Senin
18 Mei 2026 | 7 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua DPRD Ngawi Sarankan ASN ke Kantor Naik Sepeda Angin

IMG-20260330-WA0015_copy_888x566

NGAWI – Situasi dunia tengah dilanda ketidakpastian. Konflik berkepanjangan di Timur Tengah mulai terasa dampaknya, salah satunya terhadap kondisi ekonomi nasional.

Pemerintah pun berupaya melakukan penghematan energi agar ketahanan fiskal negara bisa lebih terjaga. Langkah ini mencakup penghematan bahan bakar minyak hingga listrik.

Sejumlah daerah juga mulai menerapkan skema kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara. Namun di Kabupaten Ngawi, pelaksanaan WFH masih menunggu petunjuk teknis (juknis) sebelum dapat diimplementasikan.

Meski demikian, upaya penghematan energi tetap menjadi perhatian serius. Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Yuwono Kartiko, yang akrab disapa King, turut mendorong efisiensi di lingkungan pemerintahan.

Dalam pelaksanaan penghematan energi, King menyarankan pegawai yang tempat tinggalnya dekat dengan kantor agar menggunakan kendaraan non-motor.

“Kami menyarankan pegawai yang lokasi kantor tidak jauh dari tempat tinggal agar menggunakan kendaraan non-motor,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/3/2026).

Selain itu, penghematan juga dapat dilakukan dengan memastikan seluruh alat elektronik dimatikan setelah tidak digunakan atau saat meninggalkan ruang kerja.

Menurut King, langkah-langkah sederhana ini diharapkan mampu mendukung efisiensi energi di tengah tekanan ekonomi dan konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang berdampak pada ketidakstabilan pasokan energi global.

“Sehingga akan ada penghematan-penghematan penggunaan energi,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ngawi tersebut.

Lebih lanjut, King juga mendorong agar seluruh pekerjaan, baik oleh pegawai maupun masyarakat, dilakukan seefektif mungkin. Menurutnya, upaya penghematan tidak boleh mengurangi kualitas atau hasil dari pekerjaan yang telah ditentukan.

Terkait pelaksanaan WFH bagi pegawai negeri sipil, Ketua DPRD Kabupaten Ngawi meminta agar Pemerintah Kabupaten Ngawi mengacu pada arahan dari pemerintah pusat.

“Sebelum juknis itu turun, alangkah lebih baik apabila ada inisiatif untuk memulai efisiensi mandiri di tempat kerja. Dengan melakukan pekerjaan yang seefektif mungkin, sehingga beban energi bisa diminimalisir,” tandasnya. (Amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDIP Lamongan Siap Tuntaskan Kepengurusan di Tingkat Dusun dan RW

PDIP Lamongan menargetkan pembentukan kepengurusan hingga tingkat ranting dan anak ranting di 1.400 dusun. LAMONGAN ...
HEADLINE

PDIP Jatim Pastikan Anak Muda Terlibat Langsung dalam Pengambilan Keputusan Partai

PDIP Jatim membuka ruang besar bagi generasi muda agar terlibat langsung dalam pengambilan keputusan partai. ...
KRONIK

Bupati Bangkalan Luncurkan Program Subsidi Nol Persen untuk UMKM

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan meluncurkan program subsidi bunga nol persen bagi pelaku Usaha ...
KABAR CABANG

Ketika Tari Jaka Mada Menjadi Ruh Pelantikan PAC dan KSB Ranting PDIP Lamongan

Tari Jaka Mada memukau pelantikan PAC dan KSB Ranting PDIP Lamongan dengan pesan kepemimpinan, budaya, dan semangat ...
RUANG MERAH

Dolar Memang Tidak Dipakai di Desa, Tetapi Dampaknya Masuk Sampai ke Dapur

Oleh Didik Prasetiyono* PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk bahwa “rakyat desa nggak pakai dolar” ...
KABAR CABANG

Bamusi Tulungagung Dorong Percepatan Perda Minol untuk Kendalikan Peredaran Alkohol

TULUNGAGUNG – Pengurus Cabang Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kabupaten Tulungagung mendorong DPRD dan ...