Rabu
03 Juni 2026 | 1 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Natasha Devianti Dorong Pemkab Bojonegoro Prioritaskan Penanganan Stunting

IMG-20211027-WA0025_copy_900x507

BOJONEGORO – Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Natasha Devianti mendorong pemerintah setempat untuk serius dalam menangani kasus stunting.

Pasalnya, kasus balita lambat tumbuh atau kerdil tersebut, masih menjadi persoalan serius yang belum tuntas. 

“Bojonegoro masih punya pekerjaan rumah dalam menuntaskan persoalan stunting,” ucap Natasha Devianti dalam acara Diskusi Terfokus Posyandu Remaja di Balai Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro, Rabu (27/10/2021).

Menurutnya, Komisi C  menaruh perhatian serius terhadap masalah kesehatan, khususnya stunting. Masalah stunting, kata dia, harus menjadi program prioritas di Kabupaten Bojonegoro.

Sebab, kata Natasha, “Masa depan Bojonegoro ditentukan oleh generasi anak-anak kita”.

Wakil rakyat dari PDI Perjuangan ini menyatakan, persoalan-persoalan perempuan, remaja, dan kesehatan menjadi fokus perhatiannya.

Perempuan yang juga offroader ini menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal program pemerintah dalam menuntaskan persoalan-persoalan masyarakat di Kabupaten Bojonegoro.

“Saya akan terus bersama masyarakat, mendorong pemerintah untuk serius dalam menyelesaikan masalah-masalah kesehatan dan perempuan di Kabupaten Bojonegoro,” tegas Sasha, sapaan akrab Natasha Devianti.

Sasha mengapresiasi diskusi maupun Program Penanggulangan Stunting melalui Posyandu Remaja yang diselenggarakan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan PC Fatayat NU Bojonegoro tersebut. Bagi dia, dukungan yang diberikan unsur masyarakat sangat penting dalam mewujudkan tujuan bersama.

“Kami mendukung penuh upaya-upaya yang dilakukan EMCL dan Fatayat. Saya rasa, Pemerintah sangat terbantu,” ucapnya.

Untuk diketahui, EMCL bersama Fatayat sudah melaksanakan Program Pencegahan Stunting sejak tahun 2020. Beberapa kali Fatayat melakukan audiensi dan diskusi dengan Komisi C DPRD Bojonegoro untuk menghasilkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Tahun ini EMCL kembali menggandeng PC Fatayat NU Bojonegoro untuk melaksanakan program pencegahan stunting melalui pemberdayaan Posyandu Remaja. Program dilaksanakan di Desa Kauman Kecamatan Kota Bojonegoro dan Desa Panjunan Kecamatan Kalitidu.

Sebelumnya, Fatayat melakukan penelitian yang menghasilkan formula panduan (modul) penanganan stunting di Kabupaten Bojonegoro. Fatayat juga mendorong Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk membuat regulasi khusus untuk prosedur penanganan stunting sejak dari level Posyandu.

“Kita akan kawal itu hingga tuntas,” pungkas Sasha. (jen/hs).

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Antipasi Krisis Pangan, PDI Perjuangan Jatim Instruksikan Kader Tanam Pohon Sukun

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengambil langkah nyata memperkuat kedaulatan pangan dengan ...
KRONIK

KNPI Sumenep Gelar Doa Bersama untuk Bung Karno, Bupati Fauzi: Harus Menjadi Energi Positif

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengapresiasi langkah DPD KNPI Sumenep menggelar penghormatan ...
KABAR CABANG

Gelar Baksos Donor Darah, Erma: Pancasila di Jiwa Seluruh Kader PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung rutin melaksanakan kegiatan bakti sosial donor darah setiap ...
KRONIK

Jemaah Haul Habib Abu Bakar Assegaf Butuh Rumah Singgah, Bisa ke Kantor DPC PDIP Gresik

GRESIK – Menjelang puncak pelaksanaan Haul ke-71 Habib Abu Bakar Assegaf tahun 2026, semangat gotong royong dan ...
KABAR CABANG

Peringatan Harlah Pancasila, DPC Tulungagung Ajak Kader Bumikan Pemikiran Bung Karno

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Desa ...
LEGISLATIF

Nila Yani Dorong Transformasi Ekonomi Kreatif Berbasis Kekayaan Intelektual dan Budaya

Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti mendorong Kementerian Ekonomi Kreatif menyusun roadmap pengembangan ...