Selasa
21 Juli 2026 | 6 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Martin H Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Ponpes Al Islah Besuki

pdip-jatim-dprd-jatim-180922-martin-hamonangan-1

SITUBONDO – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Martin Hamonangan menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Pondok Pesantren Al Islah Besuki, Sabtu (17/9/22) malam.

Sosialisasi bertema Bangsa yang Utuh untuk Indonesia Tangguh dihadiri oleh pengurus MWC NU Besuki, Muslimat NU, Taruna Merah Putih dan masyarakat setempat.

Sosialiasi dilaksanakan pukul 20.00 dimulai dengan menyanyi bersama langu kebangsaan, Indonesia Raya. Berikutnya, disambung dengan lagu Syubbanul Wathan.

Martin Hamonangan dalam sambutannya mengatakan, antara kalangan nahdliyin dan nasionalis seperti tak bisa dipisahkan dalam upaya membangun bangsa dan negara sejak jaman perjuangan hingga mengisi kemerdekaan.  

“Sejarah perjalanan berbangsa dan bernegara, tak bisa lepas keterlibatan nahdliyin dan nasionalis. NU dan PDI Perjuangan selalu terlibat membangun bangsa,” katanya.

Martin juga mengulas bahwa untuk memotret Bangsa Indonesia diperlukan pemahaman terhadap empat pilar berbangsa dan bernegar. Yakni Pancasila, UUD Negara RI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tuggal Ika.

“Empat hal inilah yang harus kita pahami secara utuh,” kata wakil rakyat asal daerah pemilihan Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi ini.

Materi wawasan kebangsaan malam itu, secara umum disampaikan Martin seperti sosialisasi serupa di tempat berbeda. Yakni, disampaikan dengan gaya santai, dengan model dialog dua arah melalui kuis berhadiah.

Martin memancing gairah peserta dengan melemparkan pertanyaan terkait sosok pencipta lagu Syubbanul Wathan.

Pertanyaan pun disambar salah seorang peserta, Syamsul Arif yang maju ke depan forum dan memberikan jawaban. Ia pun sumringah lantaran mendapatkan hadiah lantaran jawabannya benar.

Sebelumnya, Ketua Taruna Merah Putih, Ahmad Zarkasy dalam sambutannya mengulas sejarah hubungan antara NU dan nasionalis sejak perjuangan kemerdekaan. Bahkan hubungan terus berlanjut hingga saat ini.

Termasuk pada saat pencalonan presiden dan wakil presiden pada tahun 2004, yang mengusung pasangan nasionalis dan NU yang direpresentasikan Megawati Soekarno Putri dan KH Hasyim Muzadi. (isa/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...
HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...