Kamis
03 September 2026 | 5 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Marsono Terima 10 Aspirasi Aksi Damai Aliansi Masyarakat Tulungagung

PDIP-Jatim-Marsono-14122024

TULUNGAGUNG – Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Marsono, memberikan apresiasi kegiatan penyampaian pendapat atau aksi damai yang dilakukan Aliansi Masyarakat Tulungagung (AMT) di depan Kantor DPRD setempat, Jumat (13/12/2024).

Menurutnya, aksi damai menolak kehadiran ulama Ba’alawi di Kabupaten Tulungagung oleh AMT itu dilakukan secara santun, damai dan terjaga.

“Tuntutan yang disampaikan akan ditindaklanjuti dengan rapat pimpinan DPRD,” ujar Marsono.

Marsono menjelaskan, sebagai wakil rakyat, pihaknya akan meneruskan seluruh tuntutan dari AMT, baik kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat.

Akan tetapi, semuanya harus berdasarkan hasil rapat dari pimpinan DPRD Kabupaten Tulungagung sebagai jawaban dari keresahan masyarakat yang terjadi saat ini.

“Tidak menutup kemungkinan kertas tuntutan ini akan disampaikan kepada pemerintah eksekutif,” tutur Bendahara DPC PDI Perjuangan Tulungagung itu.

Sebelumnya, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Damai AMT, Mochamad Hanin Diyaudin, mengatakan bahwa aksi damai itu diikuti ribuan massa dari 53 unsur atau lembaga.

Menurutnya, aksi damai yang dilakukan bertujuan untuk menolak kehadiran ulama Ba’alawi, yakni Habib Syech Abdul Qodir Assegaf, yang akan melakukan dakwah di Kabupaten Tulungagung.

Pihaknya menilai, dakwah yang dilakukan ulama tersebut tidak hanya meresahkan, tetapi juga dianggap membelokkan sejarah Islam serta memicu provokasi terhadap pemerintah.

“Kami dari AMT dengan tegas menolak kehadiran Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Tulungagung untuk melakukan dakwah,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikmah Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru itu.

Dalam aksi damai tersebut, pihaknya membawa tema besar, yakni ‘Merajut Kebersamaan Merajut Persatuan’ serta menyampaikan 10 tuntutan kepada pemerintah, di antaranya, pertama, bersikap tegas terhadap klan Ba’alawi yang secara terang-terangan memalsukan nasab Rasulullah dan membelokkan sejarah bangsa. Kedua, menghentikan dan melarang segala aktivitas dakwah ba’alawi yang dinilai merusak aqidah dan provokatif melawan pemerintah.

Ketiga, secara tegas dan tuntas membersihkan situs sejarah palsu (makam, prasasti, dan bangunan sejarah lainnya. Keempat, bertindak preventif dan serius dalam memerangi ancaman FPI dan HTI reborn maupun gerakan lainnya yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Kelima, membantu segala bentuk dan upaya perjuangan PWI-LS bersama masyarakat dalam menjaga kemurnian ajaran agama dan kedaulatan bangsa.

Keenam, melarang imigran Yaman untuk berperan aktif dalam organisasi yang berafiliasi dengan pemerintah. Ketujuh, untuk melakukan pembersihan terhadap ASN yang terpapar paham ekstrimis dan berafiliasi dengan gerakan yang membahayakan NKRI.

Delapan, menghentikan intervensi asing yang merusak ideologi Pancasila. Sembilan, mencegah distorsi dan manipulasi sejarah local, nasional maupun international. Sepuluh, mengintegrasikan sejarah lokal dalam kurikulum pendidikan dasar, menengah dan tinggi. (sin/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Biaya Mahal Pilkades Dikhawatirkan Saring Kandidat Berkualitas

JEMBER – Mahalnya biaya pencalonan kepala desa mulai dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Jember. Mereka khawatir ...
KRONIK

Tampung Keluhan Wali Murid hingga Guru, Bupati Ipuk Bahas Isu Pendidikan di Forum Gesah Bareng

BANYUWANGI – Program “Gesah Bareng Ambi Bupati” kembali digelar, pada Rabu (2/9/2026), di Pendopo Sabha Swagata ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Usulkan Pendapatan Parkir Tiap Titik TJU Dibuka Real-Time, Publik Bisa Ikut Mengawasi

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mengusulkan agar pendapatan retribusi parkir di setiap titik ...
KABAR CABANG

Perolehan Pemilu 2024 Naik 13 Persen, PDI Perjuangan Kauman Komitmen Tingkatkan Trend Positif

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar Musyawarah Ranting ...
EKSEKUTIF

Sanusi Resmikan Eco Office, Program Hijau Akan Diperluas ke Seluruh OPD hingga Kecamatan

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menegaskan program Eco Office tidak akan berhenti di kantor Dinas Lingkungan Hidup ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Jatim: Raperda Kepemudaan Jangan Hanya Atur Kewenangan Pemerintah

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta Raperda tentang Penyelenggaraan Kepemudaan dan ...