Kamis
22 Oktober 2026 | 6 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Momen HUT Megawati, Banteng Bondowoso Pertemukan Politik dan Ekologi di Lereng Piramid

pdip-jatim-260123-bondowoso-tanam-pohon-1

BONDOWOSO — Gerimis yang turun sejak pagi tak hentikan langkah pengurus DPC PDI Perjuangan Bondowoso menapaki kawasan hutan lembah Pegunungan Argopuro, lereng Gunung Piramid, Kelurahan Curahdami, Jumat (23/1/2026).

Jalur ekstrem, tanah licin, dan udara dingin menjadi bagian dari kerja politik yang jarang disorot: merawat alam.

Sebelum pendakian, apel singkat dan doa digelar. Setelah itu, rombongan bergerak menembus jalur berlumpur menuju Petak 16K, wilayah Perhutani KPH Bondowoso.

Di lokasi ini, bibit-bibit pohon ditanam bersama. Tanpa baliho, tanpa pidato panjang. Politik hadir dalam tindakan, bukan slogan.

Baca juga: Peringati HUT ke-79 Megawati, PDIP Jatim Gelar Aksi “Merawat Pertiwi” Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Sinung Sudrajad, menyebut kegiatan ini sebagai praktik nyata politik ekologi—politik yang menempatkan alam sebagai subjek, bukan korban.

“Kami tidak sedang menggelar seremonial. Ini penghijauan dan pelepasan burung perkutut untuk memperingati momen istimewa, HUT ke-53 PDI Perjuangan dan ulang tahun ke-79 Ibu Ketua Umum Hj Megawati Soekarnoputri,” ujar Sinung.

Menurutnya, kawasan seluas 18,8 hektare tersebut, dengan izin Administratur Perhutani, akan dijadikan hutan binaan PDI Perjuangan Bondowoso.

“Pesannya jelas: jaga alam, maka alam akan menjaga kita. Politik seharusnya bekerja seperti itu—memberi, bukan menguras,” katanya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan puluhan burung perkutut ke habitat alaminya. Satwa dilepas tanpa sangkar, menandai pemulihan ruang hidup yang selama ini terdesak.

Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menyebut langkah PDI Perjuangan sejalan dengan agenda keberlanjutan Perhutani.

“Sebelumnya kami menanam 2.026 bibit MPTS. Selain itu, Wakil Ketua DPRD Bondowoso dari PDI Perjuangan juga mendapat sekitar 1.000 bibit MPTS dan mahoni,” jelasnya.

Dia menegaskan, menjaga hutan tidak boleh dibatasi kepentingan politik jangka pendek. “Menjaga hutan bukan soal warna bendera. Ini soal masa depan generasi,” tegasnya.

Di lereng Piramid, politik tak hadir sebagai perebutan kekuasaan. Dia hadir sebagai keberpihakan pada kehidupan—dalam lumpur, keringat, dan bibit kecil yang kelak tumbuh menjadi penyangga bumi. Di titik itu, politik dan ekologi akhirnya bertemu. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Masa Tunggu Haji Diseragamkan, Ina Ingatkan Ketatnya Syarat Istitha’ah

BONDOWOSO – Pemerintah memperbarui sistem antrean keberangkatan ibadah haji untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ingatkan Ancaman Benturan Lahan Rumah Murah dan Pangan

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...
KRONIK

Video Call Rombongan Penari Gandrung Sewu Korban Kapal Terbakar, Bupati Ipuk Semangati Tetap Tampil

BANYUWANGI – Mendengar kabar lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung merupakan penumpang KMP Batmandi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Menurun Secara Makro, Fraksi PDI Perjuangan Pertanyakan Target RPJM

MAGETAN — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kabupaten Magetan memberikan sorotan tajam ...
LEGISLATIF

Kampus II UB Ditargetkan Tampung 6.000 Mahasiswa, Darmadi Dorong Manfaat bagi Warga Lokal

MALANG – DPRD Kabupaten Malang memastikan akan mengawal pembangunan Kampus II Universitas Brawijaya (UB) di ...