Senin
26 Oktober 2026 | 4 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator Sarankan Pemkot Surabaya Revisi Perda RTRW

pdip-jatim-armuji-rakernas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Armuji sarankan pemerintah kota agar mengubah atau merevisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Surabaya yang dinilai butuh penyesuaian.

Armuji mengatakan, RTRW yang ada saat ini belum rinci sehingga belum jelas kapan pelaksanaannya. Hal inilah yang menurutnya, bisa merugikan warga dan investor.

Menurutnya, ketika ada lahan yang terkena perencanaan kota dan dibutuhkan Pemkot Surabaya, seyogianya ada kepastian kapan pelaksanaan pembangunan akan dilakukan.

Bukan kemudian melarang pembangunan karena ada rencana dijadikan jalan, tapi tidak diberi kepastian kapan akan dilakukan pembangunan dan pembebasan.

“Hal itu akhirnya menggantungkan pihak lain. Dibangun tidak boleh, tapi tidak diberi kejelasan kapan akan dibebaskan,” kata Armuji, kemarin.

Dia mencontohkan kasus lahan yang ada di daerah Semolowaru, yang mana ada pengembang yang punya lahan di kawasan tersebut, namun digantung nasibnya bertahun-tahun lantaran status tanahnya yang juga digantung pemkot.

Rencananya,  pengembang itu menggunakan lahannya sebagai bangunan properti. Tapi ternyata pemkot tidak membolehkan ada pembangunan di lahan tersebut, karena terkena rencana jalan.

“Saya mengetahui persoalan tersebut setelah si pengembang mengadukan ke DPRD Surabaya,” ujar legislator yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

Saat di dewan, lanjut dia, pengembang mengaku tidak memasalahkan jika akhirnya lahan miliknya tersebut digunakan sebagai fasum atau jalan. Hanya, yang mereka perlukan adanya kejelasan, kapan akan dibebaskan.

“Jangan digantung, pengurusan izin tidak bisa dilakukan, sedangkan lahan juga tidak kunjung dibebaskan. Kondisi itu menurut mereka sangat merugikan. Padahal kalau ada pembangunan di sana, yang untung juga Surabaya. Ekonominya juga akan berjalan dan tumbuh,” ujar Armuji.

Tidak hanya di Semolowaru, tambah Armuji, kasus serupa juga terjadi di sejumlah kawasan, seperti Gunung Anyar dan juga di kawasan Bukit Mas.

Terkait masalah ini, Armuji berharap pemkot tidak bersikap semena-mena. Terlebih status Surabaya sebagai kota perdagangan dan jasa, seharusnya tidak mempersulit pengusaha, atau bahkan malah merugikan pengusaha yang justru ingin membangun Surabaya.

“Kami minta agar ada perubahan atau revisi atas Perda RTRW Surabaya,” kata politisi senior ini. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Diana Sasa Pimpin KBI Magetan, Perluas Minat Anak Muda terhadap Kickboxing

MAGETAN – Diana AV Sasa ingin semakin banyak anak muda Magetan mengenal dan tertarik mencoba kickboxing. Baginya, ...
KRONIK

Merah Muda Fest 2026: Belajar Memahami Sesama, Merawat Alam, dan Menumbuhkan Kepedulian

JAKARTA – Kepedulian tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, ia tumbuh dari kesediaan mempelajari cara ...
SEMENTARA ITU...

Banteng Futsal League Ngawi: Dari Wazza yang Juara hingga Rizky yang Belajar dari Kekalahan

NGAWI – Usianya baru 14 tahun. Bangku sekolah masih menjadi kesehariannya, tetapi Minggu (25/10/2026), Wazza ...
KRONIK

Merah Muda Fest 2026, Repdem Dorong Ruang Politik bagi Anak Muda

Banu Lesmana Bagaskara menilai Gen Z bukan generasi apolitis, tetapi masih menghadapi hambatan masuk partai ...
KRONIK

Dari Sumenep ke Jakarta, Rafiq Membawa Cerita Madura dan Semangat Merawat Indonesia

JAKARTA – Perjalanan dari Sumenep menuju Jakarta bukan sekadar perpindahan dari satu kota ke kota lain bagi ...
EKSEKUTIF

Marhaen Djumadi Dorong Penguatan Pangan dan Kesejahteraan Petani Nganjuk

NGANJUK – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menilai kebijakan pemerintah pusat terkait harga gabah membantu memberikan ...