Rabu
22 April 2026 | 2 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati Soekarnoputri Kunjungi Kantor Baru Megawati Institute

pdip-jatim-260121-megawati-institute-1

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Prof.Dr.(H.C) Megawati Soekarnoputri meninjau kantor baru Megawati Institute yang terletak persis di samping kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Selasa (20/1/2026).

Direktur Eksekutif Megawati Institute Hilmar Farid didampingi Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif yang juga putra Megawati, M.Prananda Prabowo dan jajaran pengurus menyambut kedatangan Megawati.

Presiden ke-5 RI itu melemparkan senyum hangat kepada mereka. Prananda Prabowo terlihat mengecup kening ibunya dan mengajak memasuki ruangan.

“Ini merupakan kunjungan pertama Ibu Megawati ke kantor Megawati Institute yang beberapa hari lalu di Rakernas ditandatangani akte notarisnya. Dalam waktu dekat kantor baru ini akan dioperasikan,” jelas Hasto.

Megawati mengelilingi beberapa ruangan dan bahkan taman kecil yang terletak di bagian belakang.

Megawati terheran-heran bagaimana hanya dalam waktu 3 hari kantor menjadi representatif. Menjawab keheranan itu, Hasto menceritakan peran Prananda Prabowo.

“Arsiteknya Mas Prananda, sampai harus lembur 3 hari 3 malam. Ini semacam mission impossible,” ujar Hasto sambil tertawa.

Selama kunjungan, Megawati banyak berbincang dengan Direktur Eksekutif Hilmar Farid dan memberi arahan. Presiden perempuan pertama RI itupun sempat memeriksa koleksi buku yang terletak di bagian perpustakaan.

Setelah puas meninjau dan mendengarkan penjelasan soal gedung tersebut, Megawati mengajak semua untuk bicara santai di ruang rapat.

“Ibu Megawati menyampaikan harapan-harapan terhadap Megawati Institute sebagai wadah pemikiran yang berfokus pada pengembangan ideologi Pancasila 1 Juni 1945, Pola Pembangunan Semesta dan Berencana, hingga menghadirkan seluruh kepemimpinan strategis Megawati Soekarnoputri khususnya sebagai Presiden Kelima RI yang mampu menyelesaikan krisis multidimensi,” urai Hasto.

“Megawati Institute harus menjadi pusat kajian kebijakan strategis melalui kegiatan penelitian, penggalangan tokoh-tokoh intelektual dan cendekiawan, serta mendorong kesadaran berpikir kritis dan dialektis yang diperlukan sebagai penopang peningkatan kualitas kehidupan demokrasi,” sambungnya.

Menurut Hasto, penetapan Hilmar Farid, mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) periode 2015 hingga 2024, dilakukan karena kompetensi kepemimpinan, network yang luas, dan bisa bertindak sebagai jembatan yang sangat baik dengan perguruan tinggi dan lembaga-lembaga kajian kebijakan strategis. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Jaga Keselamatan Warga, Agung Minta Dishub Tegas Tertibkan Dump Truck Tanpa KIR

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ponorogo, Agung Priyanto, mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) agar ...
KABAR CABANG

Doding Rahmadi: Kerja Nyata Jadi Fondasi Perjuangan Partai

PDI Perjuangan Trenggalek tekankan pengabdian kader ke masyarakat, tak hanya fokus elektoral, usai Musancab ...
KABAR CABANG

Hari Kartini, PDI Perjuangan Banyuwangi Teladani Perjuangan Buyut Atikah Jaga Harmoni Kehidupan

BANYUWANGI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Banyuwangi memperingati Hari Kartini dengan menggelar ...
HEADLINE

Hari Kartini, FPDIP DPRD Jatim Terima Pengaduan dari Keluarga Santri Putri Korban Pencabulan

SURABAYA – Satu keluarga asal Kota Surabaya, mengadukan dugaan tindak pencabulan dialami anak gadisnya oleh ...
EKSEKUTIF

Delapan RS Kolaborasi, Surabaya Genjot Wisata Medis

Pemkot Surabaya meluncurkan Medical Tourism di Balai Kota, targetkan pasien nasional hingga mancanegara dengan ...
EKSEKUTIF

Pentingnya Kolaborasi, Antar Instansi di Ngawi Berbareng Musnahkan Ribuan Pil Koplo

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti perkara pidana yang telah ...