Minggu
26 Juli 2026 | 4 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati Soekarnoputri Kunjungi Kantor Baru Megawati Institute

pdip-jatim-260121-megawati-institute-1

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Prof.Dr.(H.C) Megawati Soekarnoputri meninjau kantor baru Megawati Institute yang terletak persis di samping kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Selasa (20/1/2026).

Direktur Eksekutif Megawati Institute Hilmar Farid didampingi Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif yang juga putra Megawati, M.Prananda Prabowo dan jajaran pengurus menyambut kedatangan Megawati.

Presiden ke-5 RI itu melemparkan senyum hangat kepada mereka. Prananda Prabowo terlihat mengecup kening ibunya dan mengajak memasuki ruangan.

“Ini merupakan kunjungan pertama Ibu Megawati ke kantor Megawati Institute yang beberapa hari lalu di Rakernas ditandatangani akte notarisnya. Dalam waktu dekat kantor baru ini akan dioperasikan,” jelas Hasto.

Megawati mengelilingi beberapa ruangan dan bahkan taman kecil yang terletak di bagian belakang.

Megawati terheran-heran bagaimana hanya dalam waktu 3 hari kantor menjadi representatif. Menjawab keheranan itu, Hasto menceritakan peran Prananda Prabowo.

“Arsiteknya Mas Prananda, sampai harus lembur 3 hari 3 malam. Ini semacam mission impossible,” ujar Hasto sambil tertawa.

Selama kunjungan, Megawati banyak berbincang dengan Direktur Eksekutif Hilmar Farid dan memberi arahan. Presiden perempuan pertama RI itupun sempat memeriksa koleksi buku yang terletak di bagian perpustakaan.

Setelah puas meninjau dan mendengarkan penjelasan soal gedung tersebut, Megawati mengajak semua untuk bicara santai di ruang rapat.

“Ibu Megawati menyampaikan harapan-harapan terhadap Megawati Institute sebagai wadah pemikiran yang berfokus pada pengembangan ideologi Pancasila 1 Juni 1945, Pola Pembangunan Semesta dan Berencana, hingga menghadirkan seluruh kepemimpinan strategis Megawati Soekarnoputri khususnya sebagai Presiden Kelima RI yang mampu menyelesaikan krisis multidimensi,” urai Hasto.

“Megawati Institute harus menjadi pusat kajian kebijakan strategis melalui kegiatan penelitian, penggalangan tokoh-tokoh intelektual dan cendekiawan, serta mendorong kesadaran berpikir kritis dan dialektis yang diperlukan sebagai penopang peningkatan kualitas kehidupan demokrasi,” sambungnya.

Menurut Hasto, penetapan Hilmar Farid, mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) periode 2015 hingga 2024, dilakukan karena kompetensi kepemimpinan, network yang luas, dan bisa bertindak sebagai jembatan yang sangat baik dengan perguruan tinggi dan lembaga-lembaga kajian kebijakan strategis. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

RUANG MERAH

Kudatuli, Reformasi, dan Perang Melawan Lupa

Oleh: Didik Prasetiyono* “Perjuangan manusia melawan kekuasaan adalah perjuangan ingatan melawan lupa.” KALIMAT ...
KRONIK

Ketika Olahraga dan Seni Menjadi Sarana Tanamkan Nilai Disiplin hingga Persaudaraan pada Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengapresiasi penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Diniyah ...
KRONIK

Gandeng KKP, Sonny Bekali Nelayan dan UMKM Banyuwangi Akses Permodalan

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Jawa Timur III, Sonny Tri Danaparamita, mendorong peningkatan kapasitas ...
KABAR CABANG

Doding Rahmadi: Pengurus PDI Perjuangan Harus Siap Saat Masyarakat Membutuhkan

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek Doding Rahmadi meminta seluruh pengurus dari DPC hingga anak ranting ...
SEMENTARA ITU...

Rumah Dinas Ketua DPRD Surabaya Jadi Ruang Terbuka Aspirasi Warga

SURABAYA — Ketua DPRD Kota Surabaya, H Syaifuddin Zuhri, membuka pintu rumah dinasnya lebar-lebar malam ini, Sabtu ...
KABAR CABANG

30 Tahun Kudatuli, DPC Sidoarjo Bakal Gelar Teatrikal Detik-detik Pengambilalihan Paksa Kantor DPP PDI

SIDOARJO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo bakal menggelar aksi teatrikal kolosal ...