Selasa
13 Oktober 2026 | 12 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Makan Nasbung Bersama, Cara Bupati Fauzi Temui Aktivis GPMS

IMG-20210313-WA0025_copy_1200x676

SUMENEP – Ada strategi unik dan menarik yang dilakukan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dalam mendengarkan aspirasi dari elemen masyarakat.

Saat menerima aktivis Gerakan Peduli Masyarakat Sumenep (GPMS) yang menyuarakan aspirasinya, Fauzi menerima dan mendengar aspirasi mereka sambil makan nasi bungkus (nasbung) bersama di halaman Pemkab Sumenep.

Para mahasiswa yang tergabung dalam GPMS itu menyampaikan aspirasinya terkait bobroknya pelayanan di sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kalau bisa makan bersama, di tempat dan makanan yang sama seperti ini kan lebih akrab. Ini bagian dari bentuk kesamaan secara manusiawi,” kata Fauzi, Jumat (12/3/2021).

Dia mengapresiasi aspirasi yang disampaikan oleh para aktivis. Masukan dengan bentuk apapun, jelas Bupati Fauzi, akan diterimanya, apalagi memang masukan yang bertujuan untuk memperbaiki Sumenep ke depan.

“Kami tidak anti terhadap kritik. Apalagi kritik itu dibarengi dengan solusi,” ucap pria yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu.

Sementara Sudirman, salah seorang perwakilan Gerakan Peduli Masyarakat Sumenep (GPMS) menyatakan, banyak OPD yang kinerjanya hanya sebatas ABS (asal bapak senang).

Padahal, sebutnya, apa yang dilakukan OPD itu sangat merugikan rakyat. Banyak rakyat yang tertindas akibat kebijakan OPD yang tidak bekerja secara profesional.

“Ada sejumlah OPD yang belum melakukan pelayanan secara maksimal, salah satunya Rumah Sakit, Dinsos, Disdik, Satpol PP, DLH dan Bappeda. Mereka bekerja diluar aturan sehingga pelayanan tidak maksimal,” kata Sudirman.

Di Dinas Lingkungan Hidup, lanjut Sudirman, banyak petambak udang yang mengabaikan dampak lingkungannya. Mereka membuang limbahnya ke laut, akibatnya laut tercemari dan para nelayan tidak bisa memperoleh ikan di laut tersebut akibat air telah tercemari.

Satpol PP pun dinilai terkesan hanya menjadi pengawal pejabat dan bupati. Padahal, sebut Sudirman, tugas utamanya adalah penegak perda.

“Ini tanggung jawab Bupati yang baru untuk mengubah kebiasaan jelek ini. Kami rakyat biasa yang membutuhkan pelayanan serius,” tegasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Traktor Bantuan APBN Diduga Menyimpang, DPRD Jember: Dinas Pertanian Tidak Bisa Memberikan Data

JEMBER – Dugaan penyimpangan bantuan traktor dari APBN 2025 di Kabupaten Jember belum terjawab. Sejumlah kelompok ...
KRONIK

Gema 111.111 Al-Waqiah di Sumenep, Bupati Fauzi Ajak ASN Perkuat Budaya Religius

SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menginisiasi gerakan pembacaan bersama 111.111 kali Surat Al-Waqiah. ...
KRONIK

Atasi Kekeringan Dampak El Nino, Sonny Salurkan Bantuan Air Bersih ke Siliragung

BANYUWANGI – Dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah ...
EKSEKUTIF

Promosi dan Mutasi Pejabat Pemkab Blitar Bakal Berbasis Manajemen Talenta

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan promosi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Dorong Media Partai Jadi Penyambung Lidah Rakyat

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mendorong perombakan mendasar dalam ...
LEGISLATIF

Sampah Sungai Ancam Picu Banjir, Ketua DPRD Kota Malang Dorong Pemasangan Trash Boom

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong Pemerintah Kota Malang memperkuat ...