oleh

Mbah Gugut, 22 Tahun Mengabdi sebagai Ketua Ranting

-Milangkori-48 kali dibaca

NGAWI – Usia tidak membatasi gerak kader Banteng asal Kasreman, Ngawi ini. Meskipun sudah berkepala enam, semangatnya tetap membara dengan dibuktikan menjadi ketua Ranting Kiyonten hingga sekarang.

Kader Banteng ini bernama Gatut Sugiantoro, di kalangan Banteng lebih dikenal sebagai Mbah Gugut.

Mbah Gugut merupakan ketua Pengurus Ranting PDI Perjuangan Desa Kiyonten Kecamatan Kasreman, Ngawi. Karirnya sebagai ketua Ranting sudah sejak tahun 1999. Bahkan saat Kiyonten masih menjadi bagian kecamatan Padas. Jika dihitung hingga tahun ini, 2021, adrtinya mbah Gugut sudah mengabdi di Partai ini selama 22 tahun.

“Sudah sejak 1999, sebelum Padas di pecah dengan Kasreman. Sampai sekarang masih menjadi ketua Ranting,” ungkapnya, Kamis (29/4/21).

Selama menjabat sebagai ketua Ranting PDI Perjuangan Kiyonten, Mbah Gugut pernah memiliki pengalaman yang mengesankan dengan Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko.

Mbah Gugut mengisahkan, suatu ketika dalam sebuah kegiatan pernah bertemu dengan Mas Antok, panggilan Dwi Rianto Jatmiko. Dalam kesempatan tersebut Mbah Gugut memberikan masukan dan saran kepada Mas Antok yang notabenenya Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi juga Ketua DPRD Kabupaten Ngawi saat itu.

“Mohon maaf mas, saya tidak bermaksud menggurui, agar Mas Antok dikenal masyarakat bawah, Mas Antok yang harus turun menemui wong cilik. Kalau wong cilik mau menemui Mas Antok belum tentu berani,” ucap Mbah Gugut mengulangi percakapannya dulu dengan Mas Antok.

“Begitu ya Mbah?,” ucap Mbah Gugut menirukan ucapan Mas Antok.

Menurut Mbah Gugut, bagi seorang pemimpin sangat perlu untuk mendatangi rakyatnya. Rakyat atau wong cilik tidak mungkin punya keberanian untuk bertemu dengan pemimpinnya.

“Wong cilik itu kalau disapa pemimpinnya sudah senang sekali, semakin banyak wong cilik yang kenal, semakin banyak yang mendukung dari wong cilik,” ucapnya.

Bagi seorang Mbah Gugut, Mas Antok merupakan sosok pemimpin yang merakyat. Mas Antok sejak awal menjadi Dewan tidak pernah membeda-bedakan rakyatnya.

“Mas Antok tidak pernah memberi batas, e aku pejabat, mereka rakyat. Mas Antok tidak pernah seperti itu,” kagumnya. (mmf/hs)