BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi sambut Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur pada 20-21 Desember 2025 di Surabaya, dengan menggelar pelatihan dan pemberdayaan kader perempuan dengan kewirausahaan dan ekonomi kerakyatan, terutama sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pelatihan UMKM yang bertemakan “Membangun Bisnis Berkelanjutan untuk Perempuan Hebat” diikuti ratusan ibu-ibu dan kader perempuan PDI Perjuangan. Kegiatan ini bertempat di Hall Hotel Mahkota Kecamatan Genteng, pada Senin (15/12/2025).
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ficky Septalinda, mengatakan bahwa melalui pelatihan UMKM, PDI Perjuangan mendorong UMKM yang dikelola perempuan bisa naik kelas dan menjadi motor penggerak ekonomi.
“Program pelatihan UMKM ini merupakan wujud kerja nyata Partai dalam mewujudkan mandat ideologis Bung Karno untuk pemberdayaan ekonomi rakyat,” ujar Ficky saat membuka kegiatan pelatihan.
Politisi PDI Perjuangan asal Kecamatan Glenmore ini mengatakan, pelatihan UMKM bagi kader perempuan dan ibu-ibu ini fokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha seperti halnya membantu UMKM bisa berkembang dan berdaya saing, branding, pemasaran digital, jejaring kemitraan hingga pengurusan legalitas usaha.
“Harapan kami, ilmu yang didapat dari kegiatan pelatihan ini bisa di getok tularkan kepada pelaku usaha lainnya di lingkungan masing-masing agar naik kelas, kami dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banyuwangi akan terus berupaya melakukan pendampingan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakabid Industri, Tenaga Kerja, Jaminan Sosial, Koperasi dan UMKM DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Eko Soekartono, meminta kepada peserta pelatihan agar benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang diberikan oleh narasumber.
“Kenapa workshop ini menghadirkan kader perempuan PDI Perjuangan, tujuannya untuk memberi ilmu, agar ekonominya membaik khususnya untuk usaha mikro, kecil dan menengah,” ujar Eko.
Dengan workshop ini, pelaku UMKM dapat meningkatkan keterampilan, memperluas jaringan, mengelola keuangan dengan baik, mengembangkan produk berkualitas, beradaptasi dengan tehnologi digital dan menyusun strategi bisnis yang efektif.
“Melalui workshop atau pelatihan ini pelaku UMKM bisa lebih kompetitif, profesional dan mampu menembus pasar yang lebih luas sehingga mendorong pertumbuhan usaha dan ekonomi,” jelasnya.
Sementara Ketua Asosiasi UMKM ASPPOBA, Fransisko Adikara Pandit Mahasna, menjelaskan bahwa dirinya mendorong pelaku UMKM lebih siap menghadapi pasar. Peningkatan kapasitas UMKM harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga administrasi dan legalitas.
“UMKM naik kelas bukan soal besar kecilnya usaha, tapi kesiapan usahanya menghadapi pasar,” tandasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM semakin sadar bahwa legalitas merupakan investasi jangka panjang yang akan membuka peluang usaha, memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan keberlanjutan usaha. (ars/set)