Sabtu
01 Agustus 2026 | 3 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mbak Nia Ajak Perempuan Sumenep Dorong DPRD Inisiasi Raperda PKDRT

PDIP-Jatim-Nia-Kurnia-Fauzi-19102024

SUMENEP – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mengajak perempuan di Kota Keris untuk bersuara dan mendorong agar DPRD setempat menginisiasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT).

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri acara Workshop Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak yang digelar oleh Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Sumenep di Universitas Bahauddin Mudhary (Uniba) Madura, Sabtu (19/10/2024).

“Kami berharap perempuan di Sumenep bersuara dan mendorong DPRD Sumenep untuk menginisiasi Raperda PKDRT sebagai langkah menekan kasus KDRT,” ujarnya.

Menurut Mbak Nia, panggilan akrabnya, dengan adanya raperda tersebut diharapkan bisa menjadi pijakan atau aturan untuk melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan.

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak rentan terjadi, baik dilingkungan keluarga, lembaga pendidikan ataupun lembaga pemerintah.

“Kalau sudah ada payung hukumnya, proses pencegahan ataupun penindakannya akan lebih mudah. Karena instansi akan bertindak sesuai dengan aturan yang ada,” jelasnya.

Mbak Nia mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya para aktivis perempuan, untuk bergandengan tangan dalam meningkatkan sosialisasi mengenai kesadaran hak-hak perempuan dan anak sebagai upaya pencegahan jangka panjang.

Bahkan, tambahnya, tidak hanya pemerintah, tetapi peran tokoh agama dan masyarakat juga sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi keluarga.

“Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak ini butuh perhatian semua pihak, termasuk teman-teman LKKNU. Dan acara semacam ini merupakan upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam hal pencegahan,” tuturnya.

“Terima kasih banyak dan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman LKKNU,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua LKKNU Sumenep, Raudlatun, menyambut baik inisiatif Mbak Nia mendorong perempuan menyuarakan inisiasi Raperda PKDRT.

Menurutnya, raperda tersebut sangat dibutuhkan, karena berkaitan langsung dengan perlindungan anak dan perempuan.

“Kami sangat mendukung inisiatif raperda tersebut. Karena jika raperda itu ada, maka ormas bisa berkolaborasi dengan pemerintah untuk mewujudkan kabupaten Sumenep layak anak,” katanya.

Untuk itu, LKKNU akan mengawal inisiatif Raperda PKDRT ini sampai terealisasi menjadi perda.

“Dalam waktu dekat, kami akan audiensi dengan DPRD untuk menindaklanjuti dan membahas soal ini, sehingga raperda ini tidak hanya menjadi isu, tapi segera dirancang sehingga di tahun 2025 perda PKDRT bisa terwujud di Sumenep,” tandasnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Warga Ginuk Magetan Gotong Royong Perbaiki Jalan, Rita Haryati Sawer 27 Drum Aspal

MAGETAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Magetan, Rita Haryati turut kerja bakti dan membaur bersama ...
LEGISLATIF

DPRD Minta Pemkab Jember Tak Tergesa Berutang Rp786 Miliar

JEMBER – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember, Widarto, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tidak ...
LEGISLATIF

Anas Karno Minta Camat hingga RT/RW Perkuat Deteksi Dini Cegah Konflik Sosial

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno meminta camat, lurah, RT, dan RW memperkuat deteksi dini untuk ...
EKSEKUTIF

Rijanto Minta Sertipikat Program PPTPKH Dimanfaatkan untuk Kembangkan Usaha dan Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Bupati Blitar Rijanto meminta masyarakat memanfaatkan sertipikat tanah Program PPTPKH sebagai modal mengembangkan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono: Infrastruktur Jadi Aspirasi Terbesar Warga Saat Reses di Dapil IX

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Deni Wicaksono, memastikan akan mengawal aspirasi masyarakat ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Minta Pemerintah Tetapkan Krisis Air Bersih sebagai Prioritas Nasional

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah segera menetapkan penanganan krisis air bersih akibat ...