BATU – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Daniel Rohi, meminta penyelidikan dugaan kasus kekerasan seksual dan eksploitasi anak di Sekolah Selamat Pagi (SPI) Kota Batu diusut tuntas. Dia mengaku prihatin dan sedih atas terjadinya peristiwa ini.
Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur itu juga menjelaskan apabila dugaan tersebut memang benar terjadi, secara langsung hal itu mencoreng wajah dunia pendidikan di Jawa Timur.
“Makanya keinginan kami dugaan kasus ini bisa diproses secara hukum dan kita kawal agar transparan serta adil supaya semua yang terlibat dalam kasus ini bisa mendapat hukuman yang setimpal sesuai perbuatannya,” terang Daniel, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/6/2021).
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut meminta kepada Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur untuk melakukan investigasi secara menyeluruh. Dalam rangka mencari akar penyebab terjadinya kasus ini.
“Harapan kami proses pembelajaran bisa tetap berjalan seperti biasa dan tidak terganggu dengan kasus yang sedang terjadi. Sehingga siswa tidak dirugikan karena sekolahan mereka mengalami pemberitaan yang sangat luas akhir-akhir ini,” harapnya.
Dugaan kasus kekerasan seksual dan eksploitasi anak, menurutnya, harus ditindaklanjuti oleh pihak sekolah secara serius. Seperti peningkatan pengawasan kepada seluruh pihak di lingkungan sekolah, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Pengawasan harus ditingkatkan, agar tidak ada hal serupa dimasa mendatang terlebih pada peserta didik,” ujar Daniel.
Sementara itu, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu, Khamim Tohari mengaku miris terhadap kabar tersebut. Peristiwa ini, menurutnya apabila benar terjadi ini adalah sebuah hal yang di luar dugaan semua pihak.
“Sedikitpun tak terbesit hati berburuk sangka pada sang terduga sebagai pelakunya. Karena SPI ini sekolah yang luar biasa untuk pembelajaran tentang pariwisata dan entrepreneur,” ungkap Khamim Tohari.
Pihaknya juga mendesak kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk memberikan atensi dan pengawasan yang lebih terhadap dugaan kekerasan seksual dan eksploitasi anak ini.
“Adanya peristiwa ini kami terus berkoordinasi dengan mereka, kami berharap persoalan ini tidak berdampak lebih kepada sekolah-sekolah lainnya karena kegiatan pembelajaran tatap muka di Kota Batu akan dimulai dalam waktu dekat,” pungkasnya. (ace/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










