Jumat
03 Juli 2026 | 7 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua DPRD Ngawi Sarankan ASN ke Kantor Naik Sepeda Angin

IMG-20260330-WA0015_copy_888x566

NGAWI – Situasi dunia tengah dilanda ketidakpastian. Konflik berkepanjangan di Timur Tengah mulai terasa dampaknya, salah satunya terhadap kondisi ekonomi nasional.

Pemerintah pun berupaya melakukan penghematan energi agar ketahanan fiskal negara bisa lebih terjaga. Langkah ini mencakup penghematan bahan bakar minyak hingga listrik.

Sejumlah daerah juga mulai menerapkan skema kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara. Namun di Kabupaten Ngawi, pelaksanaan WFH masih menunggu petunjuk teknis (juknis) sebelum dapat diimplementasikan.

Meski demikian, upaya penghematan energi tetap menjadi perhatian serius. Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Yuwono Kartiko, yang akrab disapa King, turut mendorong efisiensi di lingkungan pemerintahan.

Dalam pelaksanaan penghematan energi, King menyarankan pegawai yang tempat tinggalnya dekat dengan kantor agar menggunakan kendaraan non-motor.

“Kami menyarankan pegawai yang lokasi kantor tidak jauh dari tempat tinggal agar menggunakan kendaraan non-motor,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/3/2026).

Selain itu, penghematan juga dapat dilakukan dengan memastikan seluruh alat elektronik dimatikan setelah tidak digunakan atau saat meninggalkan ruang kerja.

Menurut King, langkah-langkah sederhana ini diharapkan mampu mendukung efisiensi energi di tengah tekanan ekonomi dan konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang berdampak pada ketidakstabilan pasokan energi global.

“Sehingga akan ada penghematan-penghematan penggunaan energi,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ngawi tersebut.

Lebih lanjut, King juga mendorong agar seluruh pekerjaan, baik oleh pegawai maupun masyarakat, dilakukan seefektif mungkin. Menurutnya, upaya penghematan tidak boleh mengurangi kualitas atau hasil dari pekerjaan yang telah ditentukan.

Terkait pelaksanaan WFH bagi pegawai negeri sipil, Ketua DPRD Kabupaten Ngawi meminta agar Pemerintah Kabupaten Ngawi mengacu pada arahan dari pemerintah pusat.

“Sebelum juknis itu turun, alangkah lebih baik apabila ada inisiatif untuk memulai efisiensi mandiri di tempat kerja. Dengan melakukan pekerjaan yang seefektif mungkin, sehingga beban energi bisa diminimalisir,” tandasnya. (Amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Ipuk Ajak Seluruh Stakeholder Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan

BANYUWANGI – Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah, pemangku kesehatan daerah diharapkan bisa ...
KRONIK

Kejurprov Voli Pantai U-17 2026 di Sumenep, Saatnya Atlet Muda Tunjukkan Kemampuan Terbaik

SUMENEP – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Voli Pantai U-17 2026 di Kabupaten Sumenep, sebagai momentum strategi ...
LEGISLATIF

Ketua Komisi E DPRD Jatim Dorong Percepatan Renovasi GOR Velodrome Malang

Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno mendorong percepatan renovasi GOR Velodrome Malang serta ...
PEMILU

Sinung Sudrajad: Pilkada Langsung Perkuat Legitimasi Pemerintahan Daerah

PDI Perjuangan Bondowoso menilai pilkada langsung memperkuat legitimasi pemerintahan daerah karena kepala daerah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Pembangunan KEK Pariwisata Tak Hanya Kejar Investasi, Hak Masyarakat Harus Dilindungi

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta pemerintah memperbaiki tata kelola KEK Pariwisata agar tidak hanya ...
LEGISLATIF

Jaga Stabilitas Harga di Tingkat Peternak, DPRD Jatim Siapkan Perda Tata Niaga Telur

Komisi B DPRD Jatim menyiapkan Perda Tata Niaga Telur untuk menjaga stabilitas harga di tingkat peternak sekaligus ...