SURABAYA — Rangkaian penjaringan calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kota Surabaya resmi rampung. Tahapan ini ditutup melalui rapat konsolidasi PAC bersama Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) ranting di Daerah Pemilihan (Dapil) 5, Minggu (1/2/2026).
Konsolidasi yang digelar di Gedung Graha Nusantara, Jalan Bibis Tama Surabaya, menjadi penutup agenda serupa di seluruh kecamatan se-Kota Surabaya. Sebanyak 231 peserta hadir, mewakili PAC dan ranting dari Kecamatan Asemrowo, Tandes, Pakal, Benowo, Sambikerep, Lakarsantri, Karangpilang, Wiyung, dan Dukuh Pakis.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menyampaikan bahwa konsolidasi PAC merupakan agenda lima tahunan partai sebagaimana diatur dalam Peraturan Partai (PP) Nomor 21 Tahun 2025. Agenda ini bertujuan menjaring kader-kader terbaik untuk memimpin struktur partai di tingkat kecamatan.
“PDI Perjuangan adalah partai terbuka. Kami mendorong PAC dan ranting mengusulkan kader-kader potensial, baik dari kalangan Gen Z, milenial, maupun tokoh masyarakat, agar ikut terlibat membesarkan demokrasi dan membangun bangsa,” ujar Syaifuddin, dikutip Selasa (3/2/2026).
Politisi yang akrab disapa Ipuk ini menegaskan, konsolidasi di Dapil 5 sekaligus menandai tuntasnya penjaringan calon Ketua PAC di seluruh Surabaya. Proses tersebut berlangsung demokratis dan mendapat partisipasi aktif dari struktur partai di tingkat bawah.
“Setiap PAC wajib mengusulkan minimal lima nama calon Ketua PAC. Lebih dari itu boleh, tapi tidak boleh kurang,” jelasnya.
Ia menyebut antusiasme peserta menjadi cerminan kuatnya semangat kader di akar rumput. Menurutnya, inilah wajah partai yang terbuka dan responsif terhadap aspirasi kader maupun masyarakat.
“Alhamdulillah, ini rangkaian terakhir. Penjaringan berjalan lancar dan penuh semangat. Nuansanya demokratis dan inklusif,” imbuhnya.
Tahapan berikutnya adalah pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang dijadwalkan berlangsung pada Maret atau April 2026.
Lebih jauh, Syaifuddin menekankan peran strategis PAC sebagai ujung tombak partai dalam menjaga soliditas organisasi sekaligus menyerap aspirasi warga di tingkat akar rumput.
“Kekuatan partai itu ada di PAC, ranting, hingga anak ranting. Dari struktur inilah kami mendengar langsung isu, harapan, dan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap Ketua PAC terpilih nantinya mampu memahami karakter wilayah masing-masing serta menjadi penggerak utama sosialisasi program partai dan pemerintah kota kepada masyarakat.
“Kepemimpinan dimulai dari pemahaman terhadap rakyat. Ketua PAC harus tahu betul teritorialnya, isunya, dan denyut warganya, agar kehadiran partai benar-benar dirasakan,” pungkas Syaifuddin. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










