Rabu
23 September 2026 | 11 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator: Perencanaan Proyek Pemkot Surabaya Lemah

pdip-jatim-Syaifuddin-Zuhri-Sek-DPC-Sby.750x375

21SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri berpendapat, tak maksimalnya serapan anggaran di proyek-proyek fisik Pemkot Surabaya akibat lemahnya perencanaan pekerjaan. Akibatnya, sampai jelang tutup tahun, banyak proyek yang keteteran.

Menurut Syaifuddin, selama ini pihaknya sulit melakukan fungsi kontrol terhadap proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya.

Para pejabat pembuat komitmen (PPK), sebutnya, juga tidak pernah menghadiri rapat-rapat maupun hearing yang digelar DPRD Surabaya.

Karena itu, problem di lapangan sulit terpetakan. “Yang selalu datang kepala dinas,” kata Syaifuddin, kemarin.

Saat pembahasan APBD 2017 lalu, rendahnya serapan anggaran sebenarnya sudah tercium. Indikasinya, banyak proyek yang baru saja dilelang, padahal sudah lewat akhir tahun.

Dewan pun mempertanyakan, apakah mungkin semua kegiatan tersebut akan terlaksana. “Namun mereka menjanjikan akan selesai,” ujar pria yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.

Sebenarnya, jauh-jauh hari dewan telah mengimbau DPUBMP untuk melakukan lelang sebelum Agustus. Sebab, jika lebih, proyek akan terkesan terburu-buru dan tidak terawasi secara maksimal.

Sementara itu, Wali Kota Tri Rismaharini mengakui, untuk saat ini posisi serapan anggaran dinas fisik memang ada yang masih jeblok. Misalnya DPUBMP yang serapan anggarannya sampai Desember 2016 hanya 49 persen.

Risma menjelaskan, berdasarkan evaluasi, memang untuk pengerjaan beberapa proyek fisik ada yang mengalami miss komunikasi pekerjaan.

“Misalnya ada yang nggak boleh kerja pagi makanya kita kerjakan malam, ternyata nggak boleh juga kerja malam. Padahal kan nggak bisa misalnya kita nggarap box culvert yang ada di Jemur Ngawinan itu, harus malam, sebab alatnya besar-besar,” jelas Risma.

Lalu juga untuk pengerjaan proyek box culvert juga diakui Risma terkendala masalah cuaca. Serta ada proyek juga yang mengalami penolakan warga. Seperti proyek saluran di kampung kampung.

Meski anggaran PU serapannya terlihat kecil, jelas Risma, namun fisik di lapangan sejatinya sudah tinggi. Pihaknya optimistis, hingga akhir tahun serapannya bisa mencapai 90 persen sebagaimana tahun lalu. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Guntur Wahono Targetkan 3–5 Sekolah Tiap Wilayah Dapil 7 Miliki Marching Band

Guntur Wahono menargetkan setiap wilayah di Dapil 7 Jatim memiliki 3–5 sekolah dengan fasilitas marching band dan ...
SEMENTARA ITU...

Doding Dorong Wisata Alam Pegunungan Trenggalek Dipadu Kuliner

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mendorong pengembangan wisata alam pegunungan yang dipadukan kuliner untuk ...
LEGISLATIF

Puan Dorong Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia Usai Banjir Bandang Solok

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat antisipasi ...
EKSEKUTIF

Eri Buka Keringanan Sanksi bagi Pembongkar Jaringan Pungli di Pemkot Surabaya

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membuka peluang keringanan sanksi bagi pegawai yang terlibat pungutan ...
KRONIK

Cegah Stunting, Mbak Nia Dorong Keluarga Perkuat Gizi dan Pendampingan Anak

SUMENEP – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mengajak masyarakat memperkuat upaya ...
LEGISLATIF

Sri Untari Bawa Aspirasi Guru Olahraga ke Raperda Keolahragaan dan Kepemudaan

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno memastikan berbagai aspirasi guru olahraga akan dibawa ...