Selasa
29 September 2026 | 11 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Muhammad Hasan, Si Pengolah Kopi dari Lereng Argopuro

PDIP-Jatim-Muhammad-Hasan-01062021

PROBOLINGGO – Muhammad Hasan (31), pemuda dari Lereng Argopuro, Kabupaten Probolinggo, memiliki kemampuan di atas rata-rata dalam mengolah kopi. Karena tangan dinginnya, kopi yang dihasilkan Lereng Argopuro bisa bersaing, bahkan dikenal di beberapa daerah Nusantara.

Berbekal pengalaman mengolah kopi di beberapa daerah, Hasan memutuskan untuk mengolah biji kopi dari petani tanah kelahirannya, Desa Sumberduren, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.

“Waktu itu, saya hanya merasakan miris melihat para petani di daerah saya hanya menjual bijian saja, dan itu murah,” ucap Hasan, Selasa, (1/6/2021).

Tahun 2016, Hasan pun memantapkan keyakinannya untuk membuka usaha pengolahan kopi di rumahnya sendiri. Bersama kakaknya, Sugianto, Hasan merintis usahanya.

Untuk mendukung usahanya itu, Hasan merogoh kocek sekitar 33 juta rupiah. Untuk membeli mesin roasting sebesar 22 juta rupiah. Sisanya, untuk untuk membeli kemasan, label, dan lain sebagainya. Hasan mengolah biji kopi petani di daerahnya menjadi kopi bubuk siap seduh.

“Dengan begini, ada nilai jual yang lebih dari kopi petani di sini. Kalau dibandingkan dengan harga saat masih biji, jauh sekali,” ujar alumnus Pendidikan Ekonomi STKIP Jombang ini.

Dalam setahun, Hasan bisa mengolah sampai tiga ton kopi. Satu ton dihasilkan oleh kebunnya sendiri, sedangkan dua ton sisanya diambil dari para petani daerahnya.

 “Kalau perhari, biasanya produksi sampai 30 kilogram saja,” imbuh pemuda yang rumahnya dikelilingi lukisan Bung Karno ini.

Untuk pemasaran, Hasan menjadikan platform jual beli online sebagai etalase produk kopi olahannya. Sejauh ini, kopi olahan Hasan sudah merambah berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara. Hasil olahannya pun disesuaikan dengan permintaan pasar saat ini, seperti kopi Robusta, Arabica, dan kopi nangka khas Krucil.

“Semoga saja produk kopi Krucil ini bisa menjadi produk unggulan. Baik lokal, nasional maupun internasional. Karena memang layak untuk dikembangkan,” jelas pengagum Bung Karno ini.

Ketika badai pandemi Covid-19 menghantam, usaha pengolahan kopi milik Hasan masih bisa bertahan. Selama sebulan, omzet yang didapatnya tidak kurang dari Rp 8 juta. Meski demikian, usaha pengolahan kopi milik Hasan bukan tanpa kendala. Akses jalan yang sulit dari kediamannya, membuat biaya pengiriman membengkak. Sekali berangkat ke kantor ekspedisi di luar kota, biayanya mencapai 600 ribu rupiah.

Karena itu, dirinya berharap ada perhatian pemerintah setempat untuk pelaku UMKM pengolahan kopi lokal. Termasuk mempermudah ijin usaha dan lainnya.

“Melalui pengolahan yang benar, kualitas kopi lokal bisa kok bersaing dengan kopi dari daerah penghasil kopi lainnya, seperti Aceh Gayo, Lampung dan beberapa daerah penghasil kopi lainnya,”pungkasnya. (drw/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Baktiono Minta Seleksi Direksi BUMD Surabaya Bebas Manuver Politik

SURABAYA – Proses seleksi calon Direksi lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya mendapat perhatian DPRD ...
KRONIK

Sinung Soroti Rencana Utang Rp45 Miliar dalam APBD Bondowoso 2027

BONDOWOSO – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyoroti rencana pemerintah daerah menarik utang Rp45 ...
EKSEKUTIF

Debit Sumber Air Menurun, 500 Warga Selorejo Kediri Dapat Bantuan Air Bersih

KEDIRI – Sekitar 500 warga Dusun Selorejo, Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengalami kesulitan ...
LEGISLATIF

Rencana Kementerian Haji dan Umrah Mengaudit Forensik BPKH, Abidin Fikri Setuju dengan Catatan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Abidin Fikri meminta pemerintah, khususnya ...
KRONIK

Tiga Pilar Cup Ngawi; Sepakbola Lintas Profesi, Lariskan UMKM

NGAWI – Setiap sore, suasana di Lapangan Alun-Alun Merdeka Kabupaten Ngawi ramai oleh pertandingan sepak bola dan ...
LEGISLATIF

Pemkot-DPRD Surabaya Sepakat Desil Bukan Patokan Mutlak Penyaluran Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Surabaya sepakat tidak menjadikan klasifikasi desil dalam data ...