Minggu
18 Oktober 2026 | 1 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Natasha Devianti Dorong Pemkab Bojonegoro Prioritaskan Penanganan Stunting

IMG-20211027-WA0025_copy_900x507

BOJONEGORO – Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Natasha Devianti mendorong pemerintah setempat untuk serius dalam menangani kasus stunting.

Pasalnya, kasus balita lambat tumbuh atau kerdil tersebut, masih menjadi persoalan serius yang belum tuntas. 

“Bojonegoro masih punya pekerjaan rumah dalam menuntaskan persoalan stunting,” ucap Natasha Devianti dalam acara Diskusi Terfokus Posyandu Remaja di Balai Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro, Rabu (27/10/2021).

Menurutnya, Komisi C  menaruh perhatian serius terhadap masalah kesehatan, khususnya stunting. Masalah stunting, kata dia, harus menjadi program prioritas di Kabupaten Bojonegoro.

Sebab, kata Natasha, “Masa depan Bojonegoro ditentukan oleh generasi anak-anak kita”.

Wakil rakyat dari PDI Perjuangan ini menyatakan, persoalan-persoalan perempuan, remaja, dan kesehatan menjadi fokus perhatiannya.

Perempuan yang juga offroader ini menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal program pemerintah dalam menuntaskan persoalan-persoalan masyarakat di Kabupaten Bojonegoro.

“Saya akan terus bersama masyarakat, mendorong pemerintah untuk serius dalam menyelesaikan masalah-masalah kesehatan dan perempuan di Kabupaten Bojonegoro,” tegas Sasha, sapaan akrab Natasha Devianti.

Sasha mengapresiasi diskusi maupun Program Penanggulangan Stunting melalui Posyandu Remaja yang diselenggarakan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan PC Fatayat NU Bojonegoro tersebut. Bagi dia, dukungan yang diberikan unsur masyarakat sangat penting dalam mewujudkan tujuan bersama.

“Kami mendukung penuh upaya-upaya yang dilakukan EMCL dan Fatayat. Saya rasa, Pemerintah sangat terbantu,” ucapnya.

Untuk diketahui, EMCL bersama Fatayat sudah melaksanakan Program Pencegahan Stunting sejak tahun 2020. Beberapa kali Fatayat melakukan audiensi dan diskusi dengan Komisi C DPRD Bojonegoro untuk menghasilkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Tahun ini EMCL kembali menggandeng PC Fatayat NU Bojonegoro untuk melaksanakan program pencegahan stunting melalui pemberdayaan Posyandu Remaja. Program dilaksanakan di Desa Kauman Kecamatan Kota Bojonegoro dan Desa Panjunan Kecamatan Kalitidu.

Sebelumnya, Fatayat melakukan penelitian yang menghasilkan formula panduan (modul) penanganan stunting di Kabupaten Bojonegoro. Fatayat juga mendorong Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk membuat regulasi khusus untuk prosedur penanganan stunting sejak dari level Posyandu.

“Kita akan kawal itu hingga tuntas,” pungkas Sasha. (jen/hs).

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Wadahi Bakat Atlet Lokal, Turnamen Catur Piala DRJ Ngawi Disambut Antusias Ratusan Peserta

NGAWI – Permainan papan catur rupanya memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Kabupaten Ngawi. Hal ini ...
KRONIK

Risma Desak Pemulihan Air Sumur di Malang, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

MALANG – Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini menekankan pentingnya pemulihan ...
KRONIK

Sri Untari: Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih Bisa Timbulkan Kegaduhan

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengingatkan Kementerian Koperasi agar mengkaji ...
KRONIK

PDI Perjuangan Gelar Pekan Sampah Nasional, Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Berguna

MALANG – PDI Perjuangan mengajak masyarakat dan komunitas di berbagai daerah menjadikan pengelolaan sampah sebagai ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Rawat Mangrove, Pelestarian Lingkungan Harus Berkelanjutan

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda terlibat langsung dalam ...
KRONIK

Hadiri Lomba Mewarnai Tugu Keris, Bupati Fauzi Puji Kreativitas Ratusan Anak

SUMENEP – Komunitas Lakona Lakone sukses menggelar lomba mewarnai tugu keris tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan ...