oleh

Milenial Difabel Penjaja Makanan Ringan Ini Dapat Motor Roda 3 dari Risma

-Kronik-23 kali dibaca

PEKALONGAN – Kisah remaja difabel asal Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah tentang Gading Ogi Saputra (17), sampai ke telinga Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini.

Minggu (16/5/2021) hari ini, Risma menyerahkan bantuan sepeda motor roda tiga sebagai sarana berjualan untuk Gading.

“Tadi sudah diserahkan bantuan motor roda tiga, alat dan permodalan,” terang Risma, usai menyerahkan sepeda motor roda tiga kepada penjaja makanan dan minuman ringan tersebut.

Pemberian sepeda roda tiga ini, merupakan bentuk atensi Kementerian Sosial (Kemensos) kepada para penyandang disabilitas.

Harapannya mereka tetap bisa produktif, mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Sehingga mereka bisa menjadi contoh untuk orang lain.

Kemensos menyebut, tahun ini, ada 490 motor roda tiga bagi para penyandang disabilitas yang telah disiapkan.

Bukan hanya itu, Kemensos juga telah menyiapkan beberapa alat lainnya untuk menunjang kebutuhan para penyandang disabilitas.

Menurut Risma, banyak alat bantu bagi penyandang seperti tongkat dengan multisensory bagi disabilitas karena disabilitas juga banyak ragamnya, seperti rungu dan netra.

Pada kesempatan tersebut, Risma juga bercerita tentang keinginan Gading yang ingin membuka usaha lontong. Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga mantan Wali Kota Surabaya dua periode ini mengatakan siap membantu permodalannya.

Gading menyandang disabilitas fisik sedari lahir. Dia mengalami perlambatan perkembangan fisik yang mengakibatkan kedua kakinya tidak berfungsi dengan wajar hingga harus berjalan merangkak dibantu kedua tangannya.

Meski demikian, kekurangan yang dimiliknya tak lantas menyurutkan semangatnya untuk hidup layak manusia pada umumnya.

Dia setiap hari berkeliling menjajakan dagangannya seperti makanan, dan minuman ringan dalam kemasan di sekitar alun-alun Kabupaten Pekalongan, sejak pukul 16.00 hingga 23.00 WIB.

Usaha tersebut telah digelutinya selama dua tahun. Kini, Gading memiliki lapak sendiri di rumahnya yang dinamakan Lapak Gading Berkah yang dikelola ayah dan ibunya, karena Gading tetap meneruskan berjualan keliling.

Gading juga dikenal suka membantu dan rajin bersedekah, tak pernah lupa ibadah serta selalu bergembira dalam kondisi apapun.

Sebagai seorang penyandang disabilitas, dia juga cukup piawai dalam mengelola bisnis kecilnya itu.

Pendapatannya bisa mencapai Rp 500 ribu per hari. Pendapatannya itu kemudian dihitung dan dicatat di gawainya. Dengan penuh ketelitian, Gading juga mencatat jika ada barang jualan yang habis dan perlu segera dibeli. (goek)