Selasa
20 Oktober 2026 | 6 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketua Banteng Bangkalan: Syaikhona Kholil Sangat Layak sebagai Pahlawan Nasional

pdip-jatim-Syaikhona-Kholil-240421

BANGKALAN – Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkalan, H Fatkurrahman menegaskan, Syaikhona Kholil Bangkalan sangat layak mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Hal itu tidak terlepas dari peran dan sumbangsih pemikiran Syaichona Kholil terhadap dinamika nasional.

Penegasan itu dia sampaikan menyikapi pertemuan antara Bupati Bangkalan Abdul Latif Imron dengan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Dalam pertemuan pada Rabu (21/4/2021), Bupati Bangkalan menyerahkan berkas pengajuan gelar Pahlawan Nasional untuk Syaikhona Kholil Bangkalan ke pemerintah pusat.

“Kita dukung seratus persen. Bagaimana pun, tanpa gelar pahlawan pun, Syaikhona Kholil sangat kami hormati. Tanpa gelar pun, beliau sudah pahlawan bagi kami,” tandas Fatkurrahman, Jumat (24/4/2021), saat di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur seusai mengikuti rapat koordinasi persiapan musyawarah anak cabang (musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Bangkalan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan ini lantas mengingatkan peran Syaichona Kholil Bangkalan dalam mendidik tokoh-tokoh bangsa.

Seperti KH. Hasyim Asy’ari pendiri Jam’iyah Nahdlatul Ulama (organisasi terbesar di Indonesia), Kiai Abdul Wahab Hasbullah (Jombang), Kiai Bisri Syansuri (Jombang), Kiai Abdul Manaf (Lirboyo-Kediri), Kiai Maksum (Lasem), Kiai Munawir (Krapyak-Yogyakarta), Kiai Bisri Mustofa (Rembang Jateng), Kiai Nawawi (Sidogiri), Kiai Ahmad Shiddiq (Jember), Kiai As’ad Syamsul Arifin (Situbondo) dan lainnya.

“Karena itu, sudah sepantasnya Syaikhona Kholil mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Beliau telah melahirkan tokoh-tokoh bangsa ini. Kita pun tahu peran beliau atas lahirnya organisasi NU, yang kini memainkan peran penting dalam perjalanan negara-bangsa ini,” jelasnya.

Dia kembali mengingatkan, bahwa tanpa gelar pahlawan pun, Syaichona Kholil Bangkalan sudah menjadi pahlawan di hati masyarakat Madura dan seluruh Nusantara.

“Jika gelar pahlawan itu diberikan pada masa Pak Jokowi ini akan menjadi keputusan yang penting. Akan menjadi catatan sejarah, Pak Jokowi benar-benar memperhatikan kaum santri. Benar-benar menghargai peran dan jasa-jasa kaum santri dalam perjalanan bangsa ini meraih kemerdekaannya,” tegas Fatkurrahman.  

Perlu diketahui, Syaikhona Kholil lahir di Bangkalan 25 Mei 1835 dan wafat 23 April 1925 di Pesarean Mertajasah, Bangkalan. Peran besar Syaikhona Kholil Bangkalan merintis dan melestarikan pesantren, bukti konkret keterlibatannya menyebarkan ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah di Nusantara.

Dia juga menjadi promotor gerakan masyarakat Madura dan Jawa Timur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, hingga terbentuknya organisasi keagamaan yang besar, yaitu Nahdlatul Ulama (NU). (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Bupati Blitar Dorong Santri Percaya Diri dan Berani Tampil Lewat Lomba Pidato

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri terus mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, ...
KABAR CABANG

Sambut Hari Sumpah Pemuda, DPC Ngawi Siapkan Turnamen Futsal Berhadiah Jutaan Rupiah

NGAWI – Semangat Sumpah Pemuda bergemuruh di lingkungan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi. Dalam rangka ...
LEGISLATIF

Buleks Minta Pemkot Surabaya Tindak Tegas Provider Kabel Utilitas yang Melanggar

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengawasi dan ...
LEGISLATIF

634 Titik Panas Terdeteksi di Jatim, Eddy Paripurna Desak Kesiapsiagaan Karhutla Diperkuat

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Eddy Paripurna, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Terima Kedatangan KPU, Koordinasi Hal SIPOL

TUBAN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban terus memperkuat konsolidasi dan tata kelola kelembagaan ...
KRONIK

Amithya Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Komunitas Urban di Kota Malang

MALANG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong penerapan ekonomi hijau ...