oleh

“Never Say Goodbye Bu Risma”

pdip jatim - risma whisnu - wargaSURABAYA – Wali Kota Tri Rismaharini dan Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana resmi melepaskan jabatannya, Senin (28/9/2015). Serah terima jabatan kepada pejabat sementara wali kota, Nurwiyatno, digelar di gedung negara Grahadi.

Acara pelepasan Risma dan Whisnu diwarnai peristiwa mengharukan. Saat keluar gedung Grahadi usai acara, Risma dan Whisnu disambut massa didominasi kaum ibu-ibu. Mereka mengelu-elukan keduanya, dan bernyanyi dan menyampaikan ungkapan kecintaannya kepada Risma.

“Terima kasih pada Bu Risma. Terima kasih, semoga berjumpa lagi,” teriak mereka, saat menyanyikan sebuah lagu.

Para perempuan itu juga membawa berbagai poster berisi ucapan terima kasih atas kepemimpinan Risma-Whisnu selama 5 tahun menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya. Di antaranya bertuliskan, ‘Never Say Goodbye Bu Risma’, ‘I Love You Bu Risma’, ‘Terima Kasih Bu Risma dan Pak Whisnu, Surabaya Kini Hebat’.

Risma-Whisnu yang kembali dicalonkan oleh PDI Perjuangan di Pilkada Surabaya sempat memberikan wejangan kepada mereka. “Saya titip Surabaya dijaga ya. Surabaya bisa diakui dunia ini juga berkat bapak ibu semua,” kata Risma.

Khusus kepada PKL, dia juga menyampaikan permintaan maafnya atas kebijakan yang telah diambil untuk penataan kota agar tertib dan bersih. “Surabaya bisa kayak sekarang karena juga sampeyan nurut dan ikut jaga. Matur nuwun sanget (terima kasih banyak), ” ucap Risma.

Diiringi pendukungnya, Risma dan Whisnu berjalan kaki menuju Balai Pemuda yang berjarak sekitar 200 meter dari Grahadi. Setelah bukan wali kota, Risma menolak menggunakan fasilitas negara termasuk ajudan yang biasa mengawalnya.

Pagi sebelum acara serah terima jabatan di Grahadi, Risma dan Whisnu berpamitan dengan jajaran pejabat dan pegawai di lingkungan Pemkot Surabaya. Acara pamitan sekaligus permintaan maaf itu dilakukan saat apel pagi di halaman kantor balai kota, di Taman Surya.

“Saya berdua, secara pribadi serta keluarga dan Pak Wawali menyampaikan terima kasih atas support semuanya, sehingga sekarang Surabaya menjadi salah satu kota yang bisa dipandang dunia,” ujarnya. (goek/*)

foto: detik