Jumat
04 September 2026 | 10 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kompak, PDI Perjuangan dan Wabup Probolinggo Tolak Impor Beras

pdip-jatim-petani-panen-padi

PROBOLINGGO – Penolakan keras di berbagai daerah semakin ngiang terdengar, seiring dengan wacana Kementerian Perdagangan untuk impor beras. Wakil Bupati Probolinggo yang juga kader Banteng Timbul Prihanjoko menegaskan bahwa impor beras melukai hati para petani. 

Timbul, sapaan akrabnya menolak keras kebijakan impor beras tersebut. Sebab, petani yang merupakan bagian dari wong cilik, tentu merasa paling dirugikan. 

“PDI Perjuangan konsisten berpihak pada kepentingan wong cilik. Maka, atas rencana kebijakan impor beras tersebut, jelas kami menolak karena merugikan petani,” kata Timbul, Rabu (24/3/2021). 

Terlebih lagi, partainya memegang teguh prinsip bahwa seorang pemimpin itu satu kata dan perbuatan. Dan di PDI Perjuangan sendiri, Ibu H.Megawati Soekarnoputri benar-benar melaksanakan dorongan agar makanan pendamping beras itu lebih digalakkan seperti umbi-umbian. 

Mantan Ketua DPC PDI Perjuangan itu menambahkan, di Kabupaten Probolinggo sejumlah petani mulai panen. Sehingga, impor beras pun tidak begitu dibutuhkan saat ini. 

“Kalau nanti, kebijakan impor beras tersebut benar-benar direalisasikan, yang jelas harga gabah akan anjlok dan berdampak buruk bagi para petani kita,” jelasnya. 

Dia menambahkan, pemerintah boleh saja melakukan impor beras dengan catatan stok beras di Indonesia sudah kosong. Namun, kalau stok beras masih aman, pemerintah perlu mendorong dan mendongkrak petani untuk lebih produktif. 

“Masalahnya, petani kita ini harus mendapat dukungan dari pemerintah pusat, supaya tetap mempertahankan kualitasnya,” tegasnya. 

Hal senada disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo Edi Susanto. Pihaknya menilai, kebijakan impor itu jelas tidak menguntungkan petani di tengah pandemi Covid-19. 

“Kami minta kebijakan terkait impor beras tersebut, perlu dikaji ulang. Sesuai hasil rekomendasi Rakerda kemarin dengan PDI Perjuangan Jawa Timur bahwa kami semua menolak impor beras tersebut,” kata Edi, yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD setempat. 

Perlu diketahui, setiap harinya Bulog mengalami pertambahan gabah 50 hingga 100 ton. Sedangkan untuk stok beras di Probolinggo masih ada sebanyak 10.024 ton. 

Stok yang ada tersebut rata-rata digunakan untuk kebutuhan selama 8 bulan penyaluran Bulog cabang Probolinggo. Sebab Probolinggo sendiri, merupakan daerah agraris yang sektor pertaniannya begitu menghasilkan. (drw)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...
LEGISLATIF

Ama Siswanto Desak Biaya Pengobatan Siswa SMPN 1 Kabuh Ditanggung, Dugaan Insiden MBG Harus Diinvestigasi

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang, Ama Siswanto, mendesak agar puluhan siswa SMPN 1 Kabuh yang ...