan Pasar Beran di Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mendapat perhatian dari Komisi III ...
SEMENTARA ITU...

Pemkot Surabaya Libatkan Gen Z dalam Refleksi Perobekan Bendera 2026

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melibatkan Generasi Z (Gen Z), mulai pelajar SMP hingga SMA, dalam ...
KRONIK

Fraksi PDIP DPRD Jatim Berduka, Renny: Kibarkan Bendera Partai Setengah Tiang untuk Guruh Soekarnoputra

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra. ...
KABAR CABANG

Guruh Soekarnoputra Wafat, DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Sampaikan Duka Cita 

MADIUN – Kabar duka menyelimuti keluarga besar PDI Perjuangan. Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra atau yang ...