Kamis
14 Mei 2026 | 2 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Komitmen Lestarikan Budaya, Tari Tolak Bala Iringi Pelantikan 143 PAC PDIP Pamekasan

PDIP-Jatim-Musancab-Pamekasan-09052026

PAMEKASAN – Suara gendhing Madura terdengar mengalun membuka prosesi pelantikan 143 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Pamekasan. Di hadapan ratusan kader yang hadir, lima penari tampil membawakan Tari Nondhung Bhalai, tari kreasi bertema tolak bala.

Tampilan kebudayaan tersebut dibawakan Sanggar Seni Madura Kandang Aktivitas dan Kreativitas (Makan Ati) dengan iringan 10 pemain gendhing Pamekasan. Gerakan para penari yang berpadu dengan tabuhan musik tradisional menghadirkan suasana khidmat dalam agenda pelantikan Partai.

Pengelola Sanggar Seni Makan Ati, Eko Septiawan, mengatakan, Tari Nondhung Bhalai merupakan karya kreasi yang dibuat sebagai simbol penolak bala sekaligus bentuk pelestarian budaya Madura.

“Ini adalah tarian kreasi dari sanggar kami, yang memiliki makna menolak bala. Dibawakan lima orang penari dan 10 orang pemain gendhing Pamekasan,” ujar Eko di Ballroom Azana Style Hotel, Pamekasan, Sabtu (9/5/2026).

Menurut dia, minat generasi muda di Pamekasan terhadap seni dan budaya daerah mulai tumbuh. Di tengah perkembangan zaman, banyak anak muda sadar pentingnya menjaga budaya lokal.

“Kesadaran pemuda Pamekasan akan menjaga kebudayaan sudah semakin menguat. Dalam era globalisasi dan modernisasi ini, kita tidak boleh melupakan akar budaya dan kearifan lokal. Kalau bukan kita lalu siapa lagi,” jelas dia.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Pamekasan, Nadi Mulyadi, menyampaikan, pelestarian budaya menjadi bagian dari komitmen partainya di tengah penguatan struktur organisasi.

“PDI Perjuangan Pamekasan berkomitmen tidak hanya melakukan penguatan struktur Partai, tetapi juga menegaskan kepada seluruh kader untuk melakukan pelestarian kebudayaan sesuai local wisdom di masing-masing wilayah,” katanya.

Menurut Nadi, upaya tersebut dilakukan melalui Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Pamekasan dengan membangun komunikasi dan koordinasi bersama sanggar-sanggar budaya di Pamekasan.

“Kami aktif melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai sanggar kebudayaan yang ada di Pamekasan. Kami berusaha menyelami kebutuhan mereka dan melibatkan mereka secara aktif,” ujarnya.

Pria yang juga anggota DPRD Pamekasan tersebut menambahkan, saat ini terdapat tiga sanggar budaya yang menjadi binaan pihaknya. Langkah itu dinilai penting untuk mendekatkan generasi muda dengan budaya daerah di tengah persiapan menyambut bonus demografi 2045.

“Pamekasan sudah mulai didominasi Gen Z, sehingga mereka harus dekat dengan kebudayaan,” tandasnya. (yol/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Grisa Job Fair, Pemkab Ngawi Sinergikan Bidang Pendidikan dengan Industri

NGAWI – Halaman SMK PGRI 1 Ngawi dipadati pencari kerja dalam gelaran Grisa Job Fair 2026, Rabu (13/5/2026). Tidak ...
KABAR CABANG

Suratun Nasikhah Minta Minimal Satu Kader Muda Masuk Calon Pengurus Ranting PDIP

Suratun Nasikhah meminta minimal satu kader muda masuk komposisi calon pengurus ranting PDIP di tingkat desa. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Sebut Penanganan Stunting di Surabaya Berhasil karena Gotong Royong

Eri Cahyadi menyebut keberhasilan penanganan stunting di Surabaya lahir dari gotong royong dan kolaborasi berbagai ...
KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...
KRONIK

Bupati Lukman Coba Tanam Padi dengan Rice Transplanter, Dorong Modernisasi Pertanian

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat sektor pertanian dengan modernisasi alat dan metode ...
KRONIK

Bu Risma Melayat ke Rumah Duka Sopir Ambulans Baguna Sidoarjo, Serahkan Santunan BPJS Rp 118,5 Juta

​SIDOARJO – Mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyerahkan secara langsung santunan kematian dari BPJS ...