Rabu
02 September 2026 | 12 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator Banteng Lumajang di Ladang Tebu

IMG-20250926-WA0010_copy_624x393

LUMAJANG – Anggota DPRD Kabupaten Lumajang, Bukasan menyapa para petani dan buruh tani di wilayah Kecamatan Padang, Rabu (24/9/2025) siang.

Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati dan merayakan Hari Tani Nasional tahun 2025.

Bukasan mengatakan bahwa kehadirannya sebagai bentuk support dan motivasi, serta memberikan semangat kepada para petani.

Pasalnya, dari mereka stok kebutuhan dasar masyarakat bisa terpenuhi, baik masyarakat Indonesia secara umum maupun masyarakat Kabupaten Lumajang secara khusus.

“Hari ini, saya menemui para petani dan buruh tani untuk berdiskusi dan berdialog, barangkali ada permasalahan atau kesulitan yang dialami selama bertani. Yang mana, nantinya aspirasi ini akan kami sampaikan ketika rapat-rapat bersama OPD maupun dengan pemerintah daerah,” ujar Bukasan.

Kata Bukasan, petani bukan melulu soal persawahan. Namun petani juga meliputi area perkebunan, yang menghasilkan tebu, ubi jalar, ketela, dan tanaman holtikultura lainnya. Mengingat, memang pada dasarnya, kata Bukasan, kurang lebih 90% wilayah Kecamatan Padang adalah lahan perkebunan.

“Banyak sekali aspirasi yang saya tampung dari para petani dan buruh tani ini, diantaranya persoalan pupuk. Meskipun mereka sudah masuk RDKK, namun kenyataannya masih kesulitan mendapatkan pupuk subsidi, dan akhirnya secara terpaksa membeli pupuk non subsidi dan tentu harganya lebih mahal,” jelasnya.

Sekretaris PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa kondisi ini menyebabkan biaya produksi meningkat, sementara hasil yang didapatkan tidak seperti yang diharapkan. Alhasil, seriingkali pihaknya mendengarkan bahwa para petani dan buruh tani ini tidak bisa menghasilkan pendapatan yang diharapkan pula.

“Ini menjadi catatan saya, yang nantinya akan saya sampaikan melalui rapat-rapat di DPRD, baik pandangan umum dan pandangan akhir fraksi, maupun rapat dengan stakeholder dan pemerintah daerah,” katanya.

Pihaknya berharap, para petani dan buruh tani ini mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, baik pemerintah daerah, provinsi, maupun pemerintah pusat.

“Sejauh ini, walaupun mereka menjadi penyumbang PDRB tertinggi, namun perhatian terhadap petani dan buruh tani masih kurang dari pemerintah,” tutupnya. (ndy/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Antisipasi Karhutla saat Kemarau, Bupati Fauzi Terbitkan SE Larangan Bakar Lahan

SUMENEP – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kekeringan 2026 menjadi perhatian serius ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Minta Proyeksi Pembiayaan Pilgub Jatim dan Dasar Dana Cadangan Rp600 M Diperjelas

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta Pemprov Jatim memperjelas proyeksi keseluruhan kebutuhan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang: Perubahan APBD Jangan Sekadar Geser Angka, Harus Berdampak ke Rakyat

MALANG — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mengingatkan Pemerintah Kabupaten Malang agar Perubahan APBD ...
HEADLINE

Dua Ambulans DPC Sidoarjo Bantu Evakuasi Ratusan Santri Keracunan Makanan 

SIDOARJO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo menerjunkan dua tim ambulans dalam peristiwa keracunan massal ...
LEGISLATIF

P-APBD 2026 Disahkan, Ketua DPRD Ngawi Ingatkan 5 Program Prioritas RKPD

NGAWI – Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Yuwono Kartiko (King) mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi agar ...
KRONIK

Bupati Fauzi Minta KONI Sumenep Perkuat Pembinaan Atlet Muda

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini untuk ...