Megawati-SBY Salaman, PDIP: Tidak Pernah Ada Dendam Politik

 16 pembaca

JAKARTA – Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno berpendapat, momen salaman antara Presiden RI ke- 5 Megawati Soekarnoputri, dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono saat upacara pemakaman Ani Yudhoyono membantah isu di antara keduanya yang selama ini beredar.

Menurut Hendrawan, tidak pernah ada dendam politik antara Ketua Umum PDI Perjuangan dan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.

“Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa narasi yang sering berkembang di luar, bahwa ada dendam politik karena rivalitas kontestasi di masa lalu, tidaklah benar sebagaimana sering kami sampaikan,” kata Hendrawan Supratikno kepada wartawan, kemarin.

Dia lantas menjelaskan soal demokrasi yang menurutnya tidak melulu tentang kompetisi. Silaturahmi dan komunikasi antartokoh politik, dalam forum apa pun, sebutnya, sangat penting dalam mematangkan budaya demokrasi kita.

“Demokrasi mengajarkan kapan kita harus berlaga, kapan harus bermitra. Kapan harus berkompetisi, kapan berkolaborasi,” ujarnya.

Hendrawan menyatakan wafatnya Ani Yudhoyono meninggalkan duka bagi bangsa Indonesia. Namun, lanjut Hendrawan, di lain sisi hal ini menjadi momentum untuk kembali menjalin persaudaraan.

“Kepergian Bu Ani sama-sama meninggalkan duka bagi kita semua, namun juga meninggalkan inspirasi tentang makna kesetiaan dan persahabatan. Ini momentum bagi kita untuk mencairkan sekat-sekat yang mengganggu persaudaraan sesama anak bangsa,” tuturnya.

Dalam upacara penghormatan terakhir Ani Yudhoyono di TMP Kalibata kemarin sore, Megawati Soekarnoputri datang didampingi putrinya yang juga Menko PMK Puan Maharani. Tampak juga Mensesneg Pramono Anung, dan Sekretaris Jendral PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Sebelumnya, banyak beredar kabar tentang renggangnya hubungan Megawati-SBY yang dimulai sejak Megawati menjabat sebagai kepala negara. Hubungan keduanya pun kabarnya hingga kini masih sangat dingin.

Namun sesaat setelah peti jenazah Ani Yudhoyono tiba, Megawati menyalami SBY sembari tersenyum hangat sebagai tanda duka cita. Di sana, tak nampak keduanya seperti memiliki masalah. Keduanya justru terlihat akrab. Nampak Megawati pun duduk tak jauh dari SBY. (goek)