Minggu
19 Juli 2026 | 4 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kendalikan Inflasi, Pemkab Banyuwangi Gandeng Bulog Gelar Operasi Pasar Murah

pdip-jatim-ipuk-150521

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi bekerja sama dengan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) setempat menggelar operasi pasar murah untuk komoditas beras. Hal itu sebagai upaya Pemkab Banyuwangi mengendalikan inflasi seiring harga beras di pasaran terus merangkak naik.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan pengendalian inflasi terus dilakukan secara terukur. Salah satunya dengan melakukan operasi pasar murah komoditas beras.

“Saya perintahkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan dinas terkait untuk terus memantau harga bahan pokok di pasaran dan segera melakukan penanganan jika terjadi hal-hal yang bisa memicu peningkatan inflasi,” ujar Bupati Ipuk di Banyuwangi, Rabu (15/2/2023).

Menurut Bupati Ipuk, operasi pasar murah komoditas beras tersebut sebagai bagian dari upaya untuk pengendalian inflasi yang sudah dilaksanakan sejak 13 hingga 28 Februari 2023 di seluruh kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.

“Kami ajak Perum Bulog Cabang Banyuwangi menggelar operasi pasar ini. Harapannya agar harga komoditi pangan bisa terkendali,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyuwangi, Harisun, menjelaskan telah menyiapkan beras kualitas medium seharga Rp9.000 per kilogram yang dijual dalam kemasan 5 kilogram, 10 kilogram, dan 25 kilogram.

“Setiap hari operasi pasar dilaksanakan di 7-10 titik yang tersebar di berbagai wilayah. Masing-masing titik mendapatkan jatah 10 ton. Sehingga total beras yang kami pasok mencapai 70-100 ton per hari, menyesuaikan jumlah lokasinya,” ujar Harisun.

Sedangkan operasi pasar murah sendiri dimulai pukul 08.00 – 12.00 WIB di hampir di setiap lokasi stok langsung ludes diserbu warga hanya dalam 1-2 jam, terutama beras kemasan 5 kilogram.

Harisun juga menjelaskan, untuk memastikan operasi pasar murah tersebut tepat sasaran, pihaknya membatasi jumlah pembelian beras per orang sebanyak 2 kemasan.

“Kami batasi untuk meminimalisir penimbunan. Selain juga untuk pemerataan agar semakin banyak warga yang bisa membeli beras dengan harga murah,” terangnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Banyuwangi Ethno Carnival, Kekuatan Budaya Lokal yang Mendunia

BANYUWANGI – Pagelaran parade kostum Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) sukses menyihir ribuan pasang mata penonton, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Minta Inspektorat Perkuat Pengawasan, Dorong Pencegahan Penyimpangan Tata Kelola

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa inpspektorat memiliki peran strategis sebagai ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Minta Aspirasi Reses Menjadi Pijakan Utama dalam Penyusunan Kebijakan

SUMENEP – Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, meminta semua aspirasi masyarakat harus jadi pijakan utama dalam ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Latih Ratusan Petani Cara Bikin Pupuk Organik

BOJONEGORO — Upaya memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan terus digalakkan di tingkat daerah. Guna menekan ...
BERITA TERKINI

DPC Ngawi Gelar Rakor Bersama KSB PAC, Matangkan Persiapan Musran

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama jajaran Ketua, Sekretaris, ...
KABAR CABANG

Kawal Penjaringan Ketua Ranting dan Anak Ranting, PDI Perjuangan Trenggalek Kerahkan Anggota DPRD

PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek mengerahkan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD untuk mengawal penjaringan ketua ...