MADIUN – Ketua Asosiasi Futsal (AFK) Kabupaten Madiun Sandhika Ratna Ferryantiko menyambut baik rencana digelarnya kompetisi sepak bola usia dini atau dikenal dengan grassrots.
Menurut Sandhi yang mewakili Persekama dalam Kongres Biasa PSSI Jatim di Hotel Sheraton, Surabaya, pada Rabu, (17/7/2024) itu, selama ini kegiatan resmi untuk usia dini yang berafiliasi ke provinsi atau nasional belum pernah ada.
“Maka dari itu dengan banyaknya SSB yang ada di Madiun tentunya rencana ini akan lebih menguatkan lagi pembinaan di wilayah Kabupaten Madiun,” jelas Mas Sandhi, sapaan akrab pria yang juga kandidat bakal calon wakil bupati Madiun dari PDI Perjuangan tersebut.
Dia pun berharap, Kabupaten Madiun bisa diberikan kepercayaan sebagai tuan rumah kompetisi untuk usia dini tersebut.
Selain itu, kompetisi di tingkat grassroots diharapkan mampu menampung serta menjadi wadah untuk pembinaan usia dini, yang sampai dengan saat ini mentok di Piala Soeratin U13.
Kongres Biasa PSSI Jawa Timur di Hotel Sheraton Surabaya, diikuti oleh 38 Askot/Askab dan 53 klub anggota peserta kompetisi terakhir serta AFP, ASBWI dan juga APSI.
Kongres induk organisasi sepakbola Jawa Timur tersebut juga dihadiri Sekjen PSSI Pusat Yunus Nusi dan Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisya Destria serta beberapa perwakilan dari KONI pusat dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Ratu Tisya Destria menyampaikan, Jawa Timur sebagai barometer pembinaan sepakbola di tanah air. Terbukti, ada 1200 lebih sekolah sepak bola (SSB) di Jawa Timur.
”Jawa Timur sebagai barometer sepak bola nasional perlu terus dipertahankan, saat ini terdapat lebih dari 1200 sekolah sepak bola, ini menjadi yang terbanyak di Indonesia bahkan persentasenya mencapai 40% dari seluruh sekolah sepak bola di Indonesia,” kata Ratu Tysa.
“Dengan banyaknya sekolah sepak bola di Jawa Timur ini perlu diberikan wadah untuk pembinaan usia dini,” ujarnya. (ahm/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










