Minggu
19 April 2026 | 7 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator Banteng Lumajang di Ladang Tebu

IMG-20250926-WA0010_copy_624x393

LUMAJANG – Anggota DPRD Kabupaten Lumajang, Bukasan menyapa para petani dan buruh tani di wilayah Kecamatan Padang, Rabu (24/9/2025) siang.

Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati dan merayakan Hari Tani Nasional tahun 2025.

Bukasan mengatakan bahwa kehadirannya sebagai bentuk support dan motivasi, serta memberikan semangat kepada para petani.

Pasalnya, dari mereka stok kebutuhan dasar masyarakat bisa terpenuhi, baik masyarakat Indonesia secara umum maupun masyarakat Kabupaten Lumajang secara khusus.

“Hari ini, saya menemui para petani dan buruh tani untuk berdiskusi dan berdialog, barangkali ada permasalahan atau kesulitan yang dialami selama bertani. Yang mana, nantinya aspirasi ini akan kami sampaikan ketika rapat-rapat bersama OPD maupun dengan pemerintah daerah,” ujar Bukasan.

Kata Bukasan, petani bukan melulu soal persawahan. Namun petani juga meliputi area perkebunan, yang menghasilkan tebu, ubi jalar, ketela, dan tanaman holtikultura lainnya. Mengingat, memang pada dasarnya, kata Bukasan, kurang lebih 90% wilayah Kecamatan Padang adalah lahan perkebunan.

“Banyak sekali aspirasi yang saya tampung dari para petani dan buruh tani ini, diantaranya persoalan pupuk. Meskipun mereka sudah masuk RDKK, namun kenyataannya masih kesulitan mendapatkan pupuk subsidi, dan akhirnya secara terpaksa membeli pupuk non subsidi dan tentu harganya lebih mahal,” jelasnya.

Sekretaris PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa kondisi ini menyebabkan biaya produksi meningkat, sementara hasil yang didapatkan tidak seperti yang diharapkan. Alhasil, seriingkali pihaknya mendengarkan bahwa para petani dan buruh tani ini tidak bisa menghasilkan pendapatan yang diharapkan pula.

“Ini menjadi catatan saya, yang nantinya akan saya sampaikan melalui rapat-rapat di DPRD, baik pandangan umum dan pandangan akhir fraksi, maupun rapat dengan stakeholder dan pemerintah daerah,” katanya.

Pihaknya berharap, para petani dan buruh tani ini mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, baik pemerintah daerah, provinsi, maupun pemerintah pusat.

“Sejauh ini, walaupun mereka menjadi penyumbang PDRB tertinggi, namun perhatian terhadap petani dan buruh tani masih kurang dari pemerintah,” tutupnya. (ndy/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Hari Kartini 2026, Yudi Meira Tegaskan Peran Perempuan Strategis di PDIP Blitar

Yudi Meira tegaskan peran strategis perempuan dalam politik PDIP Blitar pada momentum Hari Kartini 2026, dorong ...
KABAR CABANG

Tari Reco Banteng Buka Musancab PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI – Hentakan kaki para penari memecah suasana Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Minggu (19/4/2026). Irama ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual, Soroti Kasus di Kampus

Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di kampus dan mendorong evaluasi menyeluruh ...
EKSEKUTIF

Bongkar Fasad Eks Toko Nam, Pemkot Surabaya Kembalikan Fungsi Pedestrian

Pemkot Surabaya akan membongkar fasad eks Toko Nam di Embong Malang untuk mengembalikan fungsi pedestrian, tetap ...
KRONIK

HUT Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Bupati Ipuk Sebut Momentum Perkuat Harmoni

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri perayaan HUT ke-242 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) ...
RUANG MERAH

Setelah Persamuhan di Bandung, 71 Tahun Silam…

Oleh Eri Irawan* SETELAH persamuhan di Bandung, 71 tahun silam, dunia tidak banyak berubah. Perang Dingin memang ...