oleh

Ketua Banteng Bangkalan: Syaikhona Kholil Sangat Layak sebagai Pahlawan Nasional

-Kabar Cabang-68 kali dibaca

BANGKALAN – Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkalan, H Fatkurrahman menegaskan, Syaikhona Kholil Bangkalan sangat layak mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Hal itu tidak terlepas dari peran dan sumbangsih pemikiran Syaichona Kholil terhadap dinamika nasional.

Penegasan itu dia sampaikan menyikapi pertemuan antara Bupati Bangkalan Abdul Latif Imron dengan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Dalam pertemuan pada Rabu (21/4/2021), Bupati Bangkalan menyerahkan berkas pengajuan gelar Pahlawan Nasional untuk Syaikhona Kholil Bangkalan ke pemerintah pusat.

“Kita dukung seratus persen. Bagaimana pun, tanpa gelar pahlawan pun, Syaikhona Kholil sangat kami hormati. Tanpa gelar pun, beliau sudah pahlawan bagi kami,” tandas Fatkurrahman, Jumat (24/4/2021), saat di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur seusai mengikuti rapat koordinasi persiapan musyawarah anak cabang (musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Bangkalan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan ini lantas mengingatkan peran Syaichona Kholil Bangkalan dalam mendidik tokoh-tokoh bangsa.

Seperti KH. Hasyim Asy’ari pendiri Jam’iyah Nahdlatul Ulama (organisasi terbesar di Indonesia), Kiai Abdul Wahab Hasbullah (Jombang), Kiai Bisri Syansuri (Jombang), Kiai Abdul Manaf (Lirboyo-Kediri), Kiai Maksum (Lasem), Kiai Munawir (Krapyak-Yogyakarta), Kiai Bisri Mustofa (Rembang Jateng), Kiai Nawawi (Sidogiri), Kiai Ahmad Shiddiq (Jember), Kiai As’ad Syamsul Arifin (Situbondo) dan lainnya.

“Karena itu, sudah sepantasnya Syaikhona Kholil mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Beliau telah melahirkan tokoh-tokoh bangsa ini. Kita pun tahu peran beliau atas lahirnya organisasi NU, yang kini memainkan peran penting dalam perjalanan negara-bangsa ini,” jelasnya.

Dia kembali mengingatkan, bahwa tanpa gelar pahlawan pun, Syaichona Kholil Bangkalan sudah menjadi pahlawan di hati masyarakat Madura dan seluruh Nusantara.

“Jika gelar pahlawan itu diberikan pada masa Pak Jokowi ini akan menjadi keputusan yang penting. Akan menjadi catatan sejarah, Pak Jokowi benar-benar memperhatikan kaum santri. Benar-benar menghargai peran dan jasa-jasa kaum santri dalam perjalanan bangsa ini meraih kemerdekaannya,” tegas Fatkurrahman.  

Perlu diketahui, Syaikhona Kholil lahir di Bangkalan 25 Mei 1835 dan wafat 23 April 1925 di Pesarean Mertajasah, Bangkalan. Peran besar Syaikhona Kholil Bangkalan merintis dan melestarikan pesantren, bukti konkret keterlibatannya menyebarkan ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah di Nusantara.

Dia juga menjadi promotor gerakan masyarakat Madura dan Jawa Timur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, hingga terbentuknya organisasi keagamaan yang besar, yaitu Nahdlatul Ulama (NU). (set)