Selasa
21 Juli 2026 | 7 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Momen HUT Megawati, Banteng Bondowoso Pertemukan Politik dan Ekologi di Lereng Piramid

pdip-jatim-260123-bondowoso-tanam-pohon-1

BONDOWOSO — Gerimis yang turun sejak pagi tak hentikan langkah pengurus DPC PDI Perjuangan Bondowoso menapaki kawasan hutan lembah Pegunungan Argopuro, lereng Gunung Piramid, Kelurahan Curahdami, Jumat (23/1/2026).

Jalur ekstrem, tanah licin, dan udara dingin menjadi bagian dari kerja politik yang jarang disorot: merawat alam.

Sebelum pendakian, apel singkat dan doa digelar. Setelah itu, rombongan bergerak menembus jalur berlumpur menuju Petak 16K, wilayah Perhutani KPH Bondowoso.

Di lokasi ini, bibit-bibit pohon ditanam bersama. Tanpa baliho, tanpa pidato panjang. Politik hadir dalam tindakan, bukan slogan.

Baca juga: Peringati HUT ke-79 Megawati, PDIP Jatim Gelar Aksi “Merawat Pertiwi” Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyebut kegiatan ini sebagai praktik nyata politik ekologi—politik yang menempatkan alam sebagai subjek, bukan korban.

“Kami tidak sedang menggelar seremonial. Ini penghijauan dan pelepasan burung perkutut untuk memperingati momen istimewa, HUT ke-53 PDI Perjuangan dan ulang tahun ke-79 Ibu Ketua Umum Hj Megawati Soekarnoputri,” ujar Sinung.

Menurutnya, kawasan seluas 18,8 hektare tersebut, dengan izin Administratur Perhutani, akan dijadikan hutan binaan PDI Perjuangan Bondowoso.

“Pesannya jelas: jaga alam, maka alam akan menjaga kita. Politik seharusnya bekerja seperti itu—memberi, bukan menguras,” katanya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan puluhan burung perkutut ke habitat alaminya. Satwa dilepas tanpa sangkar, menandai pemulihan ruang hidup yang selama ini terdesak.

Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menyebut langkah PDI Perjuangan sejalan dengan agenda keberlanjutan Perhutani.

“Sebelumnya kami menanam 2.026 bibit MPTS. Selain itu, Wakil Ketua DPRD Bondowoso dari PDI Perjuangan juga mendapat sekitar 1.000 bibit MPTS dan mahoni,” jelasnya.

Dia menegaskan, menjaga hutan tidak boleh dibatasi kepentingan politik jangka pendek. “Menjaga hutan bukan soal warna bendera. Ini soal masa depan generasi,” tegasnya.

Di lereng Piramid, politik tak hadir sebagai perebutan kekuasaan. Dia hadir sebagai keberpihakan pada kehidupan—dalam lumpur, keringat, dan bibit kecil yang kelak tumbuh menjadi penyangga bumi. Di titik itu, politik dan ekologi akhirnya bertemu. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...
SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...
HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...