Selasa
27 Oktober 2026 | 9 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator Surabaya Minta PDAM Lakukan Revolusi dan Inovasi Layanan

pdip-jatim-baktiono-fpdip-sby

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan di Komisi B DPRD Surabaya Baktiono minta PDAM setempat melakukan revolusi dan inovasi dalam memberi layanan kepada masyarakat.

Baktiono berharap, jangan sampai air bersih tidak mengalir ke rumah-rumah warga hingga berbulan-bulan atau tahunan.

Permintaan ini dia sampaikan menanggapi tak mengalirnya air PDAM seperti di kampung Jatisrono Barat, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir sekitar tiga bulan terakhir.

Menurut Baktiono, PDAM harus bekerja keras siang dan malam jika ada air belum atau tidak mengalir ke rumah warga Kota Pahlawan.

“Kalau satu atau dua hari masih dimaklumi, tapi kalau sudah bulanan dan tahun itu ini sudah tak wajar. Makanya saya selalu minta PDAM, termasuk ke dirut yang baru untuk memberikan layanan terbaik,” kata Baktiono, kemarin.

PDAM, tambah Baktiono, harus mampu mengambil skala prioritas. Wilayah yang debit airnya kecil harus bisa terlayani, karena air merupakan kebutuhan dasar warga.

Pelanggan yang sudah membayar, wajib mendapat pelayanan terbaik. “Ini keluhan sudah bertahun-tahun soal air bersih PDAM. Jangan sampai keluhan yang sama selalu berulang-ulang,” harapnya.

Pria yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini juga mengingatkan, Dirut PDAM yang baru harus turun lapangan dan menyelesaikan persoalan air bersih ke warga.

PDAM harus bertanggung jawab penuh jika ada gangguan atau air tak mengalir. Misalnya dengan mengirim air bersih melalui tangki kepada warga-warga.

“Di daerah Tenggumung Karya, sudah tiga tahun air PDAM belum bisa mengalir juga ke sana,” ungkap Baktiono.

Seperti diberitakan, sejak tiga bulan terakhir, air PDAM sama sekali tidak mengalir ke rumah-rumah warga kampung Jatisrono Barat.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga di 10 RT yang dihuni sekitar 1.000 kepala keluarga (KK) itu terpaksa mengandalkan air bersih yang dibeli dari kampung tetangga, yakni Wonosari seharga Rp 2.000 per jeriken.

Awal gangguan air bersih bermula ketika siang hari air tidak mengalir dan baru pada malam hari air keluar dari keran jaringan PDAM. Gangguan tersebut ternyata makin memberatkan warga yang mengandalkan air bersih dari PDAM. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Rider Trail Perkuat Gotong Royong, Bantu Pembangunan Masjid di Trenggalek

TRENGGALEK – Hobi memacu adrenalin di jalur perbukitan dan hutan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. ...
KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...
KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Pelaku Bullying di Kediri Bisa Di-DO, Guru dan Orang Tua Diminta Terlibat

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi tindakan perundungan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Dukung Perpres Ojol, Dewanti Desak Juknis Transparan

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendukung penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun ...
KRONIK

Pemkot Surabaya Tekan Polusi Udara Lewat Kereta SRRL dan Pembatasan Truk

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memfokuskan penanganan polusi udara pada dua kebijakan kunci, yakni ...