Selasa
20 Oktober 2026 | 10 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Martin H Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Ponpes Al Islah Besuki

pdip-jatim-dprd-jatim-180922-martin-hamonangan-1

SITUBONDO – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Martin Hamonangan menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Pondok Pesantren Al Islah Besuki, Sabtu (17/9/22) malam.

Sosialisasi bertema Bangsa yang Utuh untuk Indonesia Tangguh dihadiri oleh pengurus MWC NU Besuki, Muslimat NU, Taruna Merah Putih dan masyarakat setempat.

Sosialiasi dilaksanakan pukul 20.00 dimulai dengan menyanyi bersama langu kebangsaan, Indonesia Raya. Berikutnya, disambung dengan lagu Syubbanul Wathan.

Martin Hamonangan dalam sambutannya mengatakan, antara kalangan nahdliyin dan nasionalis seperti tak bisa dipisahkan dalam upaya membangun bangsa dan negara sejak jaman perjuangan hingga mengisi kemerdekaan.  

“Sejarah perjalanan berbangsa dan bernegara, tak bisa lepas keterlibatan nahdliyin dan nasionalis. NU dan PDI Perjuangan selalu terlibat membangun bangsa,” katanya.

Martin juga mengulas bahwa untuk memotret Bangsa Indonesia diperlukan pemahaman terhadap empat pilar berbangsa dan bernegar. Yakni Pancasila, UUD Negara RI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tuggal Ika.

“Empat hal inilah yang harus kita pahami secara utuh,” kata wakil rakyat asal daerah pemilihan Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi ini.

Materi wawasan kebangsaan malam itu, secara umum disampaikan Martin seperti sosialisasi serupa di tempat berbeda. Yakni, disampaikan dengan gaya santai, dengan model dialog dua arah melalui kuis berhadiah.

Martin memancing gairah peserta dengan melemparkan pertanyaan terkait sosok pencipta lagu Syubbanul Wathan.

Pertanyaan pun disambar salah seorang peserta, Syamsul Arif yang maju ke depan forum dan memberikan jawaban. Ia pun sumringah lantaran mendapatkan hadiah lantaran jawabannya benar.

Sebelumnya, Ketua Taruna Merah Putih, Ahmad Zarkasy dalam sambutannya mengulas sejarah hubungan antara NU dan nasionalis sejak perjuangan kemerdekaan. Bahkan hubungan terus berlanjut hingga saat ini.

Termasuk pada saat pencalonan presiden dan wakil presiden pada tahun 2004, yang mengusung pasangan nasionalis dan NU yang direpresentasikan Megawati Soekarno Putri dan KH Hasyim Muzadi. (isa/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gandeng Kementerian Kehutanan, Sonny Edukasi Warga Cegah Kebakaran Hutan

SITUBONDO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong keterlibatan masyarakat sekitar kawasan ...
KABAR CABANG

PAC PDI Perjuangan Kalianget Gelar Lomba Layangan Tenong, Hadiah Mobil dan Paket Umrah

SUMENEP – Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, sukses menggelar lomba ...
LEGISLATIF

RAPBD Jember Rp 5,5 Triliun Belum Dibahas, Widarto Soroti Ketidaksiapan Pemkab

JEMBER – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Jember 2027 belum dimulai ...
KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...