Minggu
15 Maret 2026 | 4 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ketidakpastian Global, Kader-kader di Bojonegoro Diminta Fokus Jaga Daya Tahan Ekonomi Rakyat

IMG-20260313-WA0005_copy_734x469

BOJONEGORO — Lonjakan harga energi menyusul Konflik di Timur Tengah dikhawatirkan berdampak pada perekonomian nasional bahkan lokal. Keberpihakan politik terhadap rakyat kecil dinilai menjadi kunci stabilitas di tingkat daerah.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Prasetiyono, dalam acara peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah di Pendopo Panti Marhaen DR. HM. Taufiq Kiemas, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro, Kamis (12/3/2026).

Momentum keagamaan ini, kata Didik, sebagai ruang refleksi untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah ancaman krisis.

Ia menyampaikan bahwa DPP PDI Perjuangan telah menginstruksikan seluruh kadernya yang menjadi kepala daerah, anggota legislatif, dan struktural Partai untuk mencermati potensi tekanan ekonomi.

​”Arahan ini adalah panggilan bagi kader untuk bersikap lebih waspada, hemat, dan disiplin. Kebijakan daerah harus lebih efisien dan peka,” kata Didik.

“Program yang tidak mendesak bisa ditunda, yang seremonial dikurangi. Fokus utama adalah menjaga daya tahan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

​​Menurut Didik, Bojonegoro memiliki posisi strategis namun rentan terhadap fluktuasi global. Sebagai lumbung energi nasional sekaligus sentra pertanian, dinamika harga energi dunia berdampak langsung pada biaya produksi petani dan daya beli masyarakat.

“Kader PDI Perjuangan harus selalu hadir di tengah masyarakat, mendengar suara rakyat, merasakan kesulitan rakyat, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.

Call Center “Penyambung Lidah Rakyat”
Langkah konkret lainnya, Partai mengoptimalkan layanan call center nasional melalui jalur WhatsApp di nomor 0811-1030-3333.

Layanan ini diposisikan sebagai “penyambung lidah rakyat” untuk melaporkan kendala pelayanan publik, masalah ekonomi, hingga persoalan sosial di lapangan.

​Nilai Religi dan Keadilan Sosial
​sementara itu, Ustadz H. Agus Sholahuddin Shidiq dalam tausiyahnya mengingatkan bahwa esensi Nuzulul Quran adalah penguatan amanah dan kepedulian sosial.

​”Momentum ini adalah pengingat untuk memperkuat solidaritas terhadap sesama, terutama mereka yang paling terdampak oleh situasi sulit,” ungkap Direktur Yayasan Masjid Al Birru tersebut.

Peringatan Nuzulul Quran dihadiri oleh jajaran pengurus DPC Bojonegoro, termasuk Ketua DPC Bambang Sutriyono dan Sekretaris Donny Bayu Setiawan. Juga seluruh PAC se-kabupaten.

Acara diakhiri dengan doa dan buka puasa bersama guna mempererat konsolidasi internal.(dian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Pererat Solidaritas, DPC Bojonegoro Bagikan Takjil Serentak di 28 Kecamatan

BOJONEGORO — Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten ...
LEGISLATIF

Soroti SPPG Magetan, Diana Sasa: Jika Tak Berbenah, Saya Sidak Setelah Lebaran

MAGETAN – Anggota DPRD Jawa Timur Diana AV Sasa menyoroti operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di ...
KABAR CABANG

Konsolidasi Akbar, DPC Ngawi Buka Puasa Bersama Pengurus PAC hingga Ketua Ranting

NGAWI – Gedung Fatmawati, Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, dipenuhi kader banteng pada Jumat (13/3/2026). ...
KABAR CABANG

Kanang: Antusiasme Warga Bukti Kedekatan PDIP dengan Rakyat di Magetan

MAGETAN – Antusiasme masyarakat mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar keluarga besar PDI Perjuangan ...
KABAR CABANG

Jelang Azan Maghrib, Kader PDIP Kota Kediri Turun ke Jalan Bagikan Sembako

KEDIRI – Menjelang azan Maghrib berkumandang, suasana di depan kantor DPC PDI Perjuangan Kota Kediri di Jalan Teuku ...
SEMENTARA ITU...

Senyum Anak Yatim di Kediri Town Square, Mas Dhito Ajak Pilih Baju Lebaran Sendiri

KEDIRI – Senyum sumringah terlihat di wajah ratusan anak yatim saat memasuki pusat perbelanjaan Kediri Town Square, ...