Senin
20 April 2026 | 3 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati Tegaskan Sikap Politik PDI Perjuangan: Bukan Oposisi Atau Koalisi, Tapi Penyeimbang

20250802_151532_copy_929x634

BADUNG — Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik pertamanya setelah dikukuhkan sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan periode 2025–2029,  pada Kongres VI PDI Perjuangan di Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Sabtu (2/8/2025).

Dalam pidatonya, Megawati menegaskan arah sikap politik PDI Perjuangan ke depan sebagai partai ideologis yang tidak tunduk pada arus politik praktis kekuasaan semata.  Melainkan teguh dalam garis perjuangan konstitusional dan ideologis.

“Saya menegaskan satu hal, dalam sistem pemerintahan presidensial seperti yang kita anut, tidak dikenal oposisi ataupun koalisi,” tegas Megawati di hadapan ribuan kader dan pengurus PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia.

Ia melanjutkan, demokrasi Indonesia bukanlah demokrasi yang sekadar menjadi “blok-blokan kekuasaan”, tetapi demokrasi yang sejati. Demokrasi yang bertumpu pada kedaulatan rakyat dan konstitusi.

Pernyataan ini disampaikan dalam konteks berbagai spekulasi arah politik PDI Perjuangan pasca Pilpres 2024, terutama setelah partai banteng moncong putih itu tidak berada dalam barisan partai koalisi pemerintahan terpilih.

“Demokrasi kita bukan blok-blokan kekuasaan. Tetapi demokrasi yang bertumpu pada kedaulatan rakyat dan konstitusi,” kata Megawati dengan nada tegas.

Oleh karena itu, Presiden RI ke-5 tersebut menegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak akan serta-merta memposisikan diri sebagai partai oposisi ataupun menjadi bagian dari koalisi.

PDI Perjuangan akan tetap berdiri tegak sebagai partai ideologis yang berpijak pada kebenaran dan bertindak sebagai penyeimbang untuk memastikan arah pembangunan tetap berjalan di dalam rel konstitusi dan sesuai dengan kepentingan rakyat.

“Oleh karena itu, PDI Perjuangan tidak memposisikan sebagai oposisi ataupun koalisi. Kita partai ideologis yang berdiri pada kebenaran, dan bersikap tegas sebagai partai penyeimbang untuk menjaga arah pembangunan dalam rel konstitusi dan kepentingan rakyat,” ujarnya.

Ia juga menyatakan bahwa PDI Perjuangan akan mendukung kebijakan pemerintah sejauh berada dalam kepentingan rakyat, namun tidak akan segan-segan menyuarakan kritik yang lantang jika nilai-nilai Pancasila terabaikan dalam praktik kenegaraan.

“Kita dukung kebijakan pemerintah. Tetapi akan bersuara lantang terhadap nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya.(yols/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dua Legislator Perempuan PDIP Jombang Ini Perkuat Pendidikan Keluarga dan Literasi Digital di Wonosalam

JOMBANG – Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati, dan anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Isnawati Sumrambah, ...
KRONIK

Tinjau Longsor di Pacitan, Diana Sasa Desak Pemerintah Konkret soal Relokasi Permanen

PACITAN – Bencana tanah longsor yang kembali menerjang Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Dengan kejadian yang ...
LEGISLATIF

Warga Dandangan Keluhkan Banjir, Yuzar Rasyid Bergerak Cepat Tinjau Sungai 

Yuzar Rasyid turun langsung meninjau sungai di Kediri merespons banjir musiman, sekaligus meluncurkan program ...
KABAR CABANG

Musancab PDI Perjuangan Ngawi, Gen Z Tempati Posisi-posisi Strategis di PAC

NGAWI – Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar agenda Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di ...
KABAR CABANG

Hari Kartini 2026, Yudi Meira Tegaskan Peran Perempuan Strategis di PDIP Blitar

Yudi Meira tegaskan peran strategis perempuan dalam politik PDIP Blitar pada momentum Hari Kartini 2026, dorong ...
KABAR CABANG

Tari Reco Banteng Buka Musancab PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI – Hentakan kaki para penari memecah suasana Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Minggu (19/4/2026). Irama ...