Senin
14 September 2026 | 12 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator: Perencanaan Proyek Pemkot Surabaya Lemah

pdip-jatim-Syaifuddin-Zuhri-Sek-DPC-Sby.750x375

21SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri berpendapat, tak maksimalnya serapan anggaran di proyek-proyek fisik Pemkot Surabaya akibat lemahnya perencanaan pekerjaan. Akibatnya, sampai jelang tutup tahun, banyak proyek yang keteteran.

Menurut Syaifuddin, selama ini pihaknya sulit melakukan fungsi kontrol terhadap proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya.

Para pejabat pembuat komitmen (PPK), sebutnya, juga tidak pernah menghadiri rapat-rapat maupun hearing yang digelar DPRD Surabaya.

Karena itu, problem di lapangan sulit terpetakan. “Yang selalu datang kepala dinas,” kata Syaifuddin, kemarin.

Saat pembahasan APBD 2017 lalu, rendahnya serapan anggaran sebenarnya sudah tercium. Indikasinya, banyak proyek yang baru saja dilelang, padahal sudah lewat akhir tahun.

Dewan pun mempertanyakan, apakah mungkin semua kegiatan tersebut akan terlaksana. “Namun mereka menjanjikan akan selesai,” ujar pria yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.

Sebenarnya, jauh-jauh hari dewan telah mengimbau DPUBMP untuk melakukan lelang sebelum Agustus. Sebab, jika lebih, proyek akan terkesan terburu-buru dan tidak terawasi secara maksimal.

Sementara itu, Wali Kota Tri Rismaharini mengakui, untuk saat ini posisi serapan anggaran dinas fisik memang ada yang masih jeblok. Misalnya DPUBMP yang serapan anggarannya sampai Desember 2016 hanya 49 persen.

Risma menjelaskan, berdasarkan evaluasi, memang untuk pengerjaan beberapa proyek fisik ada yang mengalami miss komunikasi pekerjaan.

“Misalnya ada yang nggak boleh kerja pagi makanya kita kerjakan malam, ternyata nggak boleh juga kerja malam. Padahal kan nggak bisa misalnya kita nggarap box culvert yang ada di Jemur Ngawinan itu, harus malam, sebab alatnya besar-besar,” jelas Risma.

Lalu juga untuk pengerjaan proyek box culvert juga diakui Risma terkendala masalah cuaca. Serta ada proyek juga yang mengalami penolakan warga. Seperti proyek saluran di kampung kampung.

Meski anggaran PU serapannya terlihat kecil, jelas Risma, namun fisik di lapangan sejatinya sudah tinggi. Pihaknya optimistis, hingga akhir tahun serapannya bisa mencapai 90 persen sebagaimana tahun lalu. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

SRC 2026 Jadi Kawah Candradimuka, Surabaya Bidik 250 Emas di Porprov 2027

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadikan Surabaya Rising Champion (SRC) 2026 sebagai salah satu ...
HEADLINE

Soekarno Run Banyuwangi Libatkan Disabilitas Netra Layani Sport Massage Pelari

Soekarno Run Banyuwangi melibatkan penyandang disabilitas netra dalam layanan sport massage bagi peserta sebagai ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Gelar Pelatihan Pelatihan Kader Perempuan Akar Rumput

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar pelatihan kader perempuan ...
KABAR CABANG

Perkuat Akar Rumput, DPC PDIP Kota Batu Road Show Serahkan SK ke Ranting

MALANG — Memperkuat konsolidasi hingga tingkat akar rumput, DPC PDI Perjuangan Kota Batu memilih turun langsung ...
KRONIK

Bupati Fauzi di Tatorbangan Ritual Culture 2026: Generasi Muda Harus Ambil Peran Jaga Warisan Leluhur

SUMENEP – Pemerintah Desa (Pemdes) Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, menggelar Tatorbangan Ritual ...
KRONIK

Atasi Kekeringan di Bojonegoro, Legislator Amin Thohari Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Terdampak

​BOJONEGORO – Musim kemarau panjang yang memicu kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ...