Sabtu
15 Agustus 2026 | 8 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator Sarankan Pemkot Surabaya Revisi Perda RTRW

pdip-jatim-armuji-rakernas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Armuji sarankan pemerintah kota agar mengubah atau merevisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Surabaya yang dinilai butuh penyesuaian.

Armuji mengatakan, RTRW yang ada saat ini belum rinci sehingga belum jelas kapan pelaksanaannya. Hal inilah yang menurutnya, bisa merugikan warga dan investor.

Menurutnya, ketika ada lahan yang terkena perencanaan kota dan dibutuhkan Pemkot Surabaya, seyogianya ada kepastian kapan pelaksanaan pembangunan akan dilakukan.

Bukan kemudian melarang pembangunan karena ada rencana dijadikan jalan, tapi tidak diberi kepastian kapan akan dilakukan pembangunan dan pembebasan.

“Hal itu akhirnya menggantungkan pihak lain. Dibangun tidak boleh, tapi tidak diberi kejelasan kapan akan dibebaskan,” kata Armuji, kemarin.

Dia mencontohkan kasus lahan yang ada di daerah Semolowaru, yang mana ada pengembang yang punya lahan di kawasan tersebut, namun digantung nasibnya bertahun-tahun lantaran status tanahnya yang juga digantung pemkot.

Rencananya,  pengembang itu menggunakan lahannya sebagai bangunan properti. Tapi ternyata pemkot tidak membolehkan ada pembangunan di lahan tersebut, karena terkena rencana jalan.

“Saya mengetahui persoalan tersebut setelah si pengembang mengadukan ke DPRD Surabaya,” ujar legislator yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

Saat di dewan, lanjut dia, pengembang mengaku tidak memasalahkan jika akhirnya lahan miliknya tersebut digunakan sebagai fasum atau jalan. Hanya, yang mereka perlukan adanya kejelasan, kapan akan dibebaskan.

“Jangan digantung, pengurusan izin tidak bisa dilakukan, sedangkan lahan juga tidak kunjung dibebaskan. Kondisi itu menurut mereka sangat merugikan. Padahal kalau ada pembangunan di sana, yang untung juga Surabaya. Ekonominya juga akan berjalan dan tumbuh,” ujar Armuji.

Tidak hanya di Semolowaru, tambah Armuji, kasus serupa juga terjadi di sejumlah kawasan, seperti Gunung Anyar dan juga di kawasan Bukit Mas.

Terkait masalah ini, Armuji berharap pemkot tidak bersikap semena-mena. Terlebih status Surabaya sebagai kota perdagangan dan jasa, seharusnya tidak mempersulit pengusaha, atau bahkan malah merugikan pengusaha yang justru ingin membangun Surabaya.

“Kami minta agar ada perubahan atau revisi atas Perda RTRW Surabaya,” kata politisi senior ini. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Masih Andalkan Dana Transfer Pusat, Pemkab Diminta Genjot PAD

MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan diminta untuk terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) seiring postur ...
SEMENTARA ITU...

Punjul: Kepemimpinan Bukan soal Kedudukan, tapi Seberapa Besar Manfaat

BATU – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Batu, Punjul Santoso, mengingatkan para pengurus muda ...
SEMENTARA ITU...

Pesan Doding untuk Paskibraka Trenggalek: Kalian Bukan Sekadar Pengibar Bendera

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi berpesan kepada Paskibraka 2026 agar tidak memaknai tugas pengibaran bendera ...
KRONIK

Gesah Bareng Ambi Bupati: Cara Ipuk Cari Solusi Langsung Masalah Pangan

BANYUWANGI – Berbagai persoalan yang dihadapi petani, nelayan, peternak, hingga pelaku perkebunan di Banyuwangi ...
KRONIK

Relief Gumuk Lumpang Rusak, DPRD Jember Minta Dugaan Perusakan Diusut

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta polisi mengusut dugaan perusakan Objek Diduga Cagar ...
LEGISLATIF

Kelebihan Bayar Rp 566 Juta Proyek Alun-Alun Sidoarjo, DPRD Desak Pemkab Benahi Manajemen Pengawasan

SIDOARJO – Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengenai kelebihan pembayaran sebesar Rp 566,44 juta pada ...