Senin
10 Agustus 2026 | 1 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Maryoto Bangga, Menkop Teten Launching Pacul Merah Putih SNI Buatan Warga Tulungagung

pdip-jatim-211022-teten-tulungagung-2

TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, bangga dengan pemberdayaan pelaku usaha di Kabupaten Tulungagung yang semakin berkembang.

Apalagi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI Teten Masduki meluncurkan Pacul Merah Putih SNI yang diproduksi Koperasi Logam Abadi, Desa Kiping, Kecamatan Gondang di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (22/10/2021).

“Peluncuran Cangkul Merah Putih SNI (Standar Nasional Indonesia) ini merupakan bukti UMKM Tulungagung berkembang baik,” ujar Maryoto Birowo di acara peluncuran tersebut.

Menurut dia, keberhasilan warga Tulungagung dalam memproduksi Cangkul Merah Putih SNI juga tak lepas dari pembinaan yang dilakukan Kementerian Kopesai dan UKM RI. “Kami pun berterima kasih atas support yang diberikan selama ini pada UMKM Tulungagung,” tuturnya.

Selanjutnya kader PDI Perjuangan ini menyatakan keberhasilan dalam memproduksi Cangkul Merah Putih SNI itu membuktikan jika UMKM merupakan penguat ekonomi rakyat. Apalagi di saat pandemi Covid-19.

Selain itu, dia juga berbangga karena salah satu produk UMKM Tulungagung, yakni UD Karya Indonesia di Desa Waung Kecamatan Boyolangu dapat mengekspor produk fosil kayu ke Hamburg – Jerman. Terlebih ekspor produk fosil kayu tersebut dilepas pula oleh Teten Masduki bersamaan dengan launching Cangkul Merah Putih SNI.

Sementara itu, Teten Masduki mengatakan rasa syukurnya dapat melaunching produk Cangkul Merah Putih SNI di Tulungagung. Ia menyebut dengan produksi tersebut, Indonesia tidak lagi harus mendatangkan cangkul dari luar negeri. “Saat ini kita bisa swasembada cangkul tidak perlu lagi impor,” ujar Teten.

Dia mengaku ingat betul saat pertama kali menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UKM RI. Presiden Joko Widodo (Jokowi) kala itu meminta jangan sampai ada lagi impor cangkul.

“Cangkul merah putih sudah dapat SNI. Kita sudah bisa swasembada cangkul, tidak perlu lagi impor. Bahan bakunya dari Krakatau Steel, dan pembiayaan dari BRI. Nanti koperasi diperkuat lagi dengan mengembangkan produk lainnya. Produk-produk tersebut diharapkan dapat mengisi market di dalam negeri,” paparnya.

Dia berharap produksi UMKM dapat diserap oleh industri nasional atau pun pemerintah daerah. “Kami ingin 40 persen belanja pemerintah daerah itu untuk belanja produk UMKM. Apalagi saat ini belanja masyarakat sedang menurun akibat Covid-19,” harap Teten. (atu/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

16 Tim Bertemu di Soekarno Cup, Komarudin: Sepak Bola Harus Jadi Ruang Persatuan Anak Muda

Komarudin Watubun menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi menjadi ruang ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup Buka Jalan Talenta Pelosok, Eri: Ini Realisasi Mimpi Anak Petani dan Nelayan

Soekarno Cup 2026 membuka panggung bagi talenta muda dari pelosok, termasuk anak petani dan nelayan. Eri Cahyadi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Soekarno Cup Jadi Wadah Talenta Muda Wong Cilik dan Pembentuk Karakter

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara bagi 16 tim dari berbagai daerah di ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup 2026 Siapkan VAR untuk Semifinal dan Final, Jaga Sportivitas Pertandingan

Soekarno Cup 2026 menyiapkan teknologi VAR untuk semifinal dan final. Panitia juga mendatangkan wasit dari luar ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Harap Kecamatan Pakel Jadi Kandang Banteng Sejati

TULUNGAGUNG – Dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 1999 hingga 2024, tercatat bahwa PDI Perjuangan ...
KRONIK

Hj. Ansari Dorong Masyarakat Perkuat Mitigasi Bencana sejak Dini

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, mendorong masyarakat memperkuat mitigasi bencana dan kepedulian ...