oleh

Kurangi Pengangguran, Pemkab Gresik Menggandeng Swasta Bangun Rumah Vokasi

-Eksekutif-34 kali dibaca

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik terus berinovasi untuk mengurangi angka pengangguran. Kali ini, berkolaborasi dengan pihak swasta, mendirikan rumah vokasi untuk meningkatkan keahlian lulusan sekolah yang siap terjun ke dunia kerja.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, Rumah Vokasi Gresik merupakan upaya bersama antara Pemerintah Kabupaten Gresik dengan Kadin, Apindo, dan Hipmi.

Tujuannya untuk menghadapi tantangan industrialisasi ke depan, khususnya menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Gresik.

“Lewat Rumah Vokasi ini, kami ingin memberikan mental yang kuat lewat pemberian skill dan keahlian kepada lulusan SMK, sehingga bisa lebih tangguh dalam bertahan di dunia industri masa kini,” kata Gus Yani.

Bupati yang diusung PDI Perjuangan itu mengajak seluruh generasi muda utamanya lulusan SMK agar bisa mengikuti pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh Rumah Vokasi sebelum berkarir di perusahaan.

“Mudah-mudahan ini menjadi berkah, dan ini bisa membantu pemerintah untuk menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Gresik,” tandasnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang hadir dan meresmikan rumah vokasi tersebut menceritakan perihal Presiden Joko Widodo yang menyampaikan secara khusus mengenai pentingnya pendidikan vokasi.

Apalagi, Kabupaten Gresik yang merupakan kota industri ditambah dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tentunya membuat vokasi dibutuhkan. Hal inilah yang perlu dilatih secara spesifik sehingga masyarakat di wilayah Gresik tidak hanya jadi penonton.

“Saya tidak melihat besarnya ruangan, tetapi substansi dari rumah vokasi adalah kebutuhan kita di sebuah provinsi yang industri manufakturnya lebih dari 30%. Kalau kita mendapatkan vokasi dari berbagai expertise dari Jerman, maka lompatan vokasi dari seluruh tenaga kerja kita Insya Allah akan menjadi luar biasa,” ujar Khofifah.

Khofifah juga memberikan apresiasinya kepada Kadin Jatim yang secara cepat mengambil peran dalam pelatihan dan pendidikan vokasi. Pendidikan vokasi ini sangat penting ditengah dinamika industrialisasi dan industri manufaktur.

“Gresik merupakan ring satu untuk area industri. Oleh karenanya, penyiapan masyarakat gresik untuk memiliki vokasi tertentu menjadi sangat penting untuk pemenuhan kebutuhan industri yang ada di gresik,” pungkasnya.

Diketahui, dalam peresmian tersebut juga dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, Ketua Apindo Jatim Edi Wijanarko, Direktur Rumah Vokasi yang juga Ketua Kadin Gresik M. Choirul Rizal, Ketua Apindo Gresik Alfan Wahyuddin, serta tamu jauh dari Jerman yakni IHK Jerman Andreas Gosche.

Sementara itu, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, angka pengangguran di Gresik cukup mencapai 56.187 orang atau sekitar 8 persen dari jumlah penduduk. (mus/hs)