oleh

Legislator Sumenep: Selama Orba Kita Berpancasila Hanya di Bangku Sekolah

SUMENEP – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep Darul Hasyim Fath dari dapil Kepulauan mengatakan, peringatan Hari Lahir Pancasila berupa pengibaran bendera merah putih di halaman rumah memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat kepulauan.

“Selama orde baru (orba) kita berpancasila hanya di bangku sekolah. Kita mengetahui arti dan makna teks Pancasila setiap upacara hari Senin,” kata Darul, di Kepulauan Masalembu, Sumenep, Madura, Selasa (2/6/2020).

Dia menyebut, peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni membuka wawasan masyarakat untuk lebih memahami dasar negara. Setelah sekian lama, menurut Darul, Pancasila hanya ditafsirkan sebagai alat doktrin kepegawaian.

“Dalam ingatan masyarakat, Pancasila itu syarat jadi pegawai. Kalau kita mau jadi pegawai, ya harus hafal Pancasila dan butir-butirnya,” jelas Ketua Komisi I DPRD Sumenep ini.

Keputusan Presiden Joko Widodo yang menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, sebut Darul, adalah keputusan yang tepat.

Menurutnya, dengan peringatan Hari Lahir Pancasila itulah masyarakat lebih mengenal Bung Karno dan spirit gotong royong dalam Pancasila.

“Sekarang masyarakat jadi tahu hubungan Pancasila dengan Bung Karno. Mereka jadi ngeh kalau Bung Karnolah yang mennggali Pancasila dari nilai-nilai luhur masyarakat Indonesia. Dengan Pancasila harapan dan optimisme masyarakat lebih menyala,” urai Darul.

Karena itu, Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Sumenep ini berharap, peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum bersama untuk melakukan upaya-upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat kepulauan.

“Semoga dengan semangat berpancasila, masyarakat kepulauan mendapatkan kue pembangunan dan kesejahteraan. Semangat gotong royong harus kita maknai pembangunan secara merata dan berkeadilan. Dengan demikian, ada perbaikan infrastruktur dan perekonomian bagi masyarakat kepulauan,” harapnya. (set)