Sabtu
06 Juni 2026 | 3 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Momen HUT Megawati, Banteng Bondowoso Pertemukan Politik dan Ekologi di Lereng Piramid

pdip-jatim-260123-bondowoso-tanam-pohon-1

BONDOWOSO — Gerimis yang turun sejak pagi tak hentikan langkah pengurus DPC PDI Perjuangan Bondowoso menapaki kawasan hutan lembah Pegunungan Argopuro, lereng Gunung Piramid, Kelurahan Curahdami, Jumat (23/1/2026).

Jalur ekstrem, tanah licin, dan udara dingin menjadi bagian dari kerja politik yang jarang disorot: merawat alam.

Sebelum pendakian, apel singkat dan doa digelar. Setelah itu, rombongan bergerak menembus jalur berlumpur menuju Petak 16K, wilayah Perhutani KPH Bondowoso.

Di lokasi ini, bibit-bibit pohon ditanam bersama. Tanpa baliho, tanpa pidato panjang. Politik hadir dalam tindakan, bukan slogan.

Baca juga: Peringati HUT ke-79 Megawati, PDIP Jatim Gelar Aksi “Merawat Pertiwi” Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyebut kegiatan ini sebagai praktik nyata politik ekologi—politik yang menempatkan alam sebagai subjek, bukan korban.

“Kami tidak sedang menggelar seremonial. Ini penghijauan dan pelepasan burung perkutut untuk memperingati momen istimewa, HUT ke-53 PDI Perjuangan dan ulang tahun ke-79 Ibu Ketua Umum Hj Megawati Soekarnoputri,” ujar Sinung.

Menurutnya, kawasan seluas 18,8 hektare tersebut, dengan izin Administratur Perhutani, akan dijadikan hutan binaan PDI Perjuangan Bondowoso.

“Pesannya jelas: jaga alam, maka alam akan menjaga kita. Politik seharusnya bekerja seperti itu—memberi, bukan menguras,” katanya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan puluhan burung perkutut ke habitat alaminya. Satwa dilepas tanpa sangkar, menandai pemulihan ruang hidup yang selama ini terdesak.

Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menyebut langkah PDI Perjuangan sejalan dengan agenda keberlanjutan Perhutani.

“Sebelumnya kami menanam 2.026 bibit MPTS. Selain itu, Wakil Ketua DPRD Bondowoso dari PDI Perjuangan juga mendapat sekitar 1.000 bibit MPTS dan mahoni,” jelasnya.

Dia menegaskan, menjaga hutan tidak boleh dibatasi kepentingan politik jangka pendek. “Menjaga hutan bukan soal warna bendera. Ini soal masa depan generasi,” tegasnya.

Di lereng Piramid, politik tak hadir sebagai perebutan kekuasaan. Dia hadir sebagai keberpihakan pada kehidupan—dalam lumpur, keringat, dan bibit kecil yang kelak tumbuh menjadi penyangga bumi. Di titik itu, politik dan ekologi akhirnya bertemu. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Setumpuk Beban Administrasi Pemdes, Diana Sasa Tekankan Pendampingan dan Kesiapan Infrastruktur Digital Desa

MAGETAN – Anggota DPRD Jawa Timur, Diana AV Sasa meminta pemerintah memastikan kesiapan pendampingan dan ...
LEGISLATIF

Untari Dorong Penguatan Regulasi Disabilitas untuk Menjamin Hak Kelompok Rentan

Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mendorong penguatan regulasi perlindungan penyandang ...
LEGISLATIF

Yordan Batara Goa Soroti Banyak Perda Belum Efektif, DPRD Jatim Dorong Evaluasi Menyeluruh

Ketua Bapemperda DPRD Jawa Timur Yordan M. Batara Goa mendorong evaluasi menyeluruh terhadap perda yang telah ...
LEGISLATIF

Ony Setiawan Minta Pemerintah Lebih Serius Lindungi Peternak Ayam Petelur

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan meminta pemerintah lebih serius memperhatikan nasib peternak ayam ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Soroti Ketimpangan DBHCHT, Minta Daerah Penghasil Dapat Porsi Lebih Berkeadilan

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur membawa isu strategis DBHCHT, kinerja BUMD, dan penyesuaian program ...
KABAR CABANG

Mencari Mereka yang Tercecer dari Bansos, Kerja-kerja Kerakyatan dari PAC PDIP Mumbulsari

Kisah pendampingan warga prasejahtera di Mumbulsari, Jember. Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan turun ...