oleh

Melawan Covid-19 dengan Video Call, Ratna Mutia Marhaeni jadi Penyintas

-Inspirasi-134 kali dibaca

LAMONGAN – Terjangkit Covid-19 bukan aib. Melapor ke pihak desa dan terbuka kepada sanak keluarga justeru mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak dalam proses penyembuhan seperti dialami Ratna Mutia Marhaeni, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan.

“Pas waktu pertama dinyatakan positif pada waktu itu, saya sempat drop dan merasa malu. Karena saya takut semua akan menjauh,” kata Ratna memulai ceritanya kepada www.pdiperjuangan-jatim.com, Jumat (9/7/2021).

Ratna mengetahui dirinya terpapar Covid-19, ditengarai usai melakukan bakti sosial di Desa Sidodowo Kecamatan Modo awal Juni lalu. Dalam perkembangannya saat ini, kasus Covid di desa tersebut menurun drastis.

Ratna lantas melakukan tes swab PCR untuk seluruh anggota keluarga pasca diketahui positif. Tujuannya untuk deteksi dini, agar virus tidak semakin menyebar luas. Ia pun memutuskan melapor kepada pihak desa.

“Saya langsung lapor ke pihak desa setelah tahu positif. Tujuannya untuk menekan angka penyebaran. Saya berpikir, jika sembunyi dan acuh, justeru membahayakan nyawa keluarga dan orang lain,” kata wakil rakyat yang bertugas di Komisi D DPRD Lamongan ini.

Ratna lantas menjalani karantina di RSUD dr Soegiri Lamongan selama 7 hari. Kemudian hampir 2 minggu isolasi mandiri di rumah untuk memastikan benar-benar dinyatakan negatif dari Covid-19.

Pada fase karantina di rumah sakit, lanjut dia, adalah fase terberat. Ia kerap menyaksikan pasien lain yang terenggut nyawanya akibat Covid-19. Pada titik ini, dukungan dari keluarga, sahabat dan teman dekat menjadi sangat penting agar kondisi tidak menurun.

Itulah kenapa, kata dia, hampir setiap hari dirinya dihibur oleh keluarga maupun sahabat melalui video call untuk meningkatkan imun tubuh agar tidak stres.

“Sungguh kehadiran mereka sangat membantu meski hanya melalui satelit udara, sangat berarti bagi saya,” katanya. “Selain itu, konsumsi obat dari rumah sakit juga rutin saya konsumsi dengan tetap menjaga pola makan teratur plus vitamin maupun suplemen untuk meningkatkan imun tubuh,” imbuh Ratna.

Lebih jauh, politisi asal dapil III ini juga menuturkan, pada hakikatnya, Covid-19, bukanlah aib dan penyakit yang memalukan. Sehingga tidak perlu dihindari, apalagi dikucilkan dari lingkungan keluarga dan masyarakat.

Terbukti, dengan dukungan berbagai pihak, banyak pasien Covid-19, termasuk ia dan salah satu anaknya yang juga terjangkit mampu bertahan dari virus Covid-19 dan menjadi penyintas. (ak/hs)

Komentar