oleh

Makan Nasbung Bersama, Cara Bupati Fauzi Temui Aktivis GPMS

-Berita Terkini-33 kali dibaca

SUMENEP – Ada strategi unik dan menarik yang dilakukan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dalam mendengarkan aspirasi dari elemen masyarakat.

Saat menerima aktivis Gerakan Peduli Masyarakat Sumenep (GPMS) yang menyuarakan aspirasinya, Fauzi menerima dan mendengar aspirasi mereka sambil makan nasi bungkus (nasbung) bersama di halaman Pemkab Sumenep.

Para mahasiswa yang tergabung dalam GPMS itu menyampaikan aspirasinya terkait bobroknya pelayanan di sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kalau bisa makan bersama, di tempat dan makanan yang sama seperti ini kan lebih akrab. Ini bagian dari bentuk kesamaan secara manusiawi,” kata Fauzi, Jumat (12/3/2021).

Dia mengapresiasi aspirasi yang disampaikan oleh para aktivis. Masukan dengan bentuk apapun, jelas Bupati Fauzi, akan diterimanya, apalagi memang masukan yang bertujuan untuk memperbaiki Sumenep ke depan.

“Kami tidak anti terhadap kritik. Apalagi kritik itu dibarengi dengan solusi,” ucap pria yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu.

Sementara Sudirman, salah seorang perwakilan Gerakan Peduli Masyarakat Sumenep (GPMS) menyatakan, banyak OPD yang kinerjanya hanya sebatas ABS (asal bapak senang).

Padahal, sebutnya, apa yang dilakukan OPD itu sangat merugikan rakyat. Banyak rakyat yang tertindas akibat kebijakan OPD yang tidak bekerja secara profesional.

“Ada sejumlah OPD yang belum melakukan pelayanan secara maksimal, salah satunya Rumah Sakit, Dinsos, Disdik, Satpol PP, DLH dan Bappeda. Mereka bekerja diluar aturan sehingga pelayanan tidak maksimal,” kata Sudirman.

Di Dinas Lingkungan Hidup, lanjut Sudirman, banyak petambak udang yang mengabaikan dampak lingkungannya. Mereka membuang limbahnya ke laut, akibatnya laut tercemari dan para nelayan tidak bisa memperoleh ikan di laut tersebut akibat air telah tercemari.

Satpol PP pun dinilai terkesan hanya menjadi pengawal pejabat dan bupati. Padahal, sebut Sudirman, tugas utamanya adalah penegak perda.

“Ini tanggung jawab Bupati yang baru untuk mengubah kebiasaan jelek ini. Kami rakyat biasa yang membutuhkan pelayanan serius,” tegasnya. (set)