Jumat
28 Agustus 2026 | 1 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Makan Nasbung Bersama, Cara Bupati Fauzi Temui Aktivis GPMS

IMG-20210313-WA0025_copy_1200x676

SUMENEP – Ada strategi unik dan menarik yang dilakukan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dalam mendengarkan aspirasi dari elemen masyarakat.

Saat menerima aktivis Gerakan Peduli Masyarakat Sumenep (GPMS) yang menyuarakan aspirasinya, Fauzi menerima dan mendengar aspirasi mereka sambil makan nasi bungkus (nasbung) bersama di halaman Pemkab Sumenep.

Para mahasiswa yang tergabung dalam GPMS itu menyampaikan aspirasinya terkait bobroknya pelayanan di sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kalau bisa makan bersama, di tempat dan makanan yang sama seperti ini kan lebih akrab. Ini bagian dari bentuk kesamaan secara manusiawi,” kata Fauzi, Jumat (12/3/2021).

Dia mengapresiasi aspirasi yang disampaikan oleh para aktivis. Masukan dengan bentuk apapun, jelas Bupati Fauzi, akan diterimanya, apalagi memang masukan yang bertujuan untuk memperbaiki Sumenep ke depan.

“Kami tidak anti terhadap kritik. Apalagi kritik itu dibarengi dengan solusi,” ucap pria yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu.

Sementara Sudirman, salah seorang perwakilan Gerakan Peduli Masyarakat Sumenep (GPMS) menyatakan, banyak OPD yang kinerjanya hanya sebatas ABS (asal bapak senang).

Padahal, sebutnya, apa yang dilakukan OPD itu sangat merugikan rakyat. Banyak rakyat yang tertindas akibat kebijakan OPD yang tidak bekerja secara profesional.

“Ada sejumlah OPD yang belum melakukan pelayanan secara maksimal, salah satunya Rumah Sakit, Dinsos, Disdik, Satpol PP, DLH dan Bappeda. Mereka bekerja diluar aturan sehingga pelayanan tidak maksimal,” kata Sudirman.

Di Dinas Lingkungan Hidup, lanjut Sudirman, banyak petambak udang yang mengabaikan dampak lingkungannya. Mereka membuang limbahnya ke laut, akibatnya laut tercemari dan para nelayan tidak bisa memperoleh ikan di laut tersebut akibat air telah tercemari.

Satpol PP pun dinilai terkesan hanya menjadi pengawal pejabat dan bupati. Padahal, sebut Sudirman, tugas utamanya adalah penegak perda.

“Ini tanggung jawab Bupati yang baru untuk mengubah kebiasaan jelek ini. Kami rakyat biasa yang membutuhkan pelayanan serius,” tegasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...
KRONIK

Soroti Anggaran Pemeliharaan Aplikasi Rp310 Juta, Alfan PDIP Jember: Belum Sebanding Kualitas Layanan

JEMBER – Anggaran pemeliharaan aset tidak berwujud dan aplikasi layanan masyarakat sebesar Rp310,3 juta di Dinas ...
KRONIK

Soroti 903 KK Minta Update Data, Agung Priyanto: Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Hak Gara-Gara Desil

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti penggunaan desil ...
SEMENTARA ITU...

Ribuan Warga Padati Siraman Gong Kyai Pradah, Tradisi Leluhur Blitar Tetap Lestari di Tengah Efisiensi

Ribuan warga memadati Alun-alun Lodoyo menyaksikan Siraman Gong Kyai Pradah. Tradisi leluhur Blitar tetap ...
KRONIK

Bebas Asap Rokok, Dua Tempat di Banyuwangi Ini Raih Penghargaan Tertinggi di Jawa Timur

BANYUWANGI – Komitmen Kabupaten Banyuwangi dalam menciptakan lingkungan yang sehat mendapat apresiasi di tingkat ...