Selasa
20 Oktober 2026 | 1 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketika Tari Topeng Gunungsari Ramaikan Acara Pembekalan 329 Caleg Terpilih

MALANG – Sejumlah penari bertopeng memasuki panggung acara Pembekalan Calon Anggota Legislatif Terpilih DPRD Kabupaten/kota dan Jatim di Hotel Harris & Convention, Malang, Senin (5/8/2024).

“Kita sambut dan beri aplaus penampilan Tari Topeng Gunungsari,” seru pembawa acara terdengar dari perangkat pengeras suara.

Seniman tari asal Sanggar Tari Jawi Kawi dari Pendopo Kembangkopi, Dusun Ngemplak, Desa Sumbersuko, Wagir – Kabupaten Malang lantas memainkan ragam gerak Burung Merak yang serba anggun. Merak ngigel, ngombe dan sebagainya.

Tari Topeng Gunungsari menceritakan Putra Kerajaan Kediri Raden Gunungsari yang selalu didampingi sang abdi Demang Patrajaya. Raden Gunungsari digambarkan sebagai kesatria yang gagah dan memiliki hati yang lembut. Kemunculan Raden Gunungsari sebagai simbolisasi akan berakhirnya prahara.

Mengapa tarian ini dimainkan pada acara pembekalan caleg terpilih?

Tak ada alasan khusus pada tema tarian. Namun, menurut Wakil Ketua Bidang Kebudayaan DPD PDI Perjuangan, Ony Setiawan, partainya selalu menampilkan pagelaran kesenian dan kebudayaan tradisional dalam setiap acara resmi atau seremonial.

“Berbagai kesenian maupun kebudayaan lokal selalu ditampilkan dalam setiap acara pembukaan. Ini seperti semacam kewajiban bagi PDI Perjuangan,” katanya.

“Karena kebetulan acara ini ada di Malang, jadi kesenian khas yang kita angkat dari Malang. Kalau di tempat lain juga mengangkat kesenian lokalnya masing-masing. Sudah menjadi tugas kita untuk melestarikan budaya lokal,” ujar Ony Setiawan.

Ony mengatakan, bahwa untuk melestarikan kebudayaan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, para pegiat seni dan kebudayaan. Melainkan tugas semua elemen, termasuk PDI Perjuangan.

“Kalau orang Jawa bilang uri-uri budaya atau melestarikan itu harus melibatkan semua elemen,” kata Ony.

Menurut dia, terlalu berat bagi seniman untuk sendirian melestari. Sebab mereka harus berjuang sendiri, melestarikan sendiri.

“Bagi kami itu tidak boleh terjadi jika mereka sendirian. Sedikit fasilitasi dari kami (PDI Perjuangan) dengan cara seperti ini, sebagai bagian dari Perjuangan bersama pelestarian kesenian tradisional,” cetus Ony.

Berita terkait:DPD Jatim Gelar Pembekalan 329 Caleg Terpilih

Apalagi, lanjut Ony, PDI Perjuangan mempunyai Badan Kebudayaan Nasional dari pusat sampai daerah.

Hal itu diharapkan mampu menstimulus atau mendorong agar semua pihak terlibat khususnya para anggota fraksi yang mempunyai kesempatan untuk memperjuangkan para pegiat seni. (ian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...