oleh

Konser Digital, Didi Kempot Persembahkan “Sungkem” untuk Megawati

-Berita Terkini, Kronik-23 kali dibaca

JAKARTA – Lagu “Sungkem” ciptaan almarhum Didi Kempot yang menceritakan tentang Presiden Soekarno, dipersembahkan khusus untuk Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Sayangnya, almarhum Didi Kempot belum sempat bertemu dengan Megawati untuk mempersembahkan lagu ciptaannya itu. Didi Kempot telah meninggal lebih dulu sebelum bertemu Megawati.

Demikian diungkapkan istri pertama Didi Kempot, Saputri kepada Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto melalui virtual saat acara Konser Digital Tombo Kangen in Memoriam Didi Kempot yang digelar di Gedung Eka Kapti Ngawi, Senin (25/5/2020) malam.

“Lagu sungkem bercerita tentang Soekarno. Sebenarnya dipersembahkan untuk ibu Megawati Soekarnoputri. Tapi Mas Didi belum sempat ketemu Bu Mega. Makanya dalam kesempatan ini, saya menyerahkan lagu Sungkem ini,” ujar Saputri kepada Hasto.

Atas persembahan itu, Hasto mewakili Megawati Soekarnoputri mengucapkan terima kasih. Menurutnya, persembahan lagu “Sungkem” ciptaan Didi Kempot merupakan suatu kehormatan.

Hasto pun memberikan kenang-kenangan berupa foto Soekarno sekaligus lirik lagu sungkem untuk Saputri.

“Terima kasih, suatu kehormatan bagi kami, khususnya bu Mega. Kami juga sudah siapkan kenang-kenangan, lagu Sungkem, dengan foto Bung Karno. Terima kasih atas dedikasi mas Didi bagi wong cilik. Terima kasih bu Saputri. Akan kami sampaikan ke bu Megawati,” ucap Hasto.

Konser Digital Tombo Kangen in Memoriam Didi Kempot The Godfather of Broken Heart sejatinya sudah digagas almarhum Didi Kempot bersama Bupati Ngawi Budi Sulistyono sebelum meninggal tersebut dimaksudkan untuk pengobat rindu masyarakat Ngawi yang tidak bisa mudik karena Covid-19.

Kemudian oleh Pemkab Ngawi diubah menjadi konser in memoriam secara digital. Konser ini disiarkan secara langsung melalui Youtube Pemkab Ngawi dan juga Inews TV mulai jam 19.30.

Selama kurang lebih 90 menit, acara diisi dengan penampilan lagu-lagi karya Didi Kempot yang dibawakan penyanyi-penyanyi Ngawi dan juga bintang tamu lainnya.

Di masa pandemi ini, konser tanpa penonton tersebut juga ikut disaksikan oleh masyarakat Ngawi melalui aplikasi group meeting, baik dari masing-masing kecamatan di Ngawi, warga Ngawi di Jakarta, dan juga di Batam.

Selain itu, ada dialog interaktif pula melalui sambungan aplikasi dengan beberapa narasumber seperti Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak.

Diikuti pula oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, serta Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebagai tokoh-tokoh yang dinilai dekat serta punya kenangan khusus dengan almarhum Didi Kempot.

Menariknya pula, acara ini dipandu langsung oleh Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono (Kanang) sebagai host yang sesekali menyampaikan bahwa konser tersebut sebagai obat rindu bagi masyarakat perantau yang saat ini tidak diperkenankan mudik karena pandemi Covid-19.

Acara ditutup dengan menyanyikan lagu Pamer Bojo dibawakan secara bersama-sama oleh seluruh penampil.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan donasi yang terkumpul selama acara berlangsung. Donasi akan digunakan untuk membantu penanganan dampak Covid-19 dan sebagian disampaikan kepada keluarga almarhum Didi Kempot. (goek)