Rabu
04 November 2026 | 4 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kerukunan Antarumat Beragama Modal Membangun Banyuwangi

pdip-jatim-anas-kerukunan-umat-agama

BANYUWANGI – Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, kerukunan antarumat beragama adalah fondasi dan modal utama untuk membangun Banyuwangi menjadi lebih baik. Konflik antarumat beragama, hanya menguras energi masyarakat dan tidak akan menghasilkan perubahan positif.

“Sudah banyak contoh daerah atau negara yang hancur karena konflik antarumat beragama maupun antaretnis. Ngeri dampaknya. Dengan masyarakat yang rukun, kita bersama-sama melangkah ke arah yang lebih baik,” kata Anas, Senin (27/2/2017).

Hal itu dia sampaikan terkait penghargaan “Harmony Award” atau Anugerah Kerukunan Umat Beragama yang diterima Pemkab Banyuwangi dari Kementerian Agama RI.

Banyuwangi dinilai mampu mewujudkan kerukunan antarumat beragama dan mampu mengelola perbedaan dengan bijak.

Penghargaan ini disampaikan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, kepada Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko, di sela Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama Tahun 2017 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Minggu (26/2/2017) malam.

Harmony Award merupakan penghargaan kepada pemerintah daerah yang dinilai telah mendukung dan memiliki hasil kerja terkait pelayanan kepada seluruh agama, serta turut menjaga kerukunan antarumat beragama di masing-masing daerah.

Penghargaan ini diraih setelah Kementerian Agama melakukan survei ke daerah-daerah di Indonesia. Dari survei itu, disusun indeks kerukunan umat beragama hingga terpilihlah Kabupaten Banyuwangi sebagai penerima penghargaan.

Anas mengatakan, Harmony Award adalah pelecut untuk terus mempertahankan kerukunan umat yang ada di Banyuwangi. Menurutnya, award ini bukan puncak atau akhir perjalanan dalam menjaga kerukunan, tapi merupakan mata rantai dari ikhtiar tak pernah putus untuk mewujudkan masyarakat yang senantiasa rukun dalam perbedaan.

“Terima kasih kepada Bapak Menteri Agama yang terus mendorong dan mengapresiasi daerah dalam mewujudkan kerukunan umat,” ucapnya.

Dia menambahkan, kerukunan umat beragama lahir dari pemahaman bahwa perbedaan adalah keniscayaan dan rahmat. Pemahaman tersebut kemudian membuahkan sikap saling menghormati dalam keragaman.

Di Banyuwangi, secara berkala Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar pertemuan. Dalam pertemuan tersebut, para tokoh dan umat melakukan kegiatan-kegiatan positif secara bersama-sama, seperti terlibat dalam program pembangunan daerah, ikut menyosialisasikan pendidikan dan kesehatan, dan menyampaikan aspirasi serta kritik yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembangunan.

Anas sendiri secara berkala juga menyampaikan kinerja pembangunan kepada para tokoh agama untuk minta masukan agar program semakin baik.

“Kami juga meminta tolong kepada para pemuka agama untuk menyampaikan kepada umat melalui ceramah atau khotbah tentang berbagai hal, seperti program beasiswa, arah pembangunan, sampai imbauan untuk mengantisipasi demam berdarah,” ujar bupati dari PDI Perjuangan ini.

Di Banyuwangi juga rutin digelar dialog antapemuda lintas agama lewat kemah bersama yang diberi nama Formula 1 (Forum Pemuda Lintas Agama Bersatu).

Para pemuka agama juga dilibatkan, misalnya dalam program penguatan belajar dan aspek religi siswa yang mengajak lembaga dari beragam agama, mulai NU, Muhammadiyah, Pasraman Hindu, pemuka Kristen, Katolik, Buddha sesuai agama masing-masing siswa. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...
KRONIK

11 Mahasiswa Unesa Maospati Jadi Korban Pelecehan Nonfisik, Polisi Diminta Bertindak

MAGETAN – Kasus pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling dan pengintaian membayangi para mahasiswa Universitas ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Ancaman Algoritma terhadap Demokrasi, Siapa yang Mengendalikan Data?

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan transformasi digital membawa tantangan baru bagi demokrasi. ...
SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Raih Cita Negeri 2026: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Sumenep

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, meraih Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan ...